<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Natuna &#8211; gokepri</title>
	<atom:link href="https://gokepri.com/kepri/natuna/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://gokepri.com/kepri/natuna/</link>
	<description>Inspirasi Bersama</description>
	<lastBuildDate>Mon, 24 Aug 2026 10:55:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.4</generator>

<image>
	<url>https://gokepri.com/gokepri/uploads/2026/04/cropped-IMG_5700-32x32.jpeg</url>
	<title>Natuna &#8211; gokepri</title>
	<link>https://gokepri.com/kepri/natuna/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>El Nino Bertahan hingga Awal 2027, Natuna Bersiap Hadapi Kekeringan</title>
		<link>https://gokepri.com/el-nino-bertahan-hingga-awal-2027-natuna-bersiap-hadapi-kekeringan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Candra Gunawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Aug 2026 10:55:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Natuna]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=137195</guid>

					<description><![CDATA[<p>NATUNA (gokepri) &#8211; El Nino diprakirakan bertahan hingga awal 2027 dan mulai menekan ketersediaan air <a class="read-more" href="https://gokepri.com/el-nino-bertahan-hingga-awal-2027-natuna-bersiap-hadapi-kekeringan/" title="El Nino Bertahan hingga Awal 2027, Natuna Bersiap Hadapi Kekeringan" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/el-nino-bertahan-hingga-awal-2027-natuna-bersiap-hadapi-kekeringan/">El Nino Bertahan hingga Awal 2027, Natuna Bersiap Hadapi Kekeringan</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NATUNA (gokepri)</strong> &#8211; El Nino diprakirakan bertahan hingga awal 2027 dan mulai menekan ketersediaan air di Natuna. Ancaman yang perlu diperhatikan bukan hanya kekeringan, tetapi efek lanjutannya. Vegetasi mengering dan risiko karhutla meningkat. Pemkab Natuna mulai menyiapkan sumber air, satgas, hingga distribusi air gratis.</p>
<p>Natuna mulai bersiap menghadapi ancaman kekeringan setelah BMKG memprakirakan fenomena El Nino bertahan hingga awal 2027. Penurunan curah hujan telah terjadi di sejumlah kecamatan dan mulai mengurangi pasokan air sekaligus meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.</p>
<p>Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Natuna Rafael Alesandro Marbun mengatakan kondisi tersebut perlu diantisipasi karena kekeringan membuat vegetasi lebih mudah terbakar.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/benih-kelapa-natuna-jadi-peluang-ekonomi-baru/">Benih Kelapa Natuna Jadi Peluang Ekonomi Baru</a></strong></p>
<p>“BMKG memprediksikan bahwa kondisi El Nino sangat kuat, diprakirakan masih bertahan dari Agustus hingga awal 2027. Artinya, ini perlu menjadi bahan monitor kita bersama,” kata Rafael di Natuna, Senin (24/8/2026).</p>
<p>BMKG mencatat sejumlah kecamatan di Natuna mengalami penurunan curah hujan selama belasan hari pada Agustus. Kondisi itu berdampak pada berkurangnya pasokan air dan telah memicu kebakaran lahan di sejumlah titik.</p>
<p>Rafael mengatakan BMKG juga menemukan beberapa titik panas berdasarkan pemantauan pada Senin (24/8).</p>
<p>Ancaman tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten Natuna menyiapkan langkah antisipasi. Bupati Natuna Cen Sui Lan mengatakan pemerintah daerah telah menerbitkan Surat Edaran tentang Kesiapsiagaan Menghadapi Potensi Kekeringan dan Karhutla pada awal Agustus 2026.</p>
<p>Surat edaran tersebut mengatur pelibatan berbagai pihak dalam pemantauan, pencegahan, dan penanganan kekeringan serta karhutla.</p>
<p>Untuk mengatasi kekurangan air, Pemkab Natuna mengerahkan Perumda Air Minum untuk mendistribusikan air secara gratis kepada warga terdampak menggunakan mobil tangki.</p>
<p>“Untuk mengatasi kekeringan kita sudah mengerahkan Perumda Air Minum untuk mendistribusikan air secara gratis ke warga yang terdampak menggunakan mobil tangki,” ujar Cen.</p>
<p>Pemkab Natuna juga menggelar rapat bersama pemangku kepentingan pada Senin pagi untuk menyusun langkah menghadapi potensi kekeringan dan karhutla.</p>
<p>Salah satu langkah yang disiapkan adalah memanfaatkan sumber air di Bukit Berangin untuk mendukung operasi pemadaman karhutla. Pemerintah juga menyiapkan air baku dari Embung Sebayar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga, dengan pengecualian untuk konsumsi.</p>
<p>Selain itu, Pemkab Natuna akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Karhutla. Pemerintah juga akan mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.</p>
<p>Bagi petani, pemerintah daerah akan menerbitkan surat edaran yang mengatur penyediaan pompa pemadam sebagai langkah antisipasi jika terjadi kebakaran di lahan masing-masing.</p>
<p>Pemkab Natuna juga akan meminta dukungan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatra untuk menyediakan sumur bor di wilayah rawan. Sumber air tersebut diharapkan dapat digunakan untuk mendukung operasi pemadaman apabila terjadi karhutla.</p>
