JAKARTA (gokepri) — Anak yang mengalami campak atau cacar tetap perlu mandi untuk menjaga kebersihan kulit dan mencegah infeksi lanjutan, selama kondisi tubuhnya tidak sedang demam atau kedinginan.
Dokter spesialis kulit dan kelamin dr. July Iriani Rahardja, SpDVE, MM, FINSDV, mengatakan anggapan bahwa anak dengan campak atau cacar tidak boleh mandi merupakan informasi keliru. Pembatasan mandi hanya berlaku jika anak sedang demam.
“Pasien anak yang terkena campak dan cacar tidak boleh mandi itu hoaks. Yang perlu diperhatikan, jangan dimandikan saat demam,” ujar July di Jakarta, Jumat 24 April 2026.
Baca Juga: DBD hingga TBC Meningkat, Dinkes Batam Imbau Warga Peduli Kesehatan

Menurut July, menjaga kebersihan kulit justru penting selama masa sakit. Tanpa perawatan, sisa salep dan kotoran dapat menumpuk dan berisiko menimbulkan infeksi kulit.
“Kalau tidak dibersihkan, kulit bisa menjadi kotor, sisa obat menumpuk, dan berpotensi menimbulkan koreng,” katanya.
Ia menyarankan anak dimandikan dengan air hangat bersuhu sekitar 36–37 derajat Celsius dan menggunakan sabun lembut. Sabun antiseptik tidak dianjurkan untuk penggunaan rutin, kecuali terdapat infeksi bakteri dan atas rekomendasi dokter.
“Sabun antiseptik tidak digunakan setiap hari. Hanya pada kondisi tertentu, misalnya ada infeksi bakteri,” ujar July.
July menjelaskan, campak dan cacar merupakan penyakit akibat infeksi virus yang umumnya bersifat self-limiting, yakni dapat sembuh dengan sendirinya seiring respons imun tubuh.
“Penyakit ini bergantung pada daya tahan tubuh. Dengan imunitas yang baik, anak dapat pulih secara bertahap,” tuturnya.
Ia menambahkan, penerapan pola hidup bersih dan sehat serta asupan gizi seimbang penting untuk mendukung proses pemulihan anak. ANTARA
Baca Juga: Campak Bisa Mengakibatkan Penyakit Berat, Orangtua Harap Waspada
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News










