BATAM (gokepri) — Nuryanto-Hardi Selamat Hood memperoleh dukungan dari Partai Gelora dan Partai Buruh untuk maju ke pilkada Batam.
Partai Gelora bahkan sudah memberikan formulir B1 KWK kepada Nuryanto-Hardi yang maju sebagai calon walikota-wakil walikota Batam. Formulir tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Partai Gelora, Anis Matta, di Kantor DPP Partai Gelora, Jakarta Pusat, Selasa 27 Agustus 2024.
Dengan bergabungnya Partai Gelora dalam koalisi pendukung Nuryanto-Hardi, kini pasangan tersebut telah mendapatkan dukungan dari dua partai politik. Sebelumnya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) juga telah mengeluarkan formulir B1 KWK sebagai syarat pendaftaran pasangan ini.
Ketua Partai Gelora Batam, Riky Indrakari, membenarkan penyerahan surat rekomendasi B1 KWK dari DPN Gelora kepada Nuryanto-Hardi. Ia menyatakan bahwa DPD Gelora Batam, bersama dengan partai koalisi lainnya, akan segera mendaftarkan pasangan ini ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam.
“Kami, Partai Gelora Kota Batam, resmi mengusung pasangan calon Nuryanto dan Hardi Selamat Hood dari PDIP untuk memenangkan Pilkada serentak Kota Batam pada 17 November 2024 mendatang,” ujar Riky, Selasa (27/8/2024).

Rencana pendaftaran Nuryanto-Hardi ke KPU dijadwalkan pada Kamis (29/8/2024) siang, setelah pelantikan anggota DPRD Batam terpilih periode 2024-2029.
“Insyaallah, pendaftaran ke KPU tentatif pada Kamis (29/8/2024),” kata Riky yang pernah menjabat anggota DPRD Batam.
Formulir B1 KWK merupakan syarat penting yang harus dipenuhi oleh bakal calon, sesuai dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 8 Tahun 2024 tentang Pencalonan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Tanpa formulir ini, pasangan calon tidak dapat mendaftar ke KPU untuk ikut serta dalam pemilihan.
Nuryanto menyambut baik dukungan dari Partai Gelora. Menurutnya, rekomendasi ini menunjukkan komitmen kuat Partai Gelora untuk mendukung pasangan Nuryanto-Hardi di Pilkada Batam. “Alhamdulillah, kami sangat menyambut baik rekomendasi ini. Semoga partai-partai lain di luar parlemen juga dapat bergabung mendukung kami,” ujar Nuryanto.
Untuk diketahui, Partai Gelora meraih 7.065 suara (1,14 persen) pada Pileg Batam 2024. Sedangkan Partai Buruh 6.268 suara (1,01 persen). Sesuai putusan MK yang menurunkan ambang batas pencalonan, partai nonparlemen memungkinkan mengusung calon. Untuk di Batam, Partai Buruh dan Gelora harus berkoalisi dengan parpol lain.
Baca: Setelah Putusan MK, Bagaimana Arah Politik Partai Nonparlemen di Pilkada Batam
PDIP Usung Nuryanto-Hardi Hood
Diberitakan sebelumnya, atas restu Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Nuryanto akhirnya memilih terjun ke gelanggang pemilihan walikota Batam. Cak Nur siap jika harus melepas kursi DPRD Batam yang sudah ia jabat selama empat periode.
Lewat dua rekaman suara, Ketua DPC PDIP Batam Nuryanto menjawab pertanyaan yang dilayangkan gokepri via Whatsapp, Selasa siang, 27 Agustus 2024. Pertanyaannya ihwal benarkah ia sudah diusung partainya maju ke pilkada Batam. Langkah PDIP ini akan mengubah peta politik pilkada di Batam yang sebelumnya dikuasai gabungan parpol pendukung Amsakar Achmad-Li Claudia Chandra.
Jawaban Nuryanto mengamini informasi yang ramai beredar sejak pagi. PDIP mengusung kadernya sendiri, Nuryanto, bersama mantan senator Kepri, Hardi Hood, untuk melawan Amsakar-Li Claudia.
Nuryanto menyatakan sudah berada di Jakarta pada hari ini, Selasa. Ia merapat ke DPP PDIP untuk menjemput surat rekomendasi. “Mohon doa restunya. Alhamdulillah,” ujar pria yang akrab disapa Cak Nur.