<p>Langkah tersebut disiapkan untuk menghadapi kondisi yang berpotensi berlangsung cukup lama. Dengan prakiraan El Nino bertahan hingga awal 2027, pemerintah daerah perlu menjaga ketersediaan air sekaligus memperketat pencegahan kebakaran ketika vegetasi semakin kering. ANTARA</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/prime-natuna-ep-siapkan-pengeboran-blok-a-natuna/">Prime Natuna EP Siapkan Pengeboran Blok A Natuna</a></strong></p>
<div class="entry-main-single">
<p><strong>Cek Berita dan Artikel yang lain di <a href="https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMJbIlQsw56yrAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen">Google News</a></strong></p>
</div>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/el-nino-bertahan-hingga-awal-2027-natuna-bersiap-hadapi-kekeringan/">El Nino Bertahan hingga Awal 2027, Natuna Bersiap Hadapi Kekeringan</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Benih Kelapa Natuna Jadi Peluang Ekonomi Baru</title>
		<link>https://gokepri.com/benih-kelapa-natuna-jadi-peluang-ekonomi-baru/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Candra Gunawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2026 07:18:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Natuna]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=136022</guid>

					<description><![CDATA[<p>NATUNA (gokepri) – Natuna tak hanya dikenal karena ikannya. Kini, puluhan ribu benih kelapa dari <a class="read-more" href="https://gokepri.com/benih-kelapa-natuna-jadi-peluang-ekonomi-baru/" title="Benih Kelapa Natuna Jadi Peluang Ekonomi Baru" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/benih-kelapa-natuna-jadi-peluang-ekonomi-baru/">Benih Kelapa Natuna Jadi Peluang Ekonomi Baru</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NATUNA (gokepri)</strong> – Natuna tak hanya dikenal karena ikannya. Kini, puluhan ribu benih kelapa dari daerah perbatasan itu dikirim ke luar daerah. Apa keunggulannya?</p>
<p>Permintaan benih kelapa asal Natuna terus meningkat seiring minat sejumlah daerah mengembangkan perkebunan. Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Kepulauan Riau memperketat pemeriksaan agar pengiriman bibit tidak menjadi jalur penyebaran hama dan penyakit tanaman.</p>
<p>Hingga pekan pertama Agustus 2026, benih kelapa dari Natuna telah tiga kali dikirim ke luar daerah. Setiap pengiriman harus melalui pemeriksaan kesehatan tanaman sebelum memperoleh izin untuk dilalulintaskan.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/arang-kelapa-indragiri-tembus-china-nilai-kontrak-hampir-rp200-miliar/">Arang Kelapa Indragiri Tembus China, Nilai Kontrak Hampir Rp200 Miliar</a></strong></p>
<p>Kepala BKHIT Kepulauan Riau Hasim mengatakan pengiriman terbaru berlangsung pada Senin, 3 Agustus 2026. Sebanyak 80 ribu butir benih kelapa diberangkatkan dari Pulau Midai menuju Kabupaten Bintan melalui jalur laut.</p>
<p>“Berdasarkan data aplikasi Best Trust, terdapat permohonan pengiriman sebanyak 80.000 butir,” kata Hasim, Selasa, 4 Agustus 2026.</p>
<p>Menurut Hasim, kelapa asal Natuna diminati karena memiliki daging buah yang tebal dan produktivitas tinggi. Karakteristik tersebut membuat pelaku usaha menjadikannya sebagai sumber bibit untuk pengembangan perkebunan di berbagai daerah.</p>
<p>Meningkatnya arus pengiriman membuat pengawasan karantina menjadi tahapan yang tidak bisa dilewati. Benih kelapa termasuk media pembawa berisiko tinggi karena merupakan tanaman tahunan yang berpotensi membawa organisme pengganggu tumbuhan.</p>
<p>Petugas Karantina Kepulauan Riau melalui Satuan Pelayanan Natuna memeriksa seluruh benih sesuai Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan. Pemeriksaan difokuskan untuk memastikan bibit bebas dari hama maupun penyakit sebelum dikirim ke daerah tujuan.</p>
<p>Salah satu organisme yang menjadi perhatian ialah Sexava nubila, organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) kategori A2 yang dapat menyebar melalui media pembawa tanaman. Selain itu, petugas juga memastikan benih terbebas dari penyakit layu kelapa yang disebabkan cendawan maupun bakteri.</p>
<p>“Kami memastikan seluruh tahapan pemeriksaan berjalan sesuai prosedur agar kelapa yang dikirim aman dan sehat,” ujar Hasim.</p>
<p>Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh benih memenuhi persyaratan karantina sehingga dapat diberangkatkan ke Kabupaten Bintan.</p>
<p><strong>Peluang Ekonomi Baru</strong></p>
<p>Hasim menilai meningkatnya permintaan bibit menunjukkan Natuna tidak hanya memiliki potensi di sektor perikanan. Komoditas perkebunan mulai membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat.</p>
<p>Namun, pengembangan kelapa memerlukan proses panjang. Pembibitan hingga siap tanam membutuhkan waktu sekitar sembilan hingga 12 bulan, sedangkan tanaman baru menghasilkan buah setelah beberapa tahun.</p>
<p>Karena itu, mutu bibit menjadi faktor penting sejak awal pengiriman. “Dari bibit siap tanam hingga menghasilkan buah memerlukan waktu yang panjang. Karena itu kami mengawal setiap proses pengiriman agar bibit yang diterima di daerah tujuan dapat tumbuh dengan baik dan tidak membawa penyakit tanaman,” kata Hasim.</p>
<p>Hingga awal Agustus 2026, Karantina Kepulauan Riau masih mengawasi setiap pengiriman benih kelapa dari Natuna untuk memastikan meningkatnya permintaan tidak diikuti risiko penyebaran hama dan penyakit ke daerah lain. ANTARA</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/produk-olahan-kelapa-batam-tembus-pasar-china/">Produk Olahan Kelapa Batam Tembus Pasar China</a></strong></p>
<p><strong>Cek Berita dan Artikel yang lain di <a href="https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMJbIlQsw56yrAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen">Google News</a></strong></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/benih-kelapa-natuna-jadi-peluang-ekonomi-baru/">Benih Kelapa Natuna Jadi Peluang Ekonomi Baru</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Beasiswa Membuka Akses Kuliah Anak Natuna</title>
		<link>https://gokepri.com/beasiswa-membuka-akses-kuliah-anak-natuna/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Candra Gunawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 May 2026 09:27:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Natuna]]></category>
		<category><![CDATA[Beasiswa Natuna]]></category>
		<category><![CDATA[Cen Sui Lan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Natuna]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=132128</guid>

					<description><![CDATA[<p>NATUNA (gokepri) – Pemerintah Kabupaten Natuna menyiapkan puluhan kuota beasiswa bagi pelajar yang akan melanjutkan <a class="read-more" href="https://gokepri.com/beasiswa-membuka-akses-kuliah-anak-natuna/" title="Beasiswa Membuka Akses Kuliah Anak Natuna" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/beasiswa-membuka-akses-kuliah-anak-natuna/">Beasiswa Membuka Akses Kuliah Anak Natuna</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NATUNA (gokepri)</strong> – Pemerintah Kabupaten Natuna menyiapkan puluhan kuota beasiswa bagi pelajar yang akan melanjutkan pendidikan tinggi pada 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan di tengah keterbatasan anggaran daerah.</p>
<p>Bupati Natuna Cen Sui Lan mengatakan kuota beasiswa tersebut lahir dari kemitraan antara pemerintah daerah dengan sejumlah perguruan tinggi serta perusahaan minyak dan gas yang beroperasi di wilayah Natuna.</p>
<p>“Kami di 2026 kembali mendapatkan kuota beasiswa untuk anak daerah,” kata Cen Sui Lan di Natuna, Jumat, 22 Mei 2026.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/pemko-batam-perluas-beasiswa-untuk-siswa-berprestasi-dan-hinterland/">Pemko Batam Perluas Beasiswa untuk Siswa Berprestasi dan Hinterland</a></strong></p>
<p>Beberapa kampus yang telah membuka alokasi beasiswa antara lain Universitas Esa Unggul sebanyak 10 kuota, Telkom University 20 kuota, Universitas Pertamina 10 kuota, serta Universitas Riau Kepulauan 10 kuota.</p>
<p>Pilihan jenjang pendidikannya juga bervariasi, mulai diploma hingga sarjana, menyesuaikan program masing-masing perguruan tinggi. Sebagian program kini masih dalam tahap pembukaan, sementara sebagian lain telah menuntaskan proses seleksi.</p>
<p>Menurut Cen, sumber pembiayaan beasiswa tidak berasal dari satu jalur. Ada yang datang langsung dari kampus, perusahaan, hingga program Kartu Indonesia Pintar atau KIP.</p>
<p>“Beasiswa ini terbuka untuk semua kalangan yang mampu bersaing. Persaingannya juga antaranak Natuna,” ujarnya.</p>
<p>Skema bantuan yang tersedia pun berbeda. Sejumlah mahasiswa berpeluang memperoleh pembiayaan penuh yang mencakup uang kuliah dan biaya hidup. Sebagian lainnya memperoleh pembebasan biaya pendidikan.</p>
<p>Program tersebut hadir saat kondisi fiskal Natuna masih menghadapi tekanan. Dana transfer dari pemerintah pusat, menurut Cen, belum seluruhnya tersalurkan sehingga pemerintah daerah perlu mencari jalur lain agar agenda pembangunan tetap bergerak.</p>
<p>Pendidikan menjadi salah satu sektor yang dipilih untuk tetap dipertahankan.</p>
<p>“Anak-anak Natuna itu pintar. Tugas kita adalah membuka peluang agar mereka bisa meningkatkan wawasan dan pendidikan. Beasiswa ini menjadi salah satu upaya tersebut,” kata Cen.</p>
<p>Langkah menggandeng perguruan tinggi dan sektor industri juga menunjukkan perubahan pendekatan pemerintah daerah. Ketika kemampuan anggaran terbatas, kolaborasi menjadi instrumen untuk menjaga pengembangan sumber daya manusia.</p>
<p>Natuna selama ini menghadapi tantangan geografis sebagai wilayah kepulauan terluar. Akses pendidikan tinggi bagi sebagian pelajar kerap bergantung pada kemampuan ekonomi keluarga dan kesempatan masuk perguruan tinggi di luar daerah.</p>
