Teknologi Sterilwave mengubah plastik bekas alat kesehatan menjadi material bangunan yang aman dan tidak infeksius. RSBP Batam membuka peluang kerja sama dengan rumah sakit dan instansi lain di Kepri.
BATAM (gokepri) — Jarum suntik bekas dan plastik alat kesehatan yang selama ini menjadi momok pengelolaan limbah rumah sakit kini berubah fungsi di RSBP Batam, diolah menjadi paving block yang sudah dipasang di area taman rumah sakit itu sendiri.
Di balik perubahan itu ada sebuah mesin bernama Sterilwave—teknologi pengolah limbah medis yang mulai beroperasi di Rumah Sakit Badan Pengusahaan Batam, Kepulauan Riau.
Baca Juga: RSBP Batam Rumah Sakit Pertama di Batam Bersertifikasi ISO 9001:2015
Direktur RSBP Batam Tanto Budiharto menjelaskan bahwa Sterilwave mengolah limbah medis berbahan plastik melalui dua tahap: penghancuran (shredding) dan sterilisasi menggunakan gelombang mikro. Hasilnya adalah material yang sudah tidak infeksius—aman untuk disentuh, aman untuk dimanfaatkan kembali.
Material steril hasil olahan Sterilwave kemudian dicampur dengan bahan lain untuk menghasilkan paving block. “Hasil dari proses tersebut menghasilkan material yang telah tidak infeksius dan aman untuk dimanfaatkan kembali, salah satunya bisa dibuat menjadi paving block,” kata Tanto.
Paving block itu sudah terpasang di lingkungan RSBP Batam, meski skalanya masih terbatas. “Untuk sekarang sudah kami gunakan tapi terbatas di area rumah sakit. Rencananya kita akan membuat beberapa penataan lingkungan di taman RSBP,” ujarnya.
Inovasi ini menempatkan RSBP Batam sebagai salah satu pelopor pengelolaan limbah medis terpadu di Batam dan Kepulauan Riau—wilayah dengan puluhan fasilitas kesehatan yang selama ini bergantung pada metode pemusnahan limbah konvensional.
Tanto menyebut pendekatan ini sebagai bagian dari prinsip circular economy—sebuah model di mana limbah bukan akhir dari siklus, melainkan awal dari siklus baru. “Kami berkomitmen menghadirkan pengelolaan limbah medis yang tidak hanya memenuhi standar kesehatan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi lingkungan,” katanya.
Selain memangkas volume limbah yang harus dimusnahkan secara konvensional—proses yang kerap mahal dan berisiko mencemari udara—metode ini juga menekan potensi kontaminasi lingkungan dari limbah infeksius yang tidak tertangani dengan baik.
Ke depan, RSBP Batam membuka peluang kerja sama dengan fasilitas kesehatan lain, instansi pemerintah, maupun sektor swasta dalam pengelolaan limbah medis berbasis teknologi ini.
Baca Juga: RSBP Batam Edukasi Publik soal Penyakit Jantung Bawaan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








