BATAM (gokepri) – Ketika kredit UMKM nasional terkontraksi 0,52 persen secara tahunan pada Januari 2026, Kepulauan Riau justru mencatat pertumbuhan 10,11 persen. Di tengah perlambatan nasional, sektor usaha kecil di Kepri masih ekspansif.
Data Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kepri menunjukkan kredit UMKM di provinsi itu mencapai Rp16,21 triliun. Angka tersebut menjadi penopang baru di tengah struktur ekonomi Kepri yang selama ini bertumpu pada industri pengolahan dan pertambangan.
Kepala KPw BI Kepri Rony Widijarto mengatakan pertumbuhan itu menjadi modal untuk memperkuat UMKM sebagai sumber ekonomi yang lebih merata. Secara nasional, kredit UMKM tercatat minus 0,52 persen (yoy) dengan nilai Rp1.481,8 triliun.
Baca Juga: QRIS dan Digitalisasi UMKM, Ikhtiar yang Menggerakkan Ekonomi Pesisir
“Secara nasional kredit UMKM minus, tetapi di Kepri masih tumbuh sekitar 10 persen. Ini menjadi modal untuk mendorong penguatan UMKM,” ujar Rony di Batam, Selasa (3/3).
Menurut dia, penguatan UMKM sejalan dengan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang menekankan aspek pemerataan. Pendekatannya tidak berhenti pada transaksi, tetapi mencakup produksi, pembiayaan, hingga sistem pembayaran.
Dana sosial syariah seperti zakat, infak, sedekah, dan wakaf juga dinilai dapat menopang pelaku usaha kecil, terutama dalam memperluas akses pembiayaan dan pemberdayaan.
Sebagai bagian dari strategi itu, BI Kepri bersama Pemerintah Provinsi Kepri menggelar Kepulauan Riau Ramadhan Fair (KURMA) 2026 pada 2–8 Maret 2026. Agenda ini memfokuskan promosi produk halal, khususnya wastra dan kuliner.
Dalam kegiatan tersebut, BI memfasilitasi sertifikasi halal, termasuk Sertifikasi Juru Sembelih Halal (JULEHA) dengan 10 peserta tersertifikasi. Sebanyak 100 peserta juga mengikuti edukasi literasi ekonomi syariah.
Di sisi transaksi, BI menargetkan 40 ribu transaksi menggunakan QRIS dengan nilai Rp1,8 miliar selama acara. Integrasi pembayaran digital dinilai penting agar UMKM lebih efisien dan tercatat secara formal.
Dari sisi pembiayaan, KURMA 2026 menargetkan realisasi business matching sebesar Rp2,25 miliar.
Rony menegaskan, pertumbuhan ekonomi daerah perlu diikuti distribusi manfaat yang lebih luas. “UMKM menjadi kunci agar ekonomi Kepri tidak hanya tumbuh, tetapi juga menjangkau lebih banyak pelaku usaha kecil,” katanya. ANTARA
Baca Juga: Kemendag Jajaki Kerja Sama dengan Apple Academy untuk Perkuat Pemasaran UMKM
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News