Ia lalu menerangkan soal kesiapannya maju ke gelanggang kompetisi walikota Batam. Menurut Nuryanto, dalam setiap kompetisi, baik itu pertandingan atau pemilihan demokratis, kekalahan dan kemenangan adalah risiko yang harus diterima. Ia menjelaskan bahwa sebagai seorang peserta dan petarung, prinsip hidupnya adalah selalu siap menghadapi kemungkinan terburuk terlebih dahulu.
“Jika kita sudah mempersiapkan diri untuk kemungkinan terburuk, insya Allah kita akan lebih siap ketika menerima hasil yang baik, seperti kemenangan. Mental harus dipersiapkan, baik untuk kemungkinan terburuk maupun ketika kita mencapai kemenangan,” katanya.
Maju ke pentas pilkada membuat Cak Nur harus memilih. Sesuai aturan, ia harus melepas jabatannya sebagai anggota DPRD Batam. Ia menyatakan siap mundur demi mengikuti kontestasi pilkada. “Sudah menjadi konsekuensi. Karena kami ini petarung,” kata dia.
Cak Nur juga mengungkapkan ia berpasangan dengan Hardi Selamat Hood untuk bertarung di Pilkada Batam. Keputusan ini diambil berdasarkan hasil pleno internal DPP PDIP.
Saya baru saja menerima rekomendasi dari pleno, bahwa saya akan berpasangan dengan Pak Hardi,” katanya.
Nuryanto-Hardi akan membangun koalisi dengan beberapa partai nonparlemen seperti Partai Gelora dan Partai Buruh. “Kami akan mempersiapkan konsolidasi dan kegiatan lainnya. Ada komunikasi yang aktif dengan berbagai pihak, termasuk partai-partai nonparlemen seperti Gelora dan Buruh,” ujarnya.
Diusung PDIP, keduanya bersaing dengan Amsakar Achmad-Li Claudia Chandra yang diusung 11 partai di KIM Plus, gabungan parpol pendukung pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming.
Nuryanto adalah Ketua DPC PDIP Batam dan Ketua DPRD periode 2019-2024. Ia pernah bertarung dalam pilkada Batam sebagai calon wakil walikota Batam bersama Nada Faza Soraya pada pilkada 2010.
Hardi adalah mantan anggota DPD RI daerah pemilihan Kepri selama dua periode 2009-2014 dan 2014-2019. Ia lahir di Kundur, Karimun. Berusia 61 tahun. Pria lulusan Sarjana di IKIP Bandung dan S2 STIA Yappan Jakarta ini banyak dikenal sebagai tokoh pendidikan dan tokoh masyarakat Melayu.
Dengan diusungnya Nuryanto-Hardi, maka kemungkinan besar pilkada Batam tak ada kemunculan kotak kosong. Mereka akan bersaing dengan Amsakar Achmad-Li Claudia Chandra yang diusung koalisi gemuk 11 partai yang tergabung dalam KIM Plus, partai pendukung pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Mayoritas partai peraih kursi DPRD Batam ada di belakang Amsakar-Li.
Baca:
- Setelah Putusan MK, Bagaimana Arah Politik Partai Nonparlemen di Pilkada Batam
- Nuryanto: Kalah dan Menang, Risiko Petarung dalam Demokrasi
- Hardi Selamat Hood Dampingi Nuryanto Maju Pilkada Batam
- Peta Baru Pilkada Batam, PDIP Usung Nuryanto Jadi Calon Walikota
Peta baru pilkada Batam ini muncul setelah putusan MK yang mengubah konstelasi. Amsakar-Li Claudia sebelum putusan nomor 60 itu terbit, berpeluang besar menjadi calon tunggal dan tak ada lawan.
PDIP yang menjadi satu-satunya partai peraih kursi yang tidak diajak koalisi besar Amsakar-Li Claudia, memungkinkan mengusung calonnya sendiri. Perolehan suara PDIP 83.601 (13,53%), memenuhi syarat ambang batas putusan MK nomor 60.
11 parpol peraih kursi yang mengusung Amsakar-Li yakni PKB, Gerindra, Golkar, Nasdem, PKS, PKN, Hanura, PAN, Demokrat, PPP dan PSI. Gabungan total suara mereka mencapai 508.434 atau mencapai 82,26%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Engesti Fedro, Muhammad Ravi









