Batam (gokepri.com) – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengembalikan vaksin jenis Pfizer ke Pemerintah Pusat. Hal ini dilakukan lantaran masih banyaknya stok vaksin yang ada di Kepri.
“Vaksinasi pfizer sudah pernah masuk ke Kepri tapi tidak kami gunakan jadi kami kembalikan lagi ke pusat agar tidak kedaluwarsa karena stok vaksinasi kita yang lain banyak,” kata Gubernur Kepri Ansar Ahmad di Aston Batam, Jumat (5/11).
Menurut Ansar, saat ini Kepri mendapatkan banyak pasokan vaksin Astrazeneca dan Sinovac dari negara tetangga yakni Singapura dan Malaysia.
|Baca Juga: Kepri Segera Vaksinasi Anak 6-11 Tahun setelah Petunjuk Teknis Turun
“Kita ada stok Astrazeneca dari Singapura dan dari Temasek juga ada 100 ribu dosis. Vaksin tidak ada masalah,” katanya.
Saat ini pemrov Kepri tengah berupaya menggesa vaksinasi bagi lansia. Sebab, perbedaan data antar pemerintah daerah dan pemerintah pusat membuat assesment PPKM di Kepri menjadi level dua.
“Yang harus kami gesa itu vaksinasi lansia karena dashboard (vaksinasi) kita dengan pusat beda kita harus kejar sampai 60 persen lagi ini,” katanya.
Penulis: Engesti Fedro
|Baca Juga: Program Sentra Vaksinasi Indonesia Bangkit di Medan Berakhir, Total 28 Ribu Dosis Vaksin Telah Warga Terima







