Lima Top Otomotif 2020: Toyota Juara Geser Volkswagen, Nissan Tetap Kokoh

top otomotif 2020
Toyota. (foto: Toyota)
top otomotif 2020
Nissan all-new Note dengan powertrain listrik e-Power yang dirilis di Jepang November 2020. (Nissan)

Pada sembilan bulan pertama 2020, di tengah hantaman pandemi corona terhadap industri, Renault-Nissan-Mitsubishi masih mencatatkan penjualan sekitar 5,52 juta kendaraan. Berbagai langkah efisiensi yang dijalankan Nissan lumayan efektif untuk mempertahankan keberlangsungannya setelah sepeninggal Ghosn.

Dari penjualan sembilan bulan pertama 2020 itu, Nissan memberikan kontribusi 2.863.192 unit, Renault 2.063.358 unit, sedangkan Mitsubishi dalam kisaran 600-an ribu unit.

Nissan, yang menutup pabriknya dan memutuskan hengkang dari Indonesia sekitar Mei 2020, pada paruh pertama tahun fiskal 2020 yang berakhir 30 September lalu melaporkan pendapatan bersih konsolidasi 3,09 triliun yen dan rugi bersih 330 miliar yen.

HBRL

Nissan berupaya untuk meningkatkan kualitas penjualan dengan berfokus pada penjualan eceran, menurunkan insentif dan meningkatkan pendapatan per unit, mengurangi tingkat persediaan antara Nissan dan diler, dan mengurangi biaya tetap dan mengoptimalkan biaya di seluruh operasi bisnis.

Di Indonesia, Nissan akan mengandalkan mitranya Mitsubishi dalam kerja sama produksi, khususnya untuk Livina yang secara spesifikasi dan desain nyaris sama persis Mitsubishi Xpander.

Bagaimanapun, Nissan bersama Renault dan Mitsubishi masih kuat secara performa penjualan, meskipun pabrikan ini termasuk yang paling terpukul dalam dua tahun terakhir, terlebih dalam masa pendemi corona.

4. General Motors

Di posisi ketiga ada General Motors (GM), di mana pabrikan Amerika Serikat yang membawahi merek Chevrolet, Buick, GMC, Cadilac, Holden, serta Baojun dan Wuling di China ini membukukan penjualan sembilan bulan pertama 2020 sebanyak 4.716.449 unit, turun 17 persen dibanding periode sama 2019.

top otomotif 2020
Mobil konsep Camaro eCOPO menawarkan visi balap drag dengan tenaga listrik dan paket baterai 800 volt pertama GM yang menggantikan mesin bensin. (GM)

Dari total penjualan itu, merek Chevrolet berkontribusi hingga 2,28 juta unit, kemudian Wuling 725.130 unit, GMC 424.215 unit, dan selebihnya adalah porsi untuk Buick, Holden, Baojun, dan Cadilac.

Dengan kondisi pasar yang mulai pulih, merek Buick dan Cadillac menunjukkan kinerja kuat, dengan penjualan meningkat masing-masing 26 persen dan 28 persen pada kuartal ketiga 2020. Kendaraan listrik mini Wuling Hong Guang menjadi yang terlaris untuk model EV di China, dan Buick memulai penjualan SUV VELITE 7 all-electric dan VELITE 6 plug-in hybrid pada kuartal ketiga.

Dalam lima tahun ke depan, lebih dari 40 persen model baru GM di China nantinya merupakan kendaraan energi baru. Di Amerika Selatan, GM menjual hampir 123.000 kendaraan dan Chevrolet Onix adalah yang terlaris di wilayah tersebut.

5. Grup Hyundai

Di urutan kelima, ada Grup Hyundai yang juga membawahi Kia, yang cukup konsisten mengikuti perkembangan pasar dengan cukup masih merilis model-model baru termasuk model listrik, di antaranya Hyundai IONIQ.

top otomotif 2020
Hyundai bergabung ke dalam IONITY, perusahaan patungan beberapa pabrikan otomotif yang didedikasikan untuk pengembangan infrastruktur pengisian daya baterai mobil listrik di Eropa. (Hyundai)

Grup Hyundai dalam sembilan bulan pertama 2020 mencatatkan penjualan global 4.468.342 unit, dengan porsi untuk Kia 1.864.137 unit, turun 10,3 persen dibanding periode sama 2019, sedangkan Hyundai 2.604.205 unit, terkoreksi 19,4 persen.

Kia dalam periode itu membukukan pendapatan 42,26 triliun won, naik 0,5 persen, laba operasi 784,8 miliar won dan laba bersih 526 miliar won.

Untuk mengatasi lingkungan bisnis yang merugikan akibat pandemi, perusahaan berencana untuk menjaga profitabilitas dan daya saing dengan model-model baru perintis, sambil mengoptimalkan kapasitas produksi untuk mengatasi pemulihan permintaan pasar.

Lebih lanjut, Kia akan melanjutkan upaya manajemen risikonya untuk meminimalkan dampak COVID-19 terhadap bisnis dan pelanggannya. Perusahaan menerapkan berbagai skema untuk mendukung pelanggan, seperti meluncurkan model baru secara online.

Terlepas dari lingkungan bisnis yang sulit, Kia akan terus fokus untuk mewujudkan strategi ‘Plan S’. Di bawah Plan S, perusahaan bertujuan untuk secara proaktif memperkenalkan 11 kendaraan listrik baterai dan meningkatkan margin keuntungan operasinya menjadi 6 persen pada tahun 2025.

Sementara Hyundai mengatakan akan terus mengelola risiko secara proaktif dan meminimalkan dampak bisnis COVID-19. Perusahaan telah menerapkan berbagai langkah untuk menjaga pelanggannya, seperti memperpanjang masa garansi, dan meluncurkan model baru secara online. Pada September, Hyundai meluncurkan ‘Channel Hyundai’, sebuah aplikasi interaktif untuk konsumennya berbelanja mobil dengan cara baru di era COVID-19.

Dengan membandingkan kinerja penjualan selama sembilan bulan pertama 2020, setidaknya tergambar peta persaingan utama dalam industri otomotif setahun terakhir tatkala pandemi corona menimbulkan gangguan besar pada industri ini. Tidak menutup kemungkinan peta hingga akhir tahun ini akan berubah, meskipun hanya sedikit karena kemajuan besar yang mungkin dicapai pabrikan tertentu di tengah mulai pulihnya pasar.

Tapi setidaknya, bencana dunia pandemi COVID-19 memberikan pelajaran kepada pelaku industri otomotif dunia bahwa ekspansi besar harus tetap memperhitungkan faktor tak terduga dan di luar kendali para ahli analis bisnis mana pun–seperti pandemi–, kalau tidak ingin terjebak dalam kerugian besar karena mandegnya return of investment dan perlu bertahun-tahun untuk bangkit.

(can/ant)

|Baca Juga: 

Pos terkait