Kiat Menurunkan Berat Badan Lewat Pola Makan dan Aktivitas

kiat menurunkan berat badan
Ilustrasi. Seseorang menimbang berat badan. Foto: Freepik.com

Jakarta (gokepri.com) – Menurunkan berat badan merupakan hal yang tidak mudah dilakukan, namun pakar gizi memberikan kiat yang bisa diterapkan melalui pola makan dan aktivitas.

Pakar gizi dari Instalasi Pelayanan Gizi Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo Firlianita Ahdiyanti, S.Gz mengatakan melalui pola makan dan aktivitas fisik rutin seseoran bisa menurunkan berat badan 0,5-1 kg dalam seminggu.

Ia mengingatkan orang-orang dengan kelebihan berat agar tidak fokus pada asupan makanan semata tetapi juga memasukkan aktivitas fisik dan ini harus dilakukan teratur serta terukur.

Baca Juga: Lima Kiat Mengurangi Risiko Diabetes dari Ahli Gizi

Aktivitas fisik teratur dan terukur berarti melakukannya sebanyak 3-5 kali dengan durasi minimal 150 menit per minggu, misalnya jalan kaki, atau jalan cepat untuk bisa mencapai penurunan berat badan sekitar 0,5-1 kg dalam satu minggu.

Dari sisi asupan makanan, bisa dimulai dengan mengurangi 500 kalori per hari yang setara dua centong nasi dengan lauk satu potong ayam dan satu gelas kopi susu.

“Kurangi 500 kalori selama misalnya target turun berat badan 4 kg, jadi targetnya dalam satu minggu harus turun sekitar 1 kg, itu harus rutin melakukan olahraga rutin 3-5 kali per minggu dengan durasi 150 menit per minggu artinya setiap kali olahraga itu bisa 40-45 menit minimal,” jelas Firlianita, Selasa 23 Januari 2024.

Selain itu juga harus mengurangi konsumsi makanan tinggi gula, lemak dan garam. Merujuk Kementerian Kesehatan, seseorang dalam sehari dianjurkan mengonsumsi maksimal 4 sendok makan gula, 1 sendok teh garam dan 5 sendok makan minyak atau 67 gram lemak.

Orang dengan kelebihan berat badan diharapkan untuk berhati-hati agar tak jatuh pada kondisi obesitas. Merujuk Kementerian Kesehatan, kelebihan berat badan ditandai dengan indeks massa tubuh (IMT) 23-25.

IMT ini didapatkan dengan membagi antara berat badan dalam satuan kg dengan tinggi badan dalam satuan meter yang dikuadratkan. Sebagai contoh, seseorang dengan berat badan 55 kg dan tinggi badan 153 cm, memiliki IMT sekitar 23,5 yang berarti sudah masuk kategori kelebihan berat badan.

“IMT 23,5 ini harus hati-hati, sudah masuk kategori kelebihan berat badan, jadi ada risiko menuju obesitas sehingga harus hati-hati. Berat badan idealnya, itu tinggi badan dikali 90 persen, yakni 47-48 kg,” tutur dia.

Sementara itu, seseorang dikatakan masuk kategori obesitas tingkat 1 apabila IMT-nya berada pada angka 25-29,9 dan obesitas tingkat 2 apabila IMT-nya lebih dari 30.

“Orang dengan obesitas tingkat 1, masih bisa kita bantu pola makan dan aktivitasnya. Namun, orang dengan IMT di atas 30 atau bahkan 40 ke atas, itu biasanya sudah ada intervensi medik artinya obat-obatan yang diawasi dokter, tindakan operasi seperti bariatrik surgery,” jelas Firlianita.

Obesitas ini bukan hanya tentang penampakan seseorang yang terlihat besar atau gemuk, tetapi sebenarnya sudah termasuk dalam kategori penyakit karena sudah banyak terjadi gangguan metabolisme di dalam tubuhnya, sehingga tidak bisa dibiarkan begitu saja namun memerlukan intervensi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: Antara

BAGIKAN