<p>Dengan tambahan kuota beasiswa pada 2026, pemerintah daerah berharap lebih banyak pelajar Natuna dapat melanjutkan pendidikan tanpa terhambat biaya. ANTARA</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/kementrans-siapkan-beasiswa-patriot-untuk-1-100-peserta-dari-7-kampus/">Kementrans Siapkan Beasiswa Patriot untuk 1.100 Peserta dari 7 Kampus</a></strong></p>
<p><strong>Cek Berita dan Artikel yang lain di <a href="https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMJbIlQsw56yrAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen">Google News</a></strong></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/beasiswa-membuka-akses-kuliah-anak-natuna/">Beasiswa Membuka Akses Kuliah Anak Natuna</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pulau Terluar Natuna Kini Punya Stok Logistik Bencana</title>
		<link>https://gokepri.com/pulau-terluar-natuna-kini-punya-stok-logistik-bencana/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Candra Gunawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 May 2026 09:13:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Natuna]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=132123</guid>

					<description><![CDATA[<p>Logistik bantuan dari Kementerian Sosial itu kini disiagakan langsung di sejumlah pulau, termasuk Pulau Laut <a class="read-more" href="https://gokepri.com/pulau-terluar-natuna-kini-punya-stok-logistik-bencana/" title="Pulau Terluar Natuna Kini Punya Stok Logistik Bencana" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/pulau-terluar-natuna-kini-punya-stok-logistik-bencana/">Pulau Terluar Natuna Kini Punya Stok Logistik Bencana</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Logistik bantuan dari Kementerian Sosial itu kini disiagakan langsung di sejumlah pulau, termasuk Pulau Laut dan Pulau Serasan.</strong></p>
<p><strong>NATUNA (gokepri)</strong> – Pemerintah Kabupaten Natuna merampungkan distribusi logistik kebencanaan ke sejumlah kecamatan yang tersebar di pulau-pulau terluar dan pulau penyangga. Penempatan bantuan dilaksanakan lebih dekat ke wilayah rawan agar penanganan darurat tidak bergantung pada pengiriman dari pusat pemerintahan kabupaten.</p>
<p>Bupati Natuna Cen Sui Lan mengatakan bantuan tersebut berasal dari Kementerian Sosial setelah pemerintah daerah mengajukan usulan kebutuhan logistik kebencanaan.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/ekspor-ikan-natuna-kian-menggeliat/">Ekspor Ikan Natuna Kian Menggeliat</a></strong></p>
<p>“Bantuan ini memang kami tempatkan langsung di kecamatan-kecamatan yang berada di pulau terpisah agar saat terjadi bencana penanganannya bisa lebih cepat,” kata Cen Sui Lan di Natuna, Jumat, 22 Mei 2026.</p>
<p>Logistik yang disalurkan meliputi makanan siap saji, lauk pauk siap saji, tenda gulung, family kit, serta kidware. Penyaluran terakhir dilakukan di Kecamatan Pulau Laut pada Kamis, 21 Mei 2026.</p>
<p>Pulau Laut menjadi salah satu titik penting distribusi karena wilayah itu merupakan pulau terluar Indonesia yang berhadapan langsung dengan perairan perbatasan. Penyerahan bantuan di wilayah tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Natuna.</p>
<p>“Kami berharap barang-barang ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh pihak kecamatan,” ujar Cen.</p>
<p>Kepala Dinas Sosial Kabupaten Natuna Puryanti mengatakan logistik kini telah disiagakan di sejumlah pulau strategis, yakni Pulau Serasan yang mencakup Kecamatan Serasan dan Serasan Timur, Pulau Subi, Pulau Panjang, Pulau Seluan, Pulau Midai yang meliputi Kecamatan Midai dan Suak Midai, serta Pulau Laut.</p>
<p>Menurut Puryanti, sebagian wilayah penerima memiliki posisi geografis yang cukup menantang. Pulau Serasan dan Pulau Laut masuk kategori pulau terluar Indonesia, sementara pulau lain berfungsi sebagai wilayah penyangga.</p>
<p>“Seluruh logistik sudah disalurkan. Untuk beberapa kecamatan lain diserahkan langsung oleh tim kami,” kata Puryanti.</p>
<p>Akses menuju pulau-pulau tersebut juga tidak seragam. Waktu tempuh tercepat berkisar empat jam, namun sebagian wilayah memerlukan perjalanan lebih lama menggunakan pompong atau kapal kecil.</p>
<p>Kondisi geografis itu membuat strategi penempatan logistik di titik terdekat menjadi penting. Jika seluruh bantuan dipusatkan di Ranai sebagai ibu kota kabupaten, distribusi saat kondisi darurat berpotensi terhambat cuaca maupun keterbatasan transportasi laut.</p>
<p>“Kalau di pulau-pulau memang sengaja kami siagakan agar lebih mudah dan cepat digunakan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan,” ujar Puryanti.</p>
<p>Selain di wilayah kepulauan, Pemerintah Kabupaten Natuna juga menempatkan cadangan logistik di Kantor Dinas Sosial untuk menjangkau kecamatan yang berada satu daratan dengan pusat pemerintahan.</p>
<p>Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan bencana di Natuna, daerah kepulauan yang memiliki sebaran wilayah luas dan akses antarpulau yang bergantung pada kondisi laut. ANTARA</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/benarkah-ufo-melintas-di-laut-natuna/">Benarkah UFO Melintas di Laut Natuna?</a></strong></p>
