Lonjakan Tarif Penerbangan Jadi Pendorong Utama Inflasi Kepri

Laju inflasi Kepri
Tiket angkutan udara menjadi salah satu penyumbang inflasi di Kepri pada Desember 2022. (foto: Citilink)

BATAM (gokepri) – Tekanan inflasi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kembali melonggar pada November 2025. Meski inflasi hanya naik 0,23 persen dan turun dibanding bulan sebelumnya, tingkat kenaikan harga di Kepri masih berada di atas rata-rata nasional serta menjadi salah satu yang tertinggi di Sumatera.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) Kepri mengalami inflasi 0,23 persen (mtm), turun dari 0,36 persen (mtm) pada Oktober. Secara tahunan, inflasi berada di level 3,00 persen (yoy), sedikit turun dari 3,01 persen pada bulan sebelumnya, namun masih lebih tinggi dibanding rata-rata nasional 2,72 persen (yoy).

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri, Ardhienus, mengatakan inflasi tercatat di tiga daerah pemantauan IHK, yakni Batam sebesar 0,25 persen (mtm), Tanjungpinang 0,23 persen (mtm), dan Karimun 0,07 persen (mtm). “Tren ini tetap menunjukkan kondisi harga yang relatif terkendali dan selaras dengan upaya pengendalian inflasi oleh seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Kelompok Transportasi menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan kenaikan 1,99 persen (mtm) dan andil 0,27 persen. Kenaikan harga tiket pesawat dipicu meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang akhir tahun serta penyesuaian harga bahan bakar angkutan udara.

Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya turut memberikan andil inflasi sebesar 0,37 persen (mtm). “Harga emas kembali naik sebagai respons pasar terhadap ketidakpastian geopolitik global, sehingga menekan daya beli,” jelas Ardhienus.

Sementara itu, beberapa komoditas hortikultura seperti kangkung dan bayam justru mengalami kenaikan harga akibat curah hujan tinggi yang mengganggu pasokan.

Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau mencatat deflasi 0,33 persen (mtm) dengan andil -0,10 persen, sehingga menahan laju inflasi. Penurunan harga terjadi pada komoditas utama seperti cabai merah, cabai hijau, bayam, kangkung, dan tomat.

“Pasokan hortikultura tetap terjaga sehingga menahan tekanan inflasi di Kepri,” tutup Ardhienus.

Baca Juga: Pasokan Pangan Kepri Terancam Macet, Bawang Merah Diprediksi Picu Inflasi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait