Jumlah penumpang Trans Batam terus bertambah. Tarif murah menjadi daya tarik utama.
BATAM (gokepri) — Bus Trans Batam kian diminati warga di tengah meningkatnya biaya hidup dan kebutuhan transportasi yang terjangkau. Dinas Perhubungan Kota Batam mencatat jumlah penumpang pada 2026 meningkat sekitar 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kenaikan jumlah pengguna menunjukkan angkutan umum mulai menjadi pilihan bagi sebagian warga perkotaan. Selain tarif yang relatif murah, layanan yang terus bertambah juga menjadi faktor pendorong.
Baca Juga: Trans Batam Tambah Layanan ke Bandara Hang Nadim
Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam Leo Putra mengatakan Trans Batam dirancang sebagai transportasi publik yang dapat diakses berbagai lapisan masyarakat.
“Dishub Batam tetap memberi harga terjangkau untuk masyarakat dengan tarif flat umum Rp 5.000 dan untuk pelajar Rp 2.500,” ujar Leo di Batam, Senin (22/6/2026).
Tarif tersebut menjadi salah satu pertimbangan penting bagi masyarakat yang menghadapi kenaikan biaya kebutuhan sehari-hari. Di tengah tekanan pengeluaran rumah tangga, ongkos transportasi menjadi komponen yang semakin diperhatikan.
Kepala UPT Trans Batam Bambang Sucipto mengatakan peningkatan penumpang terjadi di sejumlah koridor utama. Pertumbuhan tertinggi tercatat pada Koridor 2 Tanjung Uncang-Batam Centre, Koridor 8 Punggur-Jodoh, Koridor 1 Sekupang-Batam Centre, dan Koridor 3 Sekupang-Jodoh.
Menurut Bambang, peningkatan pengguna juga ditopang penambahan armada. Sebelumnya, Dishub Batam menambah 19 unit bus untuk memperkuat layanan pada sejumlah koridor dan mengurangi waktu tunggu penumpang.
Penambahan armada menjadi penting karena jumlah pengguna terus meningkat. Ketersediaan bus yang memadai berpengaruh terhadap kenyamanan dan ketepatan waktu perjalanan.
Dari sisi layanan, Trans Batam telah menerapkan sistem pembayaran nontunai sepenuhnya sejak 2023. Seluruh transaksi tiket kini menggunakan sistem elektronik.
“Pembayaran tiket Trans Batam sudah 100 persen cashless terhitung sejak 2023. Penggunaan QRIS dan uang elektronik perbankan saat ini hampir berimbang,” kata Bambang.
Pembayaran dapat dilakukan melalui QRIS, kartu uang elektronik perbankan, maupun aplikasi dompet digital seperti OVO dan GoPay. Sistem tersebut dinilai mempermudah transaksi sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.
Data Dishub Batam menunjukkan sekitar 80 persen pengguna Trans Batam berasal dari kalangan umum. Sisanya merupakan pelajar yang memperoleh tarif khusus.
Komposisi tersebut menunjukkan fungsi Trans Batam tidak lagi terbatas sebagai sarana mobilitas pelajar. Angkutan umum ini mulai menjadi pilihan pekerja dan masyarakat umum untuk aktivitas sehari-hari.
Pada 2026, Dishub Batam menargetkan pendapatan layanan Trans Batam mencapai sekitar Rp 15 miliar. Target itu sejalan dengan upaya meningkatkan jumlah pengguna dan memperluas jangkauan layanan.
Salah satu pengembangan yang tengah disiapkan adalah pembukaan rute menuju Bandara Internasional Hang Nadim. Layanan tersebut dijadwalkan mulai beroperasi pada 1 Juli 2026 sebagai pengembangan Koridor 7 Batam Centre-Nongsa.
“Dijadwalkan mulai tanggal 1 Juli. Ini merupakan pengembangan dari Koridor 7 yakni BTC-Nongsa,” ujar Bambang.
Menurut dia, kehadiran rute menuju bandara akan memudahkan mobilitas penumpang dari dan menuju Hang Nadim. Titik penurunan penumpang direncanakan berada di area pintu kedatangan bandara.
Pengembangan jaringan layanan menjadi salah satu tantangan transportasi publik di Batam. Di tengah pertumbuhan kota yang terus berlangsung, ketersediaan angkutan umum yang terjangkau dan terintegrasi menjadi kebutuhan untuk mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi. ANTARA
Baca Juga: Trans Batam Tambah Armada, Waktu Tunggu Dipangkas
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








