BATAM (gokepri) — Tawa anak-anak memecah ruangan Klinik Panacea Tiban, Batam, Kamis 25 Desember 2025. Wajah-wajah yang semula tegang perlahan berubah lega, disambut tepuk tangan dan sorak kecil dari teman-temannya. Di sudut lain, para orang tua menanti dengan harap, sementara tim medis bekerja teliti dan sabar. Sehari itu, klinik tak sekadar menjadi tempat berobat, melainkan ruang kebersamaan.
Melalui program Khitan Massal Yatim Dhuafa & Lomba Mewarnai, Panacea Health Care berkolaborasi dengan Rumah Zakat Kepulauan Riau menghadirkan layanan kesehatan gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Sebanyak 40 anak yatim dan dhuafa mengikuti khitan massal yang ditangani langsung oleh tim medis profesional.
Kepala Rumah Zakat Kepri, Muhammad Isa, mengatakan khitan bukan hanya bagian dari ajaran agama, tetapi juga penting bagi kesehatan anak laki-laki. Namun, biaya kerap menjadi kendala bagi sebagian keluarga.
Baca Juga: Klinik Panacea Tiban Kini Layani Peserta BPJS Kesehatan
“Masih banyak orang tua yang harus menunda karena keterbatasan ekonomi. Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan anak-anak tetap mendapatkan layanan kesehatan yang layak tanpa terbebani biaya,” ujarnya.
Proses khitan dilakukan dengan standar medis yang aman dan ramah anak. Tim medis berupaya menciptakan suasana nyaman agar anak-anak tidak merasa takut. Pendekatan persuasif dan komunikasi yang hangat menjadi bagian dari pelayanan.
Tak hanya tindakan medis, suasana semakin meriah dengan lomba mewarnai yang diikuti puluhan anak dari wilayah Tiban dan sekitarnya. Total peserta kegiatan mencapai 110 anak. Kegiatan ini memberi ruang bagi anak-anak untuk menyalurkan kreativitas sembari menunggu giliran atau mendukung teman-temannya.
Dukungan Pemerintah dan Warga

Kegiatan tersebut turut dihadiri Lurah Tiban Baru, Dikurnia Putra, beserta perangkat RT dan RW setempat. Kehadiran unsur pemerintah dan tokoh masyarakat mempertegas dukungan terhadap inisiatif sosial yang berdampak langsung bagi warga.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini dan berharap dapat menjadi agenda rutin di Kelurahan Tiban Baru,” kata Dikurnia.
Sinergi antara fasilitas kesehatan, lembaga sosial, dan pemerintah setempat menunjukkan bahwa pelayanan masyarakat tak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi menjadi kunci agar manfaatnya lebih luas dan berkelanjutan.
Santunan dan Pemberdayaan UMKM
Setiap peserta khitan menerima santunan sebagai bentuk dukungan tambahan bagi keluarga. Sementara itu, peserta lomba mewarnai berkesempatan membawa pulang doorprize yang menambah semangat anak-anak sepanjang acara.
Kegiatan ini juga diramaikan bazar UMKM hasil kolaborasi dengan PKK setempat. Sejumlah pelaku usaha kecil memanfaatkan momen tersebut untuk memasarkan produk mereka. Kehadiran bazar tak hanya memeriahkan suasana, tetapi juga membuka ruang pemberdayaan ekonomi warga.
Direktur Utama Panacea Health Care, Levina Desianty, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan tidak berhenti pada tindakan medis semata.
“Kepedulian terhadap masyarakat, terutama anak-anak yatim dan dhuafa, adalah bagian dari nilai yang kami pegang. Klinik harus hadir sebagai mitra masyarakat,” ujarnya.
Bagi Panacea, program ini menjadi refleksi bahwa fasilitas kesehatan dapat berperan lebih luas—tidak hanya menyembuhkan, tetapi juga membangun solidaritas sosial. Ke depan, manajemen berkomitmen melanjutkan program serupa agar semakin banyak warga merasakan manfaatnya.
Di penghujung acara, senyum anak-anak yang membawa bingkisan dan hasil karya mewarnai menjadi penanda sederhana: pelayanan kesehatan yang humanis mampu menghadirkan rasa aman sekaligus kebahagiaan.
Baca Juga: Target 100 Persen JKN di Batam, Advokasi Pemda Jadi Kunci
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








