Batam (gokepri.com) – Gubernur Kepri Ansar Ahmad tengah mencari jalan keluar bagi anak usaha BUMD Pemprov Kepri yang tidak memberikan keuntungan bagi daerah, termasuk opsi penutupan dan pembekuan.
Ansar menyebut ada 17 anak perusahaan dari PT Pembangunan Kepri. Pemprov kemudian sudah mengurangi anak usaha itu menjadi 14 anak perusahaan. Perusahaan itu tak mendapat keuntungan, malah lebih besar pasak daripada tiang.
Baca juga: Pengelolaan BUMD Kepri Gagal Total, Ansar Pertimbangkan Bekukan Anak Usaha
Namun, dari 14 anak perusahaan itu hanya dua yang aktif dan memberikan pendapatan bagi Kepulauan Riau. “Memang kami kurangi daripada tidak efektif dan membebani. Jadi kami dorong yang aktif saja, meski dua yang aktif bisa memberikan kontribusi ke daerah,” kata Ansar baru-baru ini.
Ansar bilang pengurangan anak perusahaan akan dilakukan jika BUMD Kepri tak memberikan hasil untuk daerah. “Kemungkinan dibekukan itu unit-unit usaha saja,” katanya.
Berikut daftar 14 Anak Perusahaan PT Pembangunan Kepri:
1. BPR Kepri Batam dengan status aktif
2. PT Pembangunan NWN dengan status aktif
3. BPR Kepri Bintan status dijual
4. PT Kepri Enerflaw dengan status tak aktif
5. PT Sin Logistik dengan status tak aktif
6. PT Jasa Angkasa dengan status tak aktif
7. PT Bangun Bandar cemerlang status tak aktif
8. PT Indonusa Pandu Nautica status tak aktif
9. PT Tenaga Listrik Bintan status tak aktif
10. PT Kepri Malaka status tak aktif
11. PT Kepri Energi status tak aktif
12. PT Kepri Gas Inti utama status tak aktif
13. PT Bumi Outra Pembangunan Kepri status tak aktif
14. PT Bumi Putra Resource
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Engesti








