PENURUNAN HARGA GAS INDUSTRI: Penyerapan Jabar 100 Persen, Batam 93 Persen

harga gas industri
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menyalurkan gas perdana atau gas in kepada lima pelanggan industri di sektor baja dan logam. Lima pelanggan ini menikmati kebijakan harga gas USD6 sesuai Kepmen ESDM No.83/2020

Ketua Umum Akida Michael Susanto Pardi menyampaikan gas berkontribusi sekitar 30 persen dari biaya produksi, sehingga mampu menurunkan harga jual produk kimia dasar di dalam negeri sekitar 3-4 persen.

“Penurunan tarif gas membuat harga produk-produk dalam negeri sedikit turun, sehingga bisa mengerem banyaknya produk-produk yang banjir ke dalam negeri,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Kaca Lembaran dan Pengaman (AKLP) Yustinus Gunawan menyatakan efek penurunan tarif gas berdampak positif bagi kinerja pabrikan selama pandemi.

HBRL

AKLP mendata utilisasi industri kaca lembaran telah tumbuh 230 basis poin (bps) dari realisasi kuartal II 2020 ke posisi 57,5 persen pada kuartal III 2020. Adapun, angka tersebut akan naik ke level 60 persen pada kuartal IV 2020.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik (Inaplas) Fajar Budiono menyatakan gas merupakan komponen biaya produksi ketiga terbesar setelah bahan baku dan listrik, khususnya di industri petrokimia.

Sejak Juni lalu anggotanya mulai mampu bersaing di pasar ekspor. “Harga gas turun, biaya produksi turun, sehingga kami bisa berkompetisi,” terangnya.

Fajar menyebutkan sejumlah produk kimia yang diekspor antara lain polietilen, polipropilen, dan polivinil klorida sebanyak 50 ribu ton. Produk tersebut dikirim ke China.

Ekspor ini membantu menutupi penurunan permintaan di dalam negeri. Utilisasi pabrik yang sempat turun pada awal pandemi pun perlahan naik. “Sebelumnya turun 85 persen, sekarang sudah meningkat jadi 90 persen,” kata Fajar. (Can/ant)

|Baca Juga:

Pos terkait