Pahlawan Bulu Tangkis Itu Berpulang

Markis Kido Pahlawan Bulu Tangkis
Markis Kido (kanan) dan Hendra Setiawan ketika menghadapi pasangan ganda Jepang Hirokatsu Hashimoto dan Noriyasu Hirata saat perempat final Thomas Cup di Wuhan, China, 23 Mey 2012. REUTERS/Stringer

Batam (gokepri.com) – Markis Kido, pahlawan bulu tangkis yang berulang kali mengharumkan nama Merah Putih di mata dunia, meninggal pada usia 36 tahun.

Peraih medali emas ganda Olimpiade itu meninggal dunia karena serangan jantung berdasarkan pernyataan Badminto World Federation (BWF) lewat sebuah tweet pada Senin 14 Juni 2021.

Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menyatakan mantan pemain Candra Wijaya menyaksikan Kido pingsan saat bermain bulu tangkis di GOR Petrolin Tangerang. Kido bermain bulu tangkis di tempat tersebut setiap hari Senin.

Mantan pebulu tangkis kelahiran Jakarta, 11 Agustus 1984, itu dinyatakan meninggal dunia tidak lama setelah tiba Rumah Sakit Omni Alam Sutera sekitar pukul 19.17 WIB.

“Hari ini keluarga besar bulu tangkis Indonesia sangat berduka dengan berpulangnya Markis Kido,” kata Ketua Umum PBSI Agung Firman Sampurna.

“Markis Kido pahlawan bulu tangkis yang telah berulang kali mengharumkan nama Merah Putih di panggung bulu tangkis dunia.”

“Meninggalnya Kido merupakan sebuah kehilangan besar bagi dunia bulu tangkis Indonesia yang tengah bersiap menghadapi Olimpiade Tokyo,” ucap Agung.

“Untuk keluarga yang ditinggalkan, semoga diberi ketabahan,” tutur Agung menambahkan.

Markis Kido, spesialis ganda itu meraih emas di Olimpiade Beijing 2008 berpasangan dengan Hendra Setiawan, setahun setelah pasangan itu memenangkan gelar ganda putra pada kejuaraan dunia di Kuala Lumpur.

Dia juga memenangkan gelar Piala Dunia 2006 dan emas Asian Games empat tahun kemudian, juga bermitra dengan Hendra Setiawan.

Berpulangnya Kido menjadi kehilangan besar bagi keluarga bulu tangkis Indonesia, yang saat ini sedang mempersiapkan diri untuk Olimpiade Tokyo bulan depan. (Can)

|Baca Juga: Selamat Jalan Trisutji Kamal

Pos terkait