Cari Penduduk Baru, Kota Tua di Italia Jual Rumah Mulai Harga Rp53.000

rumah murah di italia
Kota Sambuca di Sisilia, Italia. Foto: Simone Padovani/Awakening/Alamy Stock Photo

Sisilia, Italia (gokepri) – Kota-kota kecil di Italia yang penduduknya semakin menipis berupaya keras menarik minat penduduk baru. Salah satu caranya dengan menjual rumah seharga 3 euro atau setara Rp53.000.

Namun, beberapa kota menghadapi kesulitan karena tak bisa menemukan pemilik asli bangunan terbengkalai. Sementara itu, kota Sambuca di Sisilia, Italia, justru kebanjiran peminat.

Baca Juga:

Setelah sukses menjual rumah dalam program serupa pada 2019 dan 2021, Sambuca kembali menawarkan belasan rumah dengan harga mulai 3 euro (sekitar Rp53.000) melalui lelang.

“Kami ingin menegaskan bahwa dengan adanya penomoran tahap ini, kemungkinan besar akan ada penjualan lanjutan di tahun-tahun mendatang,” ujar wali kota terpilih Giuseppe Cacioppo kepada CNN. “Pembeli asing berbondong-bondong membeli rumah kami, program ini sejauh ini sukses.”

Cacioppo mengajak calon pembeli yang sedang berada di Italia untuk mengunjungi Sambuca dan melihat sekitar 12 rumah yang akan dilelang.

“Waktunya tepat,” kata dia. “Turis dan calon pembeli yang saat ini sedang berwisata ke Italia, serta mereka yang merencanakan perjalanan pada musim semi dan panas bisa datang melihat-lihat.”

Menurut Cacioppo, rumah-rumah yang tersedia terletak di distrik Saracen tua. Kondisinya “secara struktural stabil seperti yang sudah terjual sebelumnya” tetapi membutuhkan renovasi.

rumah murah di italia
Rumah di Sambuca. Foto: Comune Sambuca

Sambuca menjadi berita utama dunia pada 2019 ketika CNN mengumumkan bahwa mereka menjual 16 rumah seharga 1 euro. Dua tahun kemudian, kota ini menawarkan program serupa dengan harga 2 euro.

Program “obral” ini, yang menarik pembeli internasional hingga dari Timur Tengah, telah membantu meningkatkan perekonomian lokal dengan masuknya dana 20 juta euro (sekitar Rp351 miliar).

Dana tersebut termasuk pendapatan dari B&B baru, toko-toko baru yang dibuka di kota, serta kontrak dengan pembangun, arsitek, surveyor, desainer interior, dan notaris.

“Dua tahap penjualan rumah milik pemerintah kota tersebut telah merevitalisasi sektor properti swasta. Orang-orang yang ingin mendapatkan rumah lewat lelang tapi tidak menang pada akhirnya justru membeli rumah murah. Sejauh ini, 250 rumah telah terjual,” kata Cacioppo.

Kesuksesan Sambuca menjual rumah kosong mereka sebagian besar disebabkan oleh kepemilikan pemerintah kota atas bangunan terbengkalai yang ingin mereka lepas tangan.

Kota terpencil Italia lainnya, seperti desa abad pertengahan Patrica yang terletak di selatan Roma, telah mencoba meluncurkan skema serupa, tetapi kesulitan melacak pemilik lama untuk mendapatkan izin menjual rumah kosong mereka.

Harapan untuk Bangkit Kembali

Pemda Sambuca mengambil alih kepemilikan rumah-rumah terbengkalai di kota itu setelah gempa bumi melanda Lembah Belice pada 1969. Bencana alam tersebut membuat penduduk setempat mengungsi, meninggalkan rumah-rumah kosong.

rumah murah di italia
Foto: Comune Sambuca

“Pemerintah Roma saat itu menyetujui undang-undang khusus untuk revitalisasi Sambuca yang memberikan kepemilikan rumah terbengkalai kepada balai kota, sehingga kami dapat melepaskan kepemilikan ini sesuai keinginan, dan tidak ada agen perantara,” kata Cacioppo.

Ini berarti proses penjualan jauh lebih cepat, karena Pemda tidak perlu menjadi penghubung antara pemilik dan pembeli.

Rumah yang ditawarkan kali ini terdiri dari rumah berlantai satu, dua, atau tiga kamar tidur seluas 50 hingga 80 meter persegi yang dibangun dengan batu berwarna cokelat keemasan dan memiliki balkon besi tempa yang menghadap gang berbatu dan teras panorama.

Beberapa rumah dalam kondisi terbaik memiliki halaman dalam Moorish kecil dengan pohon lemon dan lantai keramik majolica tua yang dicat.

Namun, sebagian besar rumah rusak parah dan dipenuhi barang-barang terlupakan serta tumpukan furnitur rusak dan berdebu.

Tergantung pada kondisi properti, biaya renovasi biasanya mulai dari €30.000 (sekitar Rp450 juta) untuk perbaikan sederhana, tetapi bisa naik menjadi lebih dari €200.000 (sekitar Rp3 miliar) jika pembeli berencana mengubah rumah menjadi tempat peristirahatan mewah.

Pasangan asal Amerika Serikat yang membeli rumah murah di kota tersebut bahkan menambahkan lift internal.

Banyak dari pembeli yang memenangkan lelang sebelumnya akhirnya membeli lebih banyak properti di kota.

Hal ini sering terjadi pada rumah yang saling menempel, yang artinya bisa dikembangkan menjadi satu properti besar.

Banyak Peminat

Melihat tingginya minat pembeli asing terhadap program rumah murah, warga lokal Sambuca tak mau ketinggalan. Mereka berlomba-lomba menjual garasi atau loteng tua yang terbengkalai.

Para pembeli yang tertarik dengan lokasi terpencil di Sisilia ini, jauh dari keramaian turis, sebagian besar berasal dari Amerika Serikat. Hal ini turut menciptakan “Little America” di Sambuca. Kini, banyak warga lokal, bahkan yang berusia lanjut, bisa berbahasa Inggris dengan logat Sisilia.

“Dulu, warga asing jarang terlihat di sini. Tapi sekarang, mereka sudah menjadi bagian dari Sambuca,” ujar Cacioppo sambil berkelakar. Komunitas ekspatriat kini menjadi bagian penting dari penduduk kota.

Tahun lalu, balai kota Sambuca membuka ruang kerja jarak jauh (remote working space) untuk menarik para pekerja digital global. Mereka menawarkan penginapan gratis dan memperkuat koneksi Wi-Fi di seluruh gang sempit kota.

“Kini, kota kami semakin dikenal,” kata Cacioppo.

Rumah-rumah di Sambuca yang akan dilelang nanti akan diberikan kepada penawar tertinggi. Tawaran tersebut akan ditulis dalam amplop tertutup dan dibuka di hadapan hakim setelah batas waktu pendaftaran.

Peserta lelang wajib membayar deposit jaminan sebesar 5.000 euro (sekitar Rp87 juta). Jika kalah dalam lelang, uang tersebut akan langsung dikembalikan. Namun, jika menang, uang 5.000 euro otomatis menjadi deposit jaminan renovasi.

Aturan program ini mewajibkan pembeli untuk menyelesaikan renovasi rumah mereka dalam waktu tiga tahun. Jika tidak, mereka berisiko kehilangan deposit jaminan. Bagaimanapun, selama ini balai kota bersikap fleksibel dengan tenggat waktu karena pandemi, memberikan waktu tambahan untuk menyelesaikan pekerjaan selama dan setelah Covid-19.

Pada penjualan sebelumnya, harga rumah yang berhasil dilelang berada di kisaran 1 hingga 25.000 euro (sekitar Rp439 juta), dengan harga terbanyak antara 5.000 euro (sekitar Rp87 juta) hingga 10.000 euro (sekitar Rp165 juta).

Calon pembeli yang tertarik dapat menemukan foto dan deskripsi rumah yang tersedia, beserta formulir pendaftaran, di situs web resmi balai kota. CNN

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

BAGIKAN