Tanjungpinang (gokepri.com) – Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Provinsi Kepri, Luki Zaman Prawira menyebutkan, tiga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Kepri, sudah tidak bergantung lagi pada dana penyertaan modal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).
Tiga BUMD yang dimaksud itu adalah BUMD Tirta Kepri yang mengurus PDAM, PT Pembangunan Kepri, dan PT Pelabuhan Kepri.
“Sudah tidak bergantung lagi pada APBD sudah bisa mandiri menghidupi mereka sendiri. Tapi kita belum masukkan ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) karena dividen yang mereka dapat masih digunakan untuk peningkatan pelayanan,” kata Luki belum lama ini.
Baca Juga: Daftar 12 Anak Perusahaan BUMD Kepri yang Mendapat Rapor Merah
Ia menyebutkan, BUMD Tirta Kepri dan PT Pembangunan Kepri sudah menghasilkan dividen atau keuntungan. Catatan Luki, keuntungan mencapai Rp300 juta. Meski belum terlalu banyak hal tersebut merupakan langkah positif bagi BUMD Kepri.
“Biasanya pas-pasan bahkan sampai merugi,” kata dia.
Sementara, untuk PT Pembangunan Kepri masih masih belum menghasilkan deviden. Luki menjelaskan, beberapa bisnis yang digarap oleh PT Pembangunan Kepri sudah ada yang menghasilkan dividen tetapi ada pula bisnis yang tidak menghasilkan sama sekali. Salah satunya, labuh jangkar.
“Kalau labuh jangkar belum ada sama sekali. Tapi kalau lintas kepri sudah ada hasilnya. Begitu pula pengelolaan pelabuhan di Tanjung uban,” kata dia.
Luki berharap, BUMD Kepri bisa berkembang dan menghasilkan pendapatan asli daerah untuk Kepulauan Riau.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Engesti








