Dari Truk Konvensional menuju Truk Listrik

truk listrik
Seorang model berdiri di samping kendaraan niaga truk Mitsubishi Fuso 'Fighter' varian terbaru saat diluncurkan pada pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) ke-27 tahun 2019. (ANTARA FOTO/zarqoni maksum)

Batam (gokepri.com) – Pabrikan otomotif tak bisa lagi menutup mata soal perkembangan kendaraan listrik. Termasuk truk niaga. Demi mengikuti zaman mobil listrik, tak lama lagi juga ada truk tenaga listrik.

PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) distributor resmi Mitsubishi Fuso Truck dan Bus Corporation (MFTBC) telah berkiprah 50 tahun di Indonesia, sejak pertama kali memperkenalkan Mitsubishi Colt T100 pada 1970.

Selama setengah abad, KTB Fuso tidak hanya konsisten mendorong perekonomian negara melalui armada niaga yang sesuai dengan kondisi geografis Indonesia, namun turut memperkenalkan perkembangan teknologi di industri angkutan.

HBRL

Fuso yang juga dikenal dengan sebutan “Si Kepala Kuning” seolah menggenapi kiprah 50 tahun di Indonesia dengan memperkenalkan truk Fuso eCanter berpenggerak listrik pada Maret 2020.

Mereka membuka mata pebisnis logistik bahwa perusahaan kendaraan niaga tidak bisa menutup mata dari perkembangan teknologi. Secara perlahan, mereka mengembangkan truk-truk masa depan yang menawarkan efisiensi dengan tetap mempertahankan fungsionalitas yang tinggi.

Meski berstatus sosialisasi produk atau perkenalan, namun eCanter yang dikenalkan di Indonesia pada Maret 2020 bukan semata prototipe, melainkan truk light duty yang sudah wara-wiri digunakan di Jepang, Amerika Serikat dan sejumlah negara Eropa.

Jalan menuju elektrifikasi mobil niaga mungkin masih jauh, karena membutuhkan infrastruktur dan jaringan aftersales. Namun jika melihat semarak pabrikan mobil penumpang untuk memperkenalkan kendaraan listrik, maka bukan tidak mungkin kendaraan niaga akan menyusul jejak itu, minimal untuk jenis light duty di perkotaan.

Dan jika hal itu terjadi, KTB Fuso sudah siap. Bertolak ke belakang, komitmen KTB Fuso di pasar Indonesia sudah dibuktikan pada 1973 ketika mereka membangun pusat perakitan sasis, mesin dan body parts di Nusantara.

Dari “dapur” tersebut, maka lahirlah kendaraan niaga yang dikenal hingga sekarang, mulai dari Colt Diesel T120, T200, FE 101 dan FE 111. Mereka kemudian menjajaki segmen yang lebih besar melalui Fuso FM 215 F dan FM 516F pada periode tersebut sampai 1987.

Beranjak ke era 1990-an, KTB Fuso kian konsisten di segmen light duty dan medium duty melalui model FE 119 dan FE 449 serta Fuso FN527 dan FM517H. Pada lini masa itu, lahir pula Colt Diesel FE 304, FE 334, FE 347 dan FE 349 dengan penyempurnaan transmisi dari perseneling stir (Column Type) menjadi perseneling lantai (Floor Type) serta perubahan desain head lamp bulat menjadi bentuk kotak.

Pos terkait