<p><strong>Cek Berita dan Artikel yang lain di <a href="https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMJbIlQsw56yrAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen">Google News</a></strong></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/pulau-terluar-natuna-kini-punya-stok-logistik-bencana/">Pulau Terluar Natuna Kini Punya Stok Logistik Bencana</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ekspor Ikan Natuna Kian Menggeliat</title>
		<link>https://gokepri.com/ekspor-ikan-natuna-kian-menggeliat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Candra Gunawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 May 2026 04:04:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Natuna]]></category>
		<category><![CDATA[BKHIT Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[Ekspor Ikan]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor perbatasan]]></category>
		<category><![CDATA[Hong kong]]></category>
		<category><![CDATA[ikan hidup]]></category>
		<category><![CDATA[karantina ikan]]></category>
		<category><![CDATA[kerapu]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan natuna]]></category>
		<category><![CDATA[perikanan Kepri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=131862</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pemeriksaan karantina dan sertifikasi kesehatan menjadi kunci menjaga akses pasar ekspor ikan hidup ke Hong <a class="read-more" href="https://gokepri.com/ekspor-ikan-natuna-kian-menggeliat/" title="Ekspor Ikan Natuna Kian Menggeliat" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/ekspor-ikan-natuna-kian-menggeliat/">Ekspor Ikan Natuna Kian Menggeliat</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pemeriksaan karantina dan sertifikasi kesehatan menjadi kunci menjaga akses pasar ekspor ikan hidup ke Hong Kong.</strong></p>
<p><strong>NATUNA (gokepri)</strong> — Kabupaten Natuna kembali mengekspor ikan hidup ke Hong Kong. Sebanyak 11.735 ekor ikan bernilai Rp 1,2 miliar dikirim dari Perairan Sedanau pada Jumat (15/5/2026), menandai berlanjutnya permintaan pasar ekspor terhadap komoditas perikanan bernilai tinggi dari wilayah perbatasan tersebut.</p>
<p>Ekspor ini sekaligus menunjukkan peran sektor perikanan sebagai penopang ekonomi pesisir Natuna. Komoditas ikan hidup masih menjadi sumber pendapatan penting bagi nelayan karena memiliki nilai jual lebih tinggi dibanding hasil tangkapan biasa.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/natuna-ekspor-ribuan-kerapu-hidup-ke-hong-kong/">Natuna Ekspor Ribuan Kerapu Hidup ke Hong Kong</a></strong></p>
<p>Kepala Balai Karantina Ikan, Hewan, dan Tumbuhan (BKHIT) Kepulauan Riau Hasim mengatakan, ikan yang dikirim terdiri atas berbagai jenis kerapu dan ikan kakatua.</p>
<p>“Sebanyak 11.735 ekor ikan hidup itu terdiri atas 2.222 ekor kerapu cantang, 1.568 ekor kerapu cantik, 1.050 ekor kerapu macan, 1.010 ekor kerapu bakau, 980 ekor kerapu gepeng, 2.311 ekor kerapu sunu, 965 ekor kerapu pasir, 208 ekor kerapu ringau, dan 1.421 ekor ikan kakatua,” ujar Hasim, Ahad (18/5/2026).</p>
<p>Menurut Hasim, seluruh ikan diangkut menggunakan kapal laut dari Perairan Sedanau menuju negara tujuan.</p>
<p>Sebelum pengiriman, Karantina Kepri melalui Satuan Pelayanan Natuna memeriksa kelengkapan administrasi dan kondisi kesehatan ikan untuk memastikan komoditas memenuhi persyaratan ekspor.</p>
<p>“Hasil pengujian menunjukkan seluruh sampel negatif Hama Penyakit Ikan Karantina (HPIK), sehingga ikan dinyatakan sehat dan memenuhi syarat ekspor. Setelah itu diterbitkan Health Certificate for Fish and Fish Product atau KI-1,” kata Hasim.</p>
<p>Pemeriksaan administrasi mencakup verifikasi dokumen berupa invoice, daftar kemasan (packing list), dan kesesuaian permohonan ekspor yang diajukan pengguna jasa.</p>
<p>Dokumen tersebut kemudian dicocokkan untuk memastikan jenis, jumlah, serta asal komoditas sesuai dengan data pengiriman.</p>
<p>“Ekspor ikan hidup memerlukan ketelitian lebih tinggi karena komoditas harus tiba dalam kondisi hidup dan sehat. Karena itu seluruh tahapan pemeriksaan menjadi penting,” ujar Hasim.</p>
<p>Selain verifikasi administrasi, petugas juga memeriksa kesehatan media pembawa melalui pengamatan klinis dan pengambilan sampel laboratorium.</p>
<p>Pengujian laboratorium diarahkan untuk mendeteksi potensi penyakit Red Seabream Iridovirus Disease menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR), yakni teknik pengujian molekuler untuk mendeteksi keberadaan patogen secara spesifik.</p>
<p>Hasim menambahkan, sepanjang 2026 Natuna telah tiga kali mengekspor ikan hidup ke Hong Kong. Seluruh pengiriman diterima negara tujuan tanpa penolakan atau notification of non-compliance (NNC).</p>
<p>Menurut dia, keberhasilan menjaga mutu dan kesehatan komoditas menjadi faktor penting untuk mempertahankan akses pasar ekspor.</p>
