Operator Feri soal Dugaan Kartel Tiket Batam-Singapura: Tiket Mahal karena Biaya Operasional

Kartel tiket feri Batam-Singapura
Kapal feri di Terminal Feri Internasional Batam Centre. (Foto: gokepri)

Batam (gokepri.com) – Batamfast, salah satu operator Feri Batam-Singapura, menolak tudingan yang menduga ada praktik kartel dalam penetapan harga tiket.

Dugaan itu mencuat setelah Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) wilayah 1 awal pekan ini menyatakan ada dugaan praktik kartel di Batam terkait harga tiket feri tujuan Singapura.

Pangkalnya bermula dari harga tiket feri Batam-Singapura yang menjulang pasca pelonggaran perjalanan internasional.

Harga tiket Batam-Singapura sempat menyentuh Rp800.000 untuk perjalanan pergi dan pulang. Kemudian harganya diturunkan menjadi Rp700.000. Harga ini naik dua kali lipat dibanding harga sebelum pandemi yang hanya Rp300.000 hingga Rp400.000.

Salah satu operator, Ferry Internasional Batam Fast, Marbun menepis isu adanya dugaan Kartel yang mengarah ke mereka.

“Saya tahu persis itu kartel. Yang dimaksud Ketua Kadin Batam itu saya tidak mengerti,” kata dia saat dihubungi Selasa 28 Juni 2022.

Menurut dia, masih tingginya harga tiket saat ini disebabkan biaya operasional yang tinggi. Saat disinggung mengenai jumlah kunjungan wisatawan ke Batam, ia belum bisa menunjukkan data kunjungan dengan alasan masih pelatihan.

“Nanti saya lihat pengaduan Jadi (Ketua Kadin Batan) itu. Tapi kami tidak seperti itu,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kepri Buralimar mengatakan, harga tiket feri Batam-Singapura akan turun secara bertahap.

Ia juga sudah berkoordinasi dengan beberapa stalkholder jika nantinya harga tiket tak kunjung turun bakal diadakan audit.

“Surat kami sudah masukkan surat ke mereka dan mereka berjanji akan turun secara perlahan, saya sudah koordinasi dengan Kepala Dinas Perhubungan apabila harga tiket tidak turun juga nanti ada mekanismenya mungkin ada auditnya tentang harga tiket,” kata dia.

Pihaknya juga sudah melayangkan surat kepada operator feri agar harga tiket bisa ditekan. Sebab, walaupun harga tiket saat ini sudah turun masih sangat memberatkan bagi wisatawan.

“Kami sudah surati, tunggu saja,” kata dia

Menurut dia, isu dugaan kartel yang berkembang saat ini tak perlu dibesar-besarkan. Sebab hal itu dapat menimbulkan keresahan di dunia pariwisata.

“Tidak perlu diboomingkan kartel itu, nanti menimbulkan keresahan dikalangan dunia pariwisata. Kalau pariwisata itu diselesaikan dengan sejuk di kedai kopi, tidak usah marah-marah, kita harapkan dalam waktu dekat turun,” kata dia.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepri Junaidi mengatakan masih melihat perkembangan harga tiket dan adanya dugaan kartel oleh sejumlah operator Ferry.

“Kami lihat dulu perkembangannya beberapa bulan ke depan, untuk mekanisme auditnya juga,” kita dia.

Penulis: Engesti

Pos terkait