PGN Mulai Bangun 10.000 Sambungan Jargas di Batam Maret 2026

Cara pasang gas PGN Batam
PT Perusahaan Gas Negara (PGN) menyelesaikan pemasangan sambungan jaringan gas rumah tangga (jargas) di Perumahan Rosinton, Kecamatan Batu Aji, Batam, Selasa (20/5). PGN menargetkan pemasangan 10 sambungan per hari di wilayah tersebut, sebagai bagian dari target 4.045 sambungan jargas di Batam hingga November 2025. GOKEPRI/Engesti Fedro

BATAM (gokepri) — PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN menargetkan pembangunan 10.000 sambungan jaringan gas rumah tangga (Jargas) di Batam mulai Maret 2026. Program ini menjadi bagian dari percepatan transisi energi sekaligus upaya menekan ketergantungan impor LPG.

Pengembangan jaringan gas kota tersebut akan dilaksanakan di tiga kecamatan, yakni Batu Aji, Sagulung, dan Batam Kota. Pemerintah dan PGN menempatkan Batam sebagai tahap awal sebelum program serupa diperluas ke kota-kota lain di Indonesia.

Direktur Komersial PGN Aldiansyah Idham mengatakan, pengembangan jargas di Batam mencerminkan komitmen perseroan dalam menyediakan energi yang lebih bersih, aman, dan terjangkau bagi masyarakat. “Setelah implementasi di Batam berjalan dan dilakukan evaluasi, PGN akan melanjutkan pengembangan jargas di kota-kota lainnya,” ujar Aldiansyah—akrab disapa Aldi—dalam keterangan resmi, Minggu (1/2/2026).

HBRL

Baca Juga: PGN Targetkan 10.000 Sambungan Jargas di Batam pada 2026

Hingga akhir Desember 2025, jumlah pelanggan jargas rumah tangga di Batam tercatat mencapai 8.829 pelanggan. Pada 2026, PGN menargetkan penambahan 10.000 sambungan rumah melalui perluasan jaringan secara bertahap mulai Maret.

Pengembangan jargas di Batam juga sejalan dengan arahan Danantara kepada PGN untuk memfokuskan bisnis pada sektor midstream dan downstream gas, atau pengolahan serta distribusi gas hingga ke konsumen akhir. Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, sebelumnya menegaskan bahwa pipanisasi gas rumah tangga akan menjadi salah satu prioritas mulai tahun ini.

Menurut Dony, fokus tersebut merupakan bagian dari dukungan BUMN terhadap tiga agenda strategis pemerintah: ketahanan pangan, ketahanan energi, dan ketahanan sumber daya manusia. “Di sektor energi, seperti PGN, arahnya jelas: bergerak di midstream dan downstream, bukan upstream lagi,” kata Dony, Kamis (29/1/2026).

Ia menambahkan, pengembangan jaringan gas rumah tangga dinilai efektif untuk meningkatkan ketahanan energi nasional, terutama dalam menekan impor dan subsidi LPG. Batam dipilih sebagai lokasi uji coba sebelum program diperluas ke empat kota lainnya.

Dari sisi pendanaan, proyek jargas ini masuk dalam rencana belanja modal PGN tahun 2026 sebesar US$353 juta. Sekitar 62 persen dari total capex tersebut dialokasikan untuk penguatan sektor midstream, downstream, dan lini bisnis terkait lainnya.

Aldi berharap, pengembangan jaringan gas rumah tangga tidak hanya memperluas akses energi bersih bagi masyarakat, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi serta mempercepat agenda transisi energi nasional.

Secara nasional, PGN telah membangun dan mengelola jaringan gas rumah tangga di berbagai daerah. Hingga 2025, jargas PGN menjangkau lebih dari 821.000 rumah tangga di 18 provinsi serta 74 kota dan kabupaten.

Selain itu, PGN mengoperasikan jaringan pipa transmisi dan distribusi gas bumi sepanjang lebih dari 33.500 kilometer. Sekitar 19.700 kilometer di antaranya merupakan pipa jaringan gas rumah tangga. BISNIS.COM

Baca Juga: Siapa Mau Bangun Jargas Rumah Tangga di Batam

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait