Kepri kirim kontingen ke Manokwari. Ajang seni sekaligus ruang moderasi beragama.
TANJUNGPINANG (gokepri) — Kepulauan Riau mengirim 67 peserta dan pendamping untuk mengikuti Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional 2026 di Manokwari, Papua Barat. Keikutsertaan tersebut tidak hanya membawa misi meraih prestasi, tetapi juga memperkuat persaudaraan dan moderasi beragama melalui seni musik gerejawi.
Pesparawi merupakan agenda nasional yang mempertemukan peserta dari seluruh provinsi di Indonesia. Ajang ini menjadi ruang ekspresi seni rohani sekaligus sarana membangun perjumpaan lintas daerah dalam bingkai kebhinekaan.
Baca Juga: PESPARAWI 2022: Stand Pameran Provinsi Kepri Diminati Ribuan Pengunjung di Yogyakarta
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kepulauan Riau Zoztafia mengatakan, Kepri mengirim kekuatan penuh yang terdiri dari peserta, pelatih, pendamping, dan ofisial. Kontingen berangkat dari Batam menuju Manokwari dalam dua gelombang, yakni pada 18 Juni dan 24 Juni 2026.
“Kepri mengirimkan kekuatan penuh sebanyak 67 orang, yang terdiri dari peserta, pelatih, pendamping, dan official,” ujar Zoztafia di Tanjungpinang, Kamis (18/6/2026).
Pesparawi Nasional 2026 berlangsung pada 18-28 Juni 2026. Seluruh rombongan dijadwalkan kembali ke Batam pada 28 Juni 2026 setelah menyelesaikan rangkaian kegiatan dan perlombaan.
Kontingen Kepri akan tampil pada sejumlah kategori. Paduan Suara Pria diwakili Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kota Batam. Paduan Suara Wanita diwakili LPPD Kota Tanjungpinang. Adapun kategori Vokal Solo Anak diwakili LPPD Kabupaten Karimun.
Menurut Zoztafia, Kanwil Kementerian Agama Kepulauan Riau menyiapkan pendampingan selama peserta berada di Manokwari. Langkah itu ditempuh untuk memastikan seluruh anggota kontingen dapat mengikuti kegiatan dengan baik.
“Kami melakukan pendampingan langsung menuju Manokwari guna memastikan seluruh peserta Pesparawi Kepri siap dan terjaga dengan baik,” kata Zoztafia.
Ia optimistis kontingen Kepri mampu menunjukkan kemampuan terbaik setelah menjalani berbagai persiapan. Namun, capaian yang diharapkan tidak semata-mata diukur dari hasil perlombaan.
Pesparawi juga dipandang sebagai sarana memperkuat moderasi beragama. Konsep ini merujuk pada cara pandang dan praktik beragama yang menghargai perbedaan serta mengedepankan sikap saling menghormati dalam kehidupan bermasyarakat.
Karena itu, pertemuan peserta dari berbagai daerah dinilai penting untuk memperluas pengalaman, mempererat persaudaraan, dan memperkuat rasa kebangsaan. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari penyelenggaraan Pesparawi.
Zoztafia berharap para peserta membawa pulang pengalaman yang dapat mendukung pembinaan keagamaan di Kepulauan Riau. Pengalaman itu diharapkan menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas seni musik gerejawi sekaligus memperkuat semangat kebersamaan di tengah masyarakat yang majemuk.
Pesparawi sendiri merupakan festival seni budaya dan musik rohani Kristen Protestan yang digelar setiap tiga tahun sekali. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut menjadi wadah pembinaan mental, spiritual, dan pengembangan talenta umat Kristiani dari berbagai daerah di Indonesia. ANTARA
Baca Juga: Memperkenalkan Pesona Kepri di Yogyakarta
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








