Iklim Investasi di FTZ Batam Tetap Bergeliat

investasi batam
Layanan investasi di Mal Pelayanan Publik Kota Batam. (istimewa)

Batam (gokepri.com) – Iklim investasi di FTZ Batam tetap bergeliat meski pandemi. Jumlah investasi asing yang mendapat persetujuan sepanjang Januari-September 2020 tetap banyak menyentuh ratusan juta dolar.

Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal, penanam modal asing yang disetujui hingga September 2020 atau triwulan ketiga senilai USD389 juta yang berasal dari 1.231 proyek.

“Nilai investasi PMA di Batam sempat mengalami penurunan di Triwulan II akibat pandemi Covid-19 yang sempat melemahkan beberapa sektor ekonomi di Kota Batam. Meski demikian, jumlah investasinya mengalami peningkatan, yaitu dari US$118 juta menjadi USD270 juta pada Triwulan III 2020 ini,” papar Direktur Pelayanan Lalu Lintas Barang dan Penanaman Modal BP Batam, Harlas Buana, pekan lalu.

HBRL

Sektor Industri Mesin dan Elektronik menjadi penyumbang utama pada realisasi investasi tahun ini, dengan total 223 proyek dengan nilai investasi USD259 juta.

Selain itu, sektor Industri Kendaraan Bermotor dan Alat Transportasi Lain dan sektor Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran juga menyumbang peningkatan investasi di triwulan III 2020.

Hingga Triwulan ketiga 2020, berdasarkan nilai investasi, Luksemburg merupakan negara tertinggi yang menanamkan investasinya sebesar USD140 juta dengan 5 proyek.

Sedangkan berdasarkan jumlah proyek per negara (lima besar), hingga Triwulan III, Singapura masih merupakan negara terbanyak dengan total 625 proyek dan nilai investasi USD132 juta.

Disusul Malaysia dengan 113 proyek dengan nilai investasi sebesar USD12.201,5 juta. Kemudian, RRT dengan 84 proyek dan nilai investasi sebesar USD21.414,6 juta. Taiwan dan Jepang, masing-masing USD13.057,2 juta dan USD10.270,9 juta. Lalu Australia sebanyak 40 proyek dengan nilai investasi USD16.790,3 juta.

Harlas berharap, realisasi investasi ini mampu meningkatkan gairah investasi PMA di Batam, serta menyerap tenaga kerja di Batam meskipun masih dalam pandemi Covid-19.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, beberapa waktu lalu menyampaikan, meski terkendala pandemi Covid-19, Batam masih menjadi salah satu destinasi investasi untuk menanamkan modal. Hal ini menandakan optimisme para penanam modal terhadap iklim investasi di Batam.

(ard/can)

|Baca Juga: Tahun 2021, Momentum Kebangkitan Ekonomi Batam

 

Pos terkait