Tiga jalan lingkar Batam mulai dibangun tahun ini. Proyek dijadwalkan rampung bertahap hingga 2029.
BATAM (gokepri) – Proyek pengerjaan tiga jalan lingkar Batam bergulir tahun ini. Pemerintah Kota Batam merancang penyelesaian infrastruktur ratusan miliar rupiah tersebut secara bertahap hingga tahun 2029 mendatang.
Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam membidik target pengaspalan lintasan sejauh 3,5 kilometer sepanjang tahun 2026. Mereka mengintegrasikan pembuatan jalur aspal baru dengan rute lama agar jaringan transportasi segera terhubung.
Baca Juga: Batam Rancang Tiga Koridor Jalan Lingkar, Butuh Anggaran Rp799,5 Miliar
Kepala DBMSDA Batam Metra Dinata mengonfirmasi skema pengerjaan proyek infrastruktur ini berjalan dengan menyesuaikan ketersediaan anggaran. “Denahnya dibagi, ada yang masuk pekerjaan tahun ini, tahun 2027, 2028 dan 2029,” ucapnya, Senin 28 September 2026.
Proyek perdana Lingkar Selatan langsung menyedot anggaran Rp183,32 miliar guna mencetak lintasan aspal sepanjang 10,075 kilometer. Rute lintasan ini membentang dari Simpang Sei Pancur, Simpang Kampung Bagan, hingga sisi laut Waduk Duriangkang.
Ujung aspal jalur selatan tersebut nantinya berakhir di sekitar kawasan Simpang Bumi Perkemahan. Pengaspalan tahun ini berfokus menyambung akses jalan dari Simpang Sei Pancur menuju kantor camat setempat.
Pekerja proyek bersiap meneruskan pengaspalan dari kantor camat menuju Dam Duriangkang pada tahun depan. Otoritas juga menggarap proyek Lingkar Utara senilai Rp260,42 miliar guna merampungkan jalur sepanjang 14,508 kilometer.
Lintasan utara ini menghubungkan area Simpang Golden Prawn, Jembatan Sungai Bengkong, hingga kawasan Bundaran Ocarina. Jalur tersebut juga membelah Gedung Sumatera Expo, Central Boulevard, Botania Garden, dan Simpang Kaveling Sambau.
Pemerintah segera membangun jembatan penghubung dari area Sungai Bengkong menuju Bundaran Ocarina pada tahun 2027 mendatang. DBMSDA mencatat rute sepanjang 300 meter dari Bundaran Ocarina menuju Gedung Sumatera Expo sudah berwujud aspal mulus.
Proyek Lingkar Tengah memakan biaya tertinggi mencapai Rp355,76 miliar guna membuka trase terpanjang sejauh 18,558 kilometer. Jalur ini meretas akses dari Simpang Kantor Lurah Kibing, Jalan Diponegoro, hingga area Tiban Housing.
Rute aspal tengah tersebut terus memanjang menyusuri kawasan Tiban Indah, Tanjung Uma, lalu berakhir di Pondok Pelangi. Pemerintah bersiap mengawali pengaspalan akses masuk menuju area Tiban Housing pada awal tahun depan.
Target penyelesaian panjang lintasan ketiga rute lingkar ini akan bertambah sejauh 4,767 kilometer pada tahun 2027. Kelancaran pengerjaan jalan baru ini sangat bergantung pada kepastian pendanaan serta kondisi rute lama. ANTARA
Baca Juga: Batam Mulai Bangun Jalan Lingkar Selatan, Proyek Rp130,78 Miliar Ditarget Rampung 2029
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News







