Pemodal Dalam Negeri Ramai-Ramai ke Kepri, Dari Investasi Rp492 Miliar kini Belasan Triliun

Investasi dalam negeri kepri
Proyek pembangunan apartemen Pollux Habibie di Batam Center, Kota Batam. (foto: OLX Singapore)

Batam (gokepri.com) – Investor dalam negeri melihat prospek cerah di Kepri. Jumlah investasi meningkat fantastis dari ratusan miliar menjadi belasan triliun dalam lima tahun terakhir.

Berdasarkan laporan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), nilai realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Kepri sepanjang 2020 menyentuh Rp14,2 triliun dengan 2.224 proyek.

Meski pandemi, investasi di Kepri tetap menggeliat karena nilai investasi sepanjang 2020 meningkat dibanding 2019. Jumlah investasi dalam negeri yang terealisasi di Kepri sepanjang 2019 hanya Rp5,6 triliun dengan 759 proyek. Naiknya hampor tiga kali lipat.

|Baca Juga: Realisasi Investasi PMA: Nomor Enam se-Indonesia, Kepri Favorit Pemodal Asing

Pada 2019, Kepri nomor 17 se-Indonesia berdasarkan tujuan investasi PDMN. Kepri naik tujuh peringkat pada 2020.

Secara peringkat sepanjang 2020, Kepri duduk nomor 10 se-Indonesia di bawah Jawa Timur (Rp55,6 triliun), Jawa Barat (Rp51,4 triliun), DKI Jakarta (Rp42,9 triliun), Riau (Rp34,1 triliun) dan Banten (Rp31,1 triliun).

Aliran modal dari pebisnis nasional yang masuk Kepri memang masih di bawah investor asing yang mencapai Rp22,4 triliun sepanjang 2020. Namun tren pemodal dalam negeri yang berbisnis di Kepri meningkat fantastis. Nilai investasinya meningkat signifikan dalam lima tahun terakhir. Dari hanya ratusan miliar menjadi belasan triliun, dari ratusan proyek jadi ribuan proyek.

|Baca Juga: Iklim Investasi di FTZ Batam Tetap Bergeliat

Pada 2019, pemodal dalam negeri mengalirkan modalnya ke Kepri senilai Rp5,6 triliun dengan 759 proyek. Dalam setahun, naik hampir tiga kali lipat. Sedang pada 2018, realisasi investasi PMDN di Kepri mencapai Rp4,3 triliun dengan 319 proyek.

Kenaikan signifikan terjadi sepanjang 2018 dibandingkan 2017. Pada periode itu, realisasi investasi PMDN di Kepri menyentuh Rp1,3 triliun dengan 198 proyek.

Sedangkan realisasi investasi sepanjang 2016 atau lima tahun lalu lebih kecil lagi. Nilai investasinya Rp492 miliar dengan 130 proyek.

Secara peringkat realisasi investasi PMDN di Indonesia, Kepri nomor 28 pada 2016. Dalam lima tahun, investasi PMDN di Kepri bisa menembus 10 besar atau melewati 18 provinsi.

Secara kumulatif, nilai investasi PMDN di Kepri dalam lima tahun terakhir atau periode 2016-2020 menyentuh Rp25,89 triliun dengan 3.630 proyek investasi.

Investasi PMDN di Kepri masih di bawah investor asing dalam periode yang sama. Nilai investasi Penanaman Modal Asing (PMA) di Kepri dalam lima tahun terakhir menyentuh USD5,24 miliar atau senilai Rp73,7 triliun dengan 5.918 proyek.

Peran PMDN

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan investor punya peran sangat luar biasa sebagai benteng pertahanan realisasi investasi.

“Jadi BKPM tidak hanya urus investor asing saja. Lima tahun terakhir investasi kita sudah mulai berimbang antara PMA dengan PMDN,” ujar Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers yang dilakukan secara daring pada Senin (25/1) di Kantor BKPM, Jakarta.

Secara kumulatif, pencapaian realisasi investasi tahun 2020 (Januari-Desember) berhasil mencapai Rp826,3 triliun atau 101,1% dari target Rp817,2 triliun. Sepanjang tahun 2020, realisasi investasi PMDN mencapai Rp413,5 triliun (50,1%), sedangkan PMA sebesar Rp412,8 triliun (49,9%). Perolehan pada tahun 2020 tersebut mampu menyerap hingga 1.156.361 TKI dengan total 153.349 proyek investasi.

|Baca Juga: Formosa Residence: Artha Utama Propertindo Mulai Serah Terima Unit Apartemen

Tercatat persebaran investasi pada triwulan IV tahun 2020 di luar Pulau Jawa mencapai Rp113,4 triliun (52,8%), melebihi investasi di Pulau Jawa sebesar Rp101,3 triliun (47,2%). Sedangkan, untuk periode sepanjang tahun 2020, realisasi investasi di luar Jawa sebesar Rp417,5 triliun (50,5%) lebih besar dibandingkan di Jawa sebesar Rp408,8 triliun (49,5%).

Secara akumulatif data realisasi investasi sepanjang tahun 2020, provinsi Jawa Barat masih menjadi lokasi favorit untuk berinvestasi dengan total realisasi investasi

sebesar Rp120,4 triliun (14,6%). Sedangkan, sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi tetap mendominasi dengan capaian sebesar Rp144,8 triliun (17,5%). Sementara Singapura yang merupakan negara hub bagi investor asing, masih menjadi negara asal terbesar realisasi investasi PMA yaitu USD9,8 miliar (34,1%).

(Can)

|Baca Juga:

BAGIKAN