SINGAPURA (gokepri) – Kesepakatan antara Singapura dan Malaysia untuk pengembangan Zona Ekonomi Khusus (KEK) di Johor akan ditandatangani pada November 2024. Kawasan ini ditargetkan dapat menjadi alternatif bagi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Indonesia yang saat ini menjadi daya tarik bagi pengusaha Singapura di Batam, Rempang, dan Galang di Kepulauan Riau.
Kepala Menteri Johor, Onn Hafiz Ghazi, menyampaikan informasi tersebut dalam konferensi di Singapura, Kamis 29 Agustus 2024, seperti dikutip dari Bloomberg. Onn Hafiz mengungkapkan bahwa jadwal penandatanganan sempat mengalami penundaan akibat pertemuan tingkat tinggi antara kedua negara. Meski demikian, ia tetap optimistis bahwa kesepakatan akhir akan segera terwujud.
“Mudah-mudahan, dokumen perjanjian ini akan ditandatangani pada bulan November,” kata Onn Hafiz. Ia menambahkan bahwa rincian perjanjian sedang diselesaikan, dengan para pejabat dari kedua negara memastikan agar proses ini dapat terlaksana sesuai rencana.
Malaysia dan Singapura sebelumnya telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) pada Januari 2024 untuk mengembangkan zona ekonomi tersebut. Proyek ini bertujuan untuk menciptakan pergerakan bebas barang dan orang antara negara bagian Johor yang kaya sumber daya dan Singapura yang memiliki keterbatasan lahan.

Baca:
- Selangkah Lagi KEK Johor-Singapura
- Luhut: Indonesia Tidak Takut Bersaing dengan KEK Johor-Singapura
- Malaysia-Singapura Bentuk Kawasan Ekonomi Bersama, Airlangga: Batam-Bintan Harus Berdaya Saing Tinggi
Menteri Ekonomi Malaysia, Rafizi Ramli, mengonfirmasi pada Juli lalu bahwa kesepakatan awalnya direncanakan untuk ditandatangani pada September 2024. Namun, proses penandatanganan terpaksa diundur hingga November.
Pejabat Johor juga mengungkapkan bahwa KEK di Johor ini berpotensi menciptakan sekitar 100.000 lapangan kerja baru di negara bagian tersebut dan diharapkan dapat meningkatkan perekonomian Malaysia sebesar USD26 miliar per tahun pada tahun 2030. Proyek ini diharapkan menjadi pendorong utama bagi pertumbuhan ekonomi kawasan dan memperkuat hubungan ekonomi antara Malaysia dan Singapura. BLOOMBERG
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News







