MAY DAY: Bawa 6 Tuntutan, Buruh Aksi di Istana Negara dan Istora Senayan

May Day 2023
Ribuan buruh mengikuti aksi May Day Fiesta 2022 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (14/5/2022). ANTARA FOTO/HAFIDZ MUBARAK A

JAKARTA (gokepri) – Ribuan buruh akan memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day di depan Istana Negara dan Gedung Mahkamah Konstitusi pada hari Senin 1 Mei 2023. Buruh kemudian akan mengikuti May Day Fiesta di Istora Senayan setelah melakukan aksi di Istana dan MK.

Tak hanya di Jakarta, peringatan May Day itu juga akan dilakukan serentak di berbagai kota di seluruh Indonesia. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, mengatakan sebanyak 50 ribu buruh akan mengikuti aksi tersebut. “Ada enam tuntutan yang akan disampaikan dalam aksi ini,” kata Said Iqbal dalam siaran pers, Senin (1/5).

Adapun enam tuntutan tersebut adalah:
1. Cabut Omnibus Law UU No 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja
2. Cabut Parliamentary Threshold 4 % dan Presidential Threshold 20%
3. Reforma Agraria dan Kedaulatan Pangan (Anti Impor)
4. Sahkan RUU PPRT dan hapus outSoucing tolak upah murah
5. Tolak RUU Kesehatan
6. Pilih Capres 2024 yang Pro Buruh dan Kelas Pekerja.
7. Polri Siapkan Personel dan Rekayasa Lalu Lintas

Baca Juga: May Day 1 Mei, Sejarah Hari Buruh di Indonesia

Polri berkonsentrasi mengamankan pelaksanaan May Day atau Hari Buruh 1 Mei di sejumlah wilayah di Indonesia, utamanya di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Hal itu dilakukan dengan mengerahkan lebih dari 12 ribu personel untuk mengawal dan mengamankan kelancaran serta ketertiban masyarakat.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Sandi Nugroho mengatakan pimpinan Polri telah memberikan pengarahan kepada seluruh jajaran polisi di wilayah untuk mempersiapkan rencana pengamanan dan rencana kontijensi.

“Ada empat wilayah yang menjadi konsentrasi pengamanan dalam peringatan May Day, yakni wilayah hukum Polda Metro Jaya, Polda Jawa Barat, Polda Jawa Tengah dan Polda Jawa Timur,” ujar Sandi, dikutip dari Antara, Minggu (1/5).

Baca Juga: Hari Buruh di Batam, Ribuan Pekerja Demo Bawa 5 Tuntutan

Untuk personel, Sandi merincikan, di wilayah hukum Polda Metro Jaya mengerahkan 4.216 personel gabungan, yang terdiri atas 3.318 personel Polri, 690 personel TNI dan 208 personel Pemprov DKI Jakarta.

Sementara itu, wilayah Polda Jawa Barat, sebanyak 1.019 personel gabungan yang dikerahkan untuk mengamankan aksi buruh di beberapa wilayah.Wilayah Polda Jawa Tengah juga menurunkan sebanyak 4.319 personel gabungan dan Polda Jawa Timur ada 3.360 personel gabungan.

Khusus untuk wilayah Polda Metro Jaya, kata Sandi, ada empat titik yang menjadi konsentrasi buruh di wilayah DKI Jakarta.

“Yakni Istana Negara, Gedung MPR/DPR, Lapangan Panahan Senayan, dan GOR Rawa Badak Jakarta Utara,” ujarnya.

Tidak hanya itu, lanjut Sandi, demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat pada peringatan Hari Buruh Internasional, sejumlah rekayasa lalu lintas akan dilakukan di titik-titik yang menjadi massa buruh melakukan aksi.

“Rekayasa dan pengalihan arus akan bersifat situasional,” kata Sandi.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah penduduk bekerja di Indonesia usia 15 tahun ke atas mencapai 135,3 juta jiwa pada Agustus 2022. Jumlah tersebut berkurang 315,18 ribu jiwa dibanding Februari 2022.

Pada Agustus 2022 sektor pertanian masih menjadi lapangan pekerjaan terbesar, diikuti sektor perdagangan besar dan eceran, industri pengolahan, penyediaan akomodasi, dan konstruksi. Adapun sektor pengadaan listrik dan gas menyerap tenaga kerja paling sedikit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

BAGIKAN