<p>“Ekspor ikan hidup memberi dampak langsung terhadap ekonomi nelayan di Natuna. Komoditas bernilai tinggi ini ikut menggerakkan perputaran ekonomi di wilayah perbatasan,” ujarnya.</p>
<p>Natuna selama ini dikenal sebagai salah satu sentra perikanan tangkap di perairan utara Indonesia. Posisi geografis yang berbatasan langsung dengan jalur pelayaran internasional memberi peluang pengembangan ekspor hasil laut, terutama untuk komoditas premium seperti kerapu hidup. ANTARA</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/ekspor-kerapu-natuna-jadi-andalan-di-tengah-pandemi/">Ekspor Kerapu Natuna Jadi Andalan di Tengah Pandemi</a></strong></p>
<p><strong>Cek Berita dan Artikel yang lain di <a href="https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMJbIlQsw56yrAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen">Google News</a></strong></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/ekspor-ikan-natuna-kian-menggeliat/">Ekspor Ikan Natuna Kian Menggeliat</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sekolah Rakyat Natuna Akan Rekrut 270 Siswa, Gedung Baru Mulai Dibangun Mei 2026</title>
		<link>https://gokepri.com/sekolah-rakyat-natuna-akan-rekrut-270-siswa-gedung-baru-mulai-dibangun-mei-2026/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Candra Gunawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 02:47:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Natuna]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Rakyat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=129507</guid>

					<description><![CDATA[<p>NATUNA (gokepri) &#8211; Pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 32 di Kabupaten Natuna, Kepulauan <a class="read-more" href="https://gokepri.com/sekolah-rakyat-natuna-akan-rekrut-270-siswa-gedung-baru-mulai-dibangun-mei-2026/" title="Sekolah Rakyat Natuna Akan Rekrut 270 Siswa, Gedung Baru Mulai Dibangun Mei 2026" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/sekolah-rakyat-natuna-akan-rekrut-270-siswa-gedung-baru-mulai-dibangun-mei-2026/">Sekolah Rakyat Natuna Akan Rekrut 270 Siswa, Gedung Baru Mulai Dibangun Mei 2026</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NATUNA (gokepri)</strong> &#8211; Pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 32 di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, dijadwalkan dimulai pada Mei 2026. Pemerintah Kabupaten Natuna telah menyiapkan lahan di kawasan Kompleks Masjid Agung Baitul Izzah untuk mendukung pembangunan tersebut.</p>
<p>Kepala SR Terintegrasi 32 Natuna, Bumi, menyatakan Natuna menjadi salah satu daerah di Kepulauan Riau yang telah siap secara lahan untuk pelaksanaan konstruksi. “Informasi terbaru yang saya dapatkan, pembangunan akan dimulai pada bulan Mei mendatang,” kata Bumi, Selasa (7/4/2026).</p>
<p>Tahun ajaran baru Sekolah Rakyat dijadwalkan dimulai pada Juli 2026, mengikuti kalender pendidikan nasional. Namun, gedung permanen diperkirakan belum rampung pada awal tahun ajaran tersebut. Sebagai solusi sementara, pemerintah akan membangun ruang kelas portabel untuk menampung peserta didik baru.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/bp-batam-jalankan-program-presiden-prabowo-bangun-sekolah-rakyat-di-rempang/">BP Batam Jalankan Program Presiden Prabowo, Bangun Sekolah Rakyat di Rempang</a></strong></p>
<p>Sesuai kebijakan pemerintah pusat, setiap jenjang pendidikan akan merekrut sebanyak 90 siswa. Dengan tiga jenjang—sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas—total peserta didik baru di Natuna diperkirakan mencapai 270 orang. Namun, Bumi menyebut pihaknya menargetkan perekrutan sekitar 100 siswa agar setiap rombongan belajar tidak terlalu padat.</p>
<p>“Target kami merekrut dari jenjang SD hingga SMA sekitar 100 siswa saja. Kami ingin setiap rombongan belajar tidak terlalu padat, sekitar 20 hingga 25 siswa per kelas,” ujar Bumi.</p>
<p>Kegiatan belajar mengajar di SR Natuna sebenarnya telah berjalan sejak 2025 dengan total sekitar 70 siswa dari seluruh jenjang. Rinciannya, satu rombongan belajar tingkat SD, dua rombongan belajar tingkat SMP, dan satu rombongan belajar tingkat SMA. Saat ini, kegiatan pembelajaran masih memanfaatkan sebagian fasilitas Asrama Haji Natuna.</p>
<p>Memasuki tahun ajaran baru, kamar yang sebelumnya digunakan para guru akan dialihkan untuk tempat tinggal siswa baru. Para guru akan menempati hunian sementara di luar area asrama hingga fasilitas baru selesai dibangun. ANTARA</p>
<p><strong>Cek Berita dan Artikel yang lain di <a href="https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMJbIlQsw56yrAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen">Google News</a></strong></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/sekolah-rakyat-natuna-akan-rekrut-270-siswa-gedung-baru-mulai-dibangun-mei-2026/">Sekolah Rakyat Natuna Akan Rekrut 270 Siswa, Gedung Baru Mulai Dibangun Mei 2026</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Natuna Kerahkan Modifikasi Cuaca dan Bom Air Atasi Karhutla</title>
