Skrining massal dan edukasi kesehatan diperluas untuk melindungi perempuan Batam.
BATAM (gokepri) — Kanker serviks dan kanker payudara masih menjadi ancaman kesehatan perempuan di Batam karena banyak kasus terdeteksi terlambat. Pemerintah Kota Batam memperluas skrining dini melalui layanan IVA dan pemeriksaan payudara klinis gratis untuk mempercepat penemuan kasus dan penanganan.
Langkah ini ditempuh Dinas Kesehatan Kota Batam dengan menyasar sekitar 500 perempuan di Kecamatan Batu Ampar, Bengkong, dan Batam Kota. Skrining dilakukan melalui Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA), metode sederhana untuk mendeteksi kelainan pada leher rahim secara cepat.
Baca Juga: Cek Kesehatan Gratis di Batam, Deteksi Dini Kanker Serviks dan Payudara
“Pemeriksaan IVA dilakukan dengan mengoleskan asam asetat pada mulut rahim untuk melihat adanya kelainan. Hasilnya bisa diketahui langsung,” ujar Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Batam Agnes Sintalia Saing di Batam, Kamis 30 April 2026.
Menurut Agnes, deteksi dini menjadi kunci karena sebagian besar kasus kanker serviks baru diketahui saat sudah memasuki stadium lanjut. Dengan skrining massal, pasien yang terindikasi dapat segera dirujuk untuk penanganan lanjutan.
“Jika ditemukan kelainan, pasien dirujuk untuk penanganan lebih lanjut seperti krioterapi. Layanan ini tersedia di Puskesmas Batu Aji dan Puskesmas Sungai Panas,” kata Agnes. Krioterapi merupakan metode pembekuan jaringan abnormal untuk mencegah perkembangan sel kanker.
Selain kanker serviks, Dinas Kesehatan juga memperkuat deteksi dini kanker payudara melalui Pemeriksaan Payudara Klinis (Sadanis) oleh tenaga medis. Masyarakat diedukasi melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari) secara rutin setiap bulan di rumah.
Program ini melibatkan Puskesmas Tanjung Sengkuang, Sungai Panas, dan Tanjung Buntung. Puskesmas lain, seperti Kampung Jabi, Sambau, Baloi Permai, dan Botania, menyediakan pemeriksaan kesehatan umum serta edukasi pencegahan stunting untuk memperluas jangkauan layanan promotif dan preventif.
Seluruh layanan diberikan tanpa biaya bagi warga Batam dengan menunjukkan kartu tanda penduduk. Skema ini diharapkan mengurangi hambatan akses layanan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan.
Wali Kota Batam Amsakar Achmad menegaskan pendekatan promotif dan preventif menjadi strategi utama pemerintah daerah untuk menekan beban penyakit dan kematian ibu-anak.
“Upaya ini untuk menekan stunting, meminimalkan kanker serviks dan payudara, serta menurunkan angka kematian ibu dan anak,” ujar Amsakar.
Menurut dia, perluasan skrining dan edukasi kesehatan merupakan bagian dari intervensi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan mencegah pembiayaan kesehatan yang lebih besar akibat keterlambatan diagnosis.
Baca Juga: Standar Deteksi Kanker Serviks Diubah dengan HPV DNA
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









