BATAM (gokepri) – Ahli bedah kardiovaskular asal Amerika Serikat, Dr. Jeremy London, menilai lima kebiasaan gaya hidup yang paling berbahaya bagi kesehatan jantung. Dalam wawancara dengan Times Entertainment, London memberi skor maksimal—10 dari 10—untuk vaping, konsumsi alkohol, dan kurang tidur.
Menurutnya, kebiasaan ini banyak dianggap sepele, padahal efeknya bisa muncul sejak usia muda. “Saya melihat pasien berusia 20-an dengan tanda-tanda stres jantung hanya karena kebiasaan yang mereka anggap biasa,” kata London.
1. Vaping — 10 dari 10
Popularitas vape di kalangan muda meningkat karena citranya yang dianggap “lebih aman” dibanding rokok. Namun, London menegaskan, kandungan kimia dalam vape tetap merusak pembuluh darah dan jaringan jantung. “Ini hanya bentuk baru dari kecanduan nikotin,” ujarnya.
Ia memperingatkan, rasa aman palsu justru membuat pengguna sulit berhenti. Pasien muda nonperokok kini banyak menunjukkan gejala gangguan kardiovaskular akibat vaping rutin.
2. Kurang Tidur — 10 dari 10
Tidur bukan sekadar istirahat, melainkan mekanisme tubuh memperbaiki diri. London memberi skor 10 karena kurang tidur mengacaukan hormon, meningkatkan tekanan darah, dan mempercepat penuaan sel.
“Begitu Anda kekurangan tidur, semua sistem tubuh ikut menurun,” katanya. Ia menambahkan, pola tidur yang terganggu juga memperburuk suasana hati dan daya fokus.
3. Alkohol — 10 dari 10
Minuman beralkohol masih dianggap wajar dalam pergaulan, tapi London menyebut dampaknya kumulatif. Alkohol merusak sel otak dan jantung, mengganggu tidur, serta meningkatkan tekanan darah. Penelitian terbaru bahkan menunjukkan, konsumsi alkohol dalam jumlah sedang tetap meningkatkan risiko demensia dan penyakit jantung.
4. Stres — 8 dari 10
Stres memang bisa memacu kinerja dalam jangka pendek, tapi jika berlangsung lama, efeknya menyerang jantung secara perlahan. London menyebut stres kronis sebagai “cedera tak terlihat”. Ia menjelaskan, stres berlebih memicu peradangan yang menjadi pintu masuk berbagai penyakit degeneratif.
5. Soda — 4 dari 10
Meski terlihat ringan, kebiasaan minum soda tetap berisiko. Kandungan gula tinggi dapat memicu resistensi insulin dan obesitas. Bahkan varian tanpa gula pun tak sepenuhnya aman. “Soda diet justru membuat orang lebih sering menginginkan makanan cepat saji,” kata London.
Dari lima kebiasaan itu, tiga mendapat nilai tertinggi: vaping, kurang tidur, dan alkohol. Semuanya lazim di era modern, namun berpotensi memperpendek usia sehat.
London menegaskan, perubahan kecil—seperti tidur cukup, mengurangi stres, dan menghindari nikotin—dapat memulihkan fungsi tubuh secara bertahap. “Tubuh kita punya kemampuan untuk pulih,” katanya. “Tapi itu dimulai dari keputusan sehari-hari.”
Baca Juga: Lompatan Besar Layanan Kesehatan Kepri, RSUD RAT Tangani Pasien dengan Teknologi Bor Jantung
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