		<link>https://gokepri.com/natuna-kerahkan-modifikasi-cuaca-dan-bom-air-atasi-karhutla/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Candra Gunawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2026 02:37:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Natuna]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=129125</guid>

					<description><![CDATA[<p>NATUNA (gokepri) — Pemerintah Kabupaten Natuna mengerahkan operasi modifikasi cuaca dan bom air untuk mengatasi <a class="read-more" href="https://gokepri.com/natuna-kerahkan-modifikasi-cuaca-dan-bom-air-atasi-karhutla/" title="Natuna Kerahkan Modifikasi Cuaca dan Bom Air Atasi Karhutla" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/natuna-kerahkan-modifikasi-cuaca-dan-bom-air-atasi-karhutla/">Natuna Kerahkan Modifikasi Cuaca dan Bom Air Atasi Karhutla</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NATUNA (gokepri)</strong> — Pemerintah Kabupaten Natuna mengerahkan operasi modifikasi cuaca dan bom air untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan yang telah menghanguskan ratusan hektare wilayah dalam beberapa hari terakhir.</p>
<p>Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Natuna, Raja Darmika, menyatakan operasi modifikasi cuaca dijadwalkan berlangsung pada Selasa (31/3/2026). Jadwal itu bergantung pada kedatangan bahan baku penyemaian awan ke Natuna. Pesawat jenis Skytrack akan digunakan dalam operasi tersebut.</p>
<p>Adapun operasi bom air dijadwalkan pada hari yang sama. Jika kondisi tidak memungkinkan, operasi diundur ke Rabu (1/4/2026) menggunakan helikopter. Kedua wahana udara itu sudah tiba di Pangkalan TNI Angkatan Udara Raden Sadjad, Natuna.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/ikhtiar-menghadapi-kemarau-panjang-di-kepri/">Ikhtiar Menghadapi Kemarau Panjang di Kepri</a></strong></p>
<p>“Titik prioritas water bombing adalah wilayah Batubi, Kecamatan Bunguran Batubi. Untuk modifikasi cuaca, titik sasaran belum ditentukan karena BMKG masih memantau pergerakan awan,” kata Raja Darmika saat dikonfirmasi dari Batam, Senin (30/3/2026).</p>
<p>Teknologi modifikasi cuaca bekerja dengan menyemai awan menggunakan bahan kimia tertentu untuk memicu hujan. Sementara bom air adalah teknik pemadaman dari udara — air dijatuhkan dalam jumlah besar langsung ke titik api, efektif menjangkau area yang sulit diakses dari darat.</p>
<p>Kedua peralatan itu merupakan bantuan pemerintah pusat setelah Pemkab Natuna mengajukan surat permohonan resmi. Permohonan itu didorong oleh keterbatasan peralatan daerah yang tidak memadai untuk menangani kebakaran berskala ratusan hektare. Operasi ini melibatkan TNI, Polri, dan BMKG. ANTARA</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/pemkab-natuna-tawarkan-hadiah-rp5-juta-bagi-pelapor-pembakar-lahan/">Pemkab Natuna Tawarkan Hadiah Rp5 Juta bagi Pelapor Pembakar Lahan</a></strong></p>
<p><strong>Cek Berita dan Artikel yang lain di <a href="https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMJbIlQsw56yrAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen">Google News</a></strong></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/natuna-kerahkan-modifikasi-cuaca-dan-bom-air-atasi-karhutla/">Natuna Kerahkan Modifikasi Cuaca dan Bom Air Atasi Karhutla</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemkab Natuna Tawarkan Hadiah Rp5 Juta bagi Pelapor Pembakar Lahan</title>
		<link>https://gokepri.com/pemkab-natuna-tawarkan-hadiah-rp5-juta-bagi-pelapor-pembakar-lahan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Candra Gunawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Mar 2026 00:17:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Natuna]]></category>
		<category><![CDATA[kebakaran lahan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=129050</guid>

					<description><![CDATA[<p>NATUNA (gokepri) &#8211; Pemerintah Kabupaten Natuna menggelar sayembara berhadiah uang tunai Rp 5 juta bagi <a class="read-more" href="https://gokepri.com/pemkab-natuna-tawarkan-hadiah-rp5-juta-bagi-pelapor-pembakar-lahan/" title="Pemkab Natuna Tawarkan Hadiah Rp5 Juta bagi Pelapor Pembakar Lahan" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/pemkab-natuna-tawarkan-hadiah-rp5-juta-bagi-pelapor-pembakar-lahan/">Pemkab Natuna Tawarkan Hadiah Rp5 Juta bagi Pelapor Pembakar Lahan</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NATUNA (gokepri)</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Natuna menggelar sayembara berhadiah uang tunai Rp 5 juta bagi warga yang melaporkan pelaku pembakaran lahan. Program ini diluncurkan sebagai upaya menekan angka kebakaran hutan dan lahan di wilayah perbatasan itu.</p>
<p>Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Natuna, Syawal, mengatakan laporan harus dilengkapi bukti pendukung berupa foto kejadian, lokasi peristiwa, identitas pelaku, serta minimal dua orang saksi.</p>
