Partisipasi Skrining Kanker Serviks Masih Rendah di Batam

kanker serviks Batam
Pengecekan tensi pada salah satu masyarakat Kota Batam di kegiatan cek kesehatan gratis Dinkes Batam, Kepri (30/4/2026). ANTARA/Amandine Nadja

Layanan skrining gratis diperluas untuk menekan keterlambatan diagnosis dan angka kematian.

BATAM (gokepri) — Partisipasi perempuan dalam deteksi dini kanker serviks dan payudara di Kota Batam masih rendah, padahal layanan skrining tersedia gratis di puskesmas. Kondisi ini berisiko memicu keterlambatan diagnosis yang berdampak pada tingginya kasus stadium lanjut.

Dinas Kesehatan Kota Batam mendorong peningkatan kesadaran melalui pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) dan pemeriksaan payudara klinis. Layanan ini dapat diakses tanpa biaya dengan menunjukkan kartu tanda penduduk Batam.

HBRL

Baca Juga: Standar Deteksi Kanker Serviks Diubah dengan HPV DNA

“Warga Batam dapat memanfaatkan pemeriksaan IVA dan pemeriksaan payudara di puskesmas terdekat tanpa biaya,” ujar Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Batam Agnes Sintalia Saing di Batam, Sabtu 2 Mei 2026.

Deteksi dini menjadi krusial karena sebagian besar kasus kanker tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Akibatnya, banyak pasien baru mengetahui penyakitnya setelah memasuki stadium lanjut.

“Banyak kasus tidak bergejala dan baru diketahui saat sudah stadium lanjut. Karena itu, pemeriksaan rutin penting agar penanganan bisa lebih cepat,” kata Agnes.

Berdasarkan data Maret 2026 dari rumah sakit se-Kota Batam, tercatat 61 kasus kanker serviks tanpa kematian serta 222 kasus kanker payudara dengan tiga kematian. Dari hasil skrining, sekitar tiga persen peserta terindikasi memiliki kelainan yang mengarah pada kanker serviks.

Temuan tersebut menunjukkan skrining mampu mendeteksi kasus lebih awal. Namun, cakupan pemeriksaan masih terbatas karena partisipasi masyarakat belum optimal.

Agnes menyebut, hambatan utama berasal dari faktor psikologis dan rendahnya kesadaran. Sebagian perempuan enggan menjalani pemeriksaan karena rasa malu, terutama karena organ yang diperiksa bersifat sensitif.

“Selain itu, karena tidak ada gejala, banyak yang merasa tidak perlu diperiksa,” ujarnya.

Padahal, pemeriksaan rutin sebelum muncul gejala meningkatkan peluang keberhasilan penanganan. Dinas Kesehatan Batam menilai edukasi berkelanjutan diperlukan untuk mengubah persepsi tersebut.

Melalui kemudahan akses layanan gratis, pemerintah daerah berharap lebih banyak perempuan memanfaatkan fasilitas skrining. Upaya ini menjadi bagian dari strategi menekan angka kematian akibat kanker melalui deteksi dan penanganan lebih dini.

Diberitakan, kanker serviks dan kanker payudara masih menjadi ancaman kesehatan perempuan di Batam karena banyak kasus terdeteksi terlambat. Pemerintah Kota Batam memperluas skrining dini melalui layanan IVA dan pemeriksaan payudara klinis gratis untuk mempercepat penemuan kasus dan penanganan.

Langkah ini ditempuh Dinas Kesehatan Kota Batam dengan menyasar sekitar 500 perempuan di Kecamatan Batu Ampar, Bengkong, dan Batam Kota. Skrining dilakukan melalui Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA), metode sederhana untuk mendeteksi kelainan pada leher rahim secara cepat.

“Pemeriksaan IVA dilakukan dengan mengoleskan asam asetat pada mulut rahim untuk melihat adanya kelainan. Hasilnya bisa diketahui langsung,” ujar Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Batam Agnes Sintalia Saing di Batam, Kamis 30 April 2026.

Menurut Agnes, deteksi dini menjadi kunci karena sebagian besar kasus kanker serviks baru diketahui saat sudah memasuki stadium lanjut. Dengan skrining massal, pasien yang terindikasi dapat segera dirujuk untuk penanganan lanjutan.

“Jika ditemukan kelainan, pasien dirujuk untuk penanganan lebih lanjut seperti krioterapi. Layanan ini tersedia di Puskesmas Batu Aji dan Puskesmas Sungai Panas,” kata Agnes. Krioterapi merupakan metode pembekuan jaringan abnormal untuk mencegah perkembangan sel kanker.

Selain kanker serviks, Dinas Kesehatan juga memperkuat deteksi dini kanker payudara melalui Pemeriksaan Payudara Klinis (Sadanis) oleh tenaga medis. Masyarakat diedukasi melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari) secara rutin setiap bulan di rumah.

Program ini melibatkan Puskesmas Tanjung Sengkuang, Sungai Panas, dan Tanjung Buntung. Puskesmas lain, seperti Kampung Jabi, Sambau, Baloi Permai, dan Botania, menyediakan pemeriksaan kesehatan umum serta edukasi pencegahan stunting untuk memperluas jangkauan layanan promotif dan preventif.

Seluruh layanan diberikan tanpa biaya bagi warga Batam dengan menunjukkan kartu tanda penduduk. Skema ini diharapkan mengurangi hambatan akses layanan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan.

Wali Kota Batam Amsakar Achmad menegaskan pendekatan promotif dan preventif menjadi strategi utama pemerintah daerah untuk menekan beban penyakit dan kematian ibu-anak.

“Upaya ini untuk menekan stunting, meminimalkan kanker serviks dan payudara, serta menurunkan angka kematian ibu dan anak,” ujar Amsakar.

Menurut dia, perluasan skrining dan edukasi kesehatan merupakan bagian dari intervensi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan mencegah pembiayaan kesehatan yang lebih besar akibat keterlambatan diagnosis. ANTARA

Baca Juga: Hendra Asman Berjuang Melawan Kanker Usus

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait