Masing-Masing OPD di Kepri Diminta Kurban 1 Ekor Sapi

sapi kurban pulau bintan
Ilustrasi. Sapi kurban di kandang yang ada di Tanjungpinang. Foto: ANTARA

Tanjungpinang (gokepri.com) – Masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) atau dinas di Kepri diminta untuk kurban satu ekor sapi pada Iduladha 1444 Hijriah mendatang.

Permintaan berasal dari Gubernur Kepri Ansar Ahmad data rapat bersama kepala OPD Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri, Rabu 14 Juni 2023.

“Saya minta masing-masing dinas atau OPD berkurban satu ekor sapi. Ini untuk investasi akhirat mereka juga,” kata Ansar di Tanjungpinang.

HBRL

Baca Juga: Antusias Berkurban, Kebutuhan Sapi di Kepri Meningkat 40 Persen

Tidak hanya itu, Ansar mengingatkan hewan kurban tersebut untuk dipotong di wilayah permukiman sekaligus disaksikan warga.

Setelah itu hewan kurban itu dibagikan kepada warga yang berhak menerima. Pemotongan hewan kurban dari masing-masing OPD ini menjadi wujud komitmen membantu masyarakat untuk ikut menikmati daging kurban, terutama bagi yang kurang mampu.

“Kurban merupakan bagian dari membantu masyarakat kurang mampu, selain beribadah,” kata Ansar.

Ansar mengatakan berdasarkan laporan dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan ((DKP2KH) Kepri stok hewan kurban tahun ini mencukupi.

Ia juga meminta para OPD memastikan kesehatan hewan kurban yang memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kepala  Dinas DKP2KH Kepri, Rika Azmi mengatakan dari tujuh kabupaten/kota se-Kepri, total ketersediaan hewan sapi untuk kurban yang ada saat ini sebanyak 8.754 ekor.

Jumlah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan sapi kurban tahun ini yang sebanyak 5.118 ekor sapi.

Diakuinya kebutuhan sapi kurban di Kepri tahun tahun ini meningkat 40 persen dibanding tahun 2022, yaitu dari 3.636 menjadi 5.118 ekor.

Peningkatan itu karena antusiasme warga untuk berkurban cukup tinggi. Apalagi kondisi ekonomi mulai membaik setelah diterpa pandemi Covid-19.

Ia memprediksi terjadi kenaikan harga hewan kurban menjelang Idul Adha 2023 yang dipicu tingginya permintaan masyarakat untuk berkurban.

“Juga sudah jadi tradisi para peternak melepas hewan ternaknya pada saat kurban agar mendapatkan harga yang lebih optimal untuk memenuhi kebutuhan sekolah anak-anak mereka hingga kebutuhan hidup sehari-hari lainnya,” ujarnya.

Sapi kurban di Kepri terbanyak dipasok dari Nusa Tenggara Timur karena wilayah tersebut zona hijau PMK, sehingga bisa masuk ke seluruh Kepri.

“Sebagian ada juga masuk dari Lampung dan Jambi, tapi khusus untuk tujuan Kota Batam yang saat ini masih zona merah,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: Antara

Pos terkait