Mengenal Moldova, Salah Satu Negara Miskin di Eropa

Negara termiskin di Eropa
Warga berdansa di Chisinau, Moldova. Foto: AFP

BATAM (gokepri) – Moldova, negara bekas Uni Soviet yang terletak antara Rusia dan Eropa, menolak untuk bergabung dengan Uni Eropa. Meski kaya akan industri anggur dan sejarahnya, Moldova merupakan salah satu negara termiskin di Eropa.

Moldova, pada 20 Oktober lalu memilih “tidak” dalam referendum untuk bergabung dengan Uni Eropa (UE), semakin banyak dibicarakan sejak Rusia menginvasi Ukraina.

Meskipun dikenal karena industri anggurnya dan biara-biara Ortodoks, Moldova adalah salah satu negara paling sedikit dikunjungi di Eropa. Konflik yang membeku di wilayah Transnistria, yang mayoritas penduduknya berbahasa Rusia, menjadi isu politik utama.

Berikut adalah lima hal yang perlu Anda ketahui tentang Moldova, negara bekas Uni Soviet dengan populasi 2,6 juta jiwa, yang terletak di antara Ukraina dan Romania, negara anggota UE.

1. Terletak di Antara Rusia dan Eropa

Moldova mengajukan permohonan untuk bergabung dengan UE setelah Rusia menginvasi Ukraina pada tahun 2022. Pada Juni 2024, UE mulai melakukan pembicaraan untuk proses aksesi. Moldova terjebak antara dua kekuatan besar: Moskow dan Brussel, yang mencerminkan sejarah rumit dan masyarakatnya yang terbelah.

Selama berabad-abad, Moldova berada di bawah kekuasaan Kekaisaran Ottoman, kemudian Rusia, dan sempat menjadi bagian dari Romania. Dari tahun 1940, Moldova menjadi Republik Sosialis Soviet Moldavia sebelum meraih kemerdekaan pada tahun 1991.

Bahasa utama yang digunakan adalah bahasa Romania, meskipun bahasa Rusia juga umum. Banyak warga Moldova bekerja di negara-negara UE dan Rusia. Ada pula populasi minoritas Turkik yang berbicara dalam bahasa Gagauz, yang diakui sebagai bahasa yang terancam punah oleh UNESCO.

2. Salah Satu Negara Termiskin di Eropa

Menurut data dari Bank Dunia, pada tahun 2023, PDB per kapita Moldova sebesar US$6.650, jauh lebih rendah dibandingkan dengan Prancis. Moldova sangat bergantung pada kiriman uang dari warganya yang bekerja di luar negeri, yang menyebabkan penurunan jumlah penduduk usia kerja.

Moldova memiliki salah satu tingkat pengangguran tertinggi di Eropa, terutama di kalangan populasi Roma. Angkatan bersenjatanya terdiri dari 6.500 orang dan sebagian besar menggunakan peralatan militer era Soviet yang sudah usang.

3. Anggur dan Pariwisata yang Menarik Perhatian

Moldova memiliki iklim yang ideal untuk pertanian dengan 300 hari sinar matahari per tahun, terutama untuk kebun anggur. Industri anggur merupakan sektor utama ekonomi negara ini, berkontribusi 3 persen terhadap PDB dan 8 persen dari total ekspor.

Anggur Moldova diekspor ke lebih dari 70 negara. Meskipun luasnya sedikit lebih besar dari Belgia, Moldova memiliki 117.000 hektar kebun anggur, menjadikannya negara dengan proporsi lahan kebun anggur terbesar di dunia. Moldova termasuk di antara 20 produsen anggur terbesar di dunia, menurut Organisasi Internasional untuk Anggur dan Anggur.

4. Wilayah yang Memisahkan Diri

Wilayah Transnistria, yang didukung oleh Rusia, menjadi salah satu masalah paling rumit bagi Moldova. Wilayah yang berbahasa Rusia ini memisahkan diri setelah perang sipil singkat pasca runtuhnya Uni Soviet. Moskow memberikan dukungan kepada wilayah yang dihuni sekitar 465.000 orang ini, meskipun tidak diakui oleh negara lain.

Rusia menempatkan sekitar 1.500 tentara dan menyimpan amunisi yang besar di Transnistria, meskipun Moldova telah meminta agar wilayah tersebut dinyatakan demiliterisasi.

Baca: Cari Penduduk Baru, Kota Tua di Italia Jual Rumah Mulai Harga Rp53.000

5. Referensi Budaya Populer

Moldova, sebagai salah satu negara paling tidak dikenal di Eropa, menginspirasi penulis untuk menciptakan negara fiksi dengan nama serupa. Dalam komik karya Herge, Tintin mengunjungi negara bernama Syldavia. Sekelompok komedian Australia juga membuat panduan parodi untuk negara Eropa Timur yang fiktif bernama “Molvania”.

Di buku lain, “Playing The Moldovans At Tennis”, komedian Inggris Tony Hawks menceritakan upayanya untuk memenangkan taruhan bahwa ia dapat mengalahkan seluruh tim sepak bola Moldova di lapangan tenis.

Dengan segala kompleksitas dan daya tariknya, Moldova tetap menjadi negara yang menarik untuk dijelajahi dan dipahami lebih dalam. AFP

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait