Mengenal Cethe, Seni Menghias Rokok Menggunakan Ampas Kopi

Cethe seni menghias rokok
Karya seni cethe yang dipamerkan dalam Jakarta Coffee Week 2023 di ICE BSD City, Tangerang, Banten, Sabtu (4/11/2023), Foto: ANTARA

Jakarta (gokepri.com) – Para seniman tidak henti berkreativitas. Saat ini ada komunitas yang giat mengenalkan Cethe. Sebuah seni menghias rokok menggunakan ampas kopi.

Seni Cethe diperkenalkan dalam Jakarta Coffee Week 2023 di ICE BSD City, Tangerang, Banten, Sabtu 4 September 2023.

Salah satu pegiat cethe, Dany Agus Setiawan mengatakan cethe berasal dari Tulungagung, Jawa Timur dan sudah menjadi tradisi di kota asalnya.

Baca Juga: Sukses Digelar, Festival Kopi Merdeka Didorong Jadi Event Tahunan

“Tulungagung selain disebut sebagai ‘Kota Marmer’ juga disebut ‘Kota Cethe’,” kata Dany.

Ia menjelaskan proses membuat cethe. Ada treatment khusus yang harus dilakukan untuk membuat karya seni tersebut.

Sebelum digunakan untuk menghias rokok, ampas kopi dikeringkan dengan ditutup tisu selama beberapa saat dan kemudian material tersebut dicampurkan dengan susu kental manis dengan perbandingan 2:1.

Jika masih terlalu kental, campuran itu dapat ditambahkan susu kental manis lagi atau air agar dapat digunakan dengan mudah untuk menghias rokok menggunakan tusuk gigi.

Di Tulungagung kompetisi seni cethe ini digelar setiap beberapa bulan sekali. Setiap seniman yang ikut kompetisi punya teknik dan ciri khas masing-masing.

“Jadi, setiap orang punya ciri khas masing-masing, misalnya ada yang suka menggambar motif batik, simetris, atau abstrak,” kata Dany.

Biasanya ada beberapa kriteria penilaian, di antaranya keunikan motif, kerapian hasil karya, serta kebersihan gambar.

Menurut Dany, pelukis seni cethe harus memperhatikan racikan ampas kopi yang digunakan sebagai “cat” menggambar karena jika cairan tersebut terlalu basah, pinggiran dari motif yang dibuat lama kelamaan akan berwarna cokelat.

“Kalau racikannya pas, setelah kering ini nanti warnanya bisa bertahan sampai setahun jika disimpan dalam wadah kedap udara,” ucap Dany.

Jika racikan cethe yang dihasilkan tepat, maka motif yang digambar akan tetap berwarna hitam walaupun cairan ampas kopi sudah kering. Maka sebaiknya kopi yang digunakan untuk menghasilkan seni cethe adalah jenis kopi Ijo khas Tulungagung karena ampasnya yang berwarna hitam pekat.

Sebagian besar pelaku seni cethe melakukan hal tersebut sebagai hobi, tapi, tidak sedikit pula hasil karya mereka yang dijual untuk koleksi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: Antara

Pos terkait