<p>“Laporan dapat disampaikan langsung ke dinas kami dengan melampirkan bukti yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Identitas pelapor akan dirahasiakan,” kata Syawal, Minggu (29/3).</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/tak-ada-ampun-untuk-pembakar-lahan/">Tak Ada Ampun untuk Pembakar Lahan</a></strong></p>
<p>Program sayembara ini merupakan hasil kesepakatan bersama berbagai pemangku kepentingan di Natuna, menyusul meningkatnya kasus kebakaran hutan dan lahan dalam beberapa waktu terakhir. Kebijakan itu bertujuan mempersempit ruang gerak pelaku pembakaran sekaligus mendorong peran aktif warga dalam menjaga lingkungan.</p>
<p>Syawal berharap langkah ini menumbuhkan kesadaran bersama bahwa pembakaran lahan berdampak buruk—tidak hanya bagi lingkungan, tetapi juga bagi kesehatan dan keselamatan masyarakat.</p>
<p>“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam upaya pencegahan karhutla demi menjaga kelestarian lingkungan dan keberlangsungan hidup bersama,” ujarnya.</p>
<p>Kepala Kepolisian Resor Natuna AKBP Novyan Aries Efendie menyatakan pencegahan kebakaran hutan dan lahan merupakan tanggung jawab bersama. Ia menilai dampak yang ditimbulkan sangat besar, mulai dari kabut asap, kerusakan ekosistem, hingga gangguan kesehatan.</p>
<p>Novyan menjelaskan, pihaknya bersama TNI dan pemerintah daerah terus bergerak aktif di lapangan untuk mencegah dan mengatasi kebakaran. Langkah yang telah dilakukan mencakup sosialisasi kepada warga, pemasangan spanduk imbauan, patroli rutin ke wilayah rawan, hingga pemadaman langsung ketika ditemukan titik api.</p>
<p>“Sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menekan angka kebakaran di wilayah Natuna. Upaya pencegahan terus diintensifkan agar potensi kebakaran dapat diminimalkan sejak dini sebelum meluas dan sulit dikendalikan,” ujar Novyan. ANTARA</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/tarik-ulur-lahan-semikonduktor-di-batam/">Tarik Ulur Lahan Semikonduktor di Batam</a></strong></p>
<p><strong>Cek Berita dan Artikel yang lain di <a href="https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMJbIlQsw56yrAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen">Google News</a></strong></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/pemkab-natuna-tawarkan-hadiah-rp5-juta-bagi-pelapor-pembakar-lahan/">Pemkab Natuna Tawarkan Hadiah Rp5 Juta bagi Pelapor Pembakar Lahan</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Waspada! BMKG: Gelombang Tinggi 4 Meter di Natuna</title>
		<link>https://gokepri.com/waspada-bmkg-gelombang-tinggi-4-meter-di-natuna/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Feri Heryanto]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Jan 2026 03:25:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Natuna]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=125090</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA (gokepri.com) &#8211; BMKG memperingatkan adanya peningkatan kecepatan angin dan potensi gelombang tinggi hingga 4 <a class="read-more" href="https://gokepri.com/waspada-bmkg-gelombang-tinggi-4-meter-di-natuna/" title="Waspada! BMKG: Gelombang Tinggi 4 Meter di Natuna" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/waspada-bmkg-gelombang-tinggi-4-meter-di-natuna/">Waspada! BMKG: Gelombang Tinggi 4 Meter di Natuna</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA (gokepri.com) &#8211; BMKG memperingatkan adanya peningkatan kecepatan angin dan potensi gelombang tinggi hingga 4 meter di perairan Natuna hingga samudra hindia.</p>
<p>&#8220;Bibit Siklon Tropis 91S (11.0°LS, 97.4°BT) di Samudra Hindia barat daya Bengkulu memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang di perairan Indonesia,&#8221; demikian pernyataan Biro Hukum, Humas, dan Kerjasama BMKG, Selasa (6/1/2026).</p>
<p>Peringatan dini gelombang tinggi berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan pada 6-9 Januari 2026.</p>
<p>&#8220;Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Natuna Utara dan Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Lampung,&#8221; kata BMKG.</p>
<p>Sedangkan, pada gelombang yang lebih tinggi di kisaran 2,50 &#8211; 4 meter berpeluang terjadi di Laut Natuna Utara, Samudra Hindia selatan Jawa Timur, Samudra Hindia selatan NTВ, Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya, Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta, Samudra Hindia selatan Bali, Samudra Pasifik utara Maluku, Samudra Pasifik utara Papua Barat.</p>
<p>&#8220;Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran,&#8221; kata BMKG.</p>
<p>BMKG mengimbau masyarakat untuk waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan sejumlah moda transportasi laut.</p>
<p>Dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran:</p>
<p>&#8211; Perahu nelayan diminta waspada apabila kecepatan angin mencapai atau lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 m</p>
<p>&#8211; Kapal Tongkang diminta waspada apabