Tanjungpinang (gokepri.com) – Masyarkat Kepri antusias berkurban tahun ini. Data dari Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Kesehatan Hewan (DKP2KH) Pemprov Kepri menyebut kebutuhan sapi di Kepri tahun ini mengingkat 40 persen.
Data kebutuhan sapi itu dirangkum dari seluruh kabupaten/kota di Kepri. Tahun lalu kebutuhan sapi sebanyak 3.636 dan tahun ini menjadi sebanyak 5.118 ekor.
Kepala DKP2KH Kepri Rika Azmi mengatakan peningkatan ini menunjukkan antusias masyarakat untuk berkurban meningkat.
“Seiring dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi di Kepri,” ujarnya, Sabtu 3 Juni 2023.
Berdasarkan laporan yang diterima dari tujuh kabupaten/kota se-Kepri, Rika mengatakan total ketersediaan hewan sapi untuk kurban yang ada saat ini sebanyak 8.754 ekor.
Jumlah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban tahun ini yang sebanyak 5.118 ekor. Ketersediaan sapi juga meningkat seiring dengan kebijakan Satgas Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Kepri membuka kembali lalu lintas masuknya hewan rentan PMK (HRP).
Kebanyakan sapi didatangkan dari Nusa Tenggara Timur, karena wilayah tersebut zona hijau sehingga bisa masuk ke seluruh wilayah Kepri.
“Sebagian ada juga masuk dari Lampung dan Jambi, tapi khusus untuk tujuan Kota Batam yang saat ini masih zona merah,” ungkapnya.
Sedangkan untuk hewan kambing, Kepri membutuhkan sebanyak 11.226 ekor, sedangkan jumlah yang tersedia sebanyak 12.364 ekor. Jumlah tersebut telah mencukupi kebutuhan yang ada.
Namun demikian, ketersediaan kambing ini tidak merata di semua wilayah Kepri, paling banyak ada di Batam.
Tingginya permintaan masyarakat untuk berkurban diprediksi akan membuat kenaikan harga hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 2023.
Rika mengatakan menjelang Idul Adha para peternak juga memiliki tradisi mendapatka harga yang lebih optimal untuk melepas hewan ternaknya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: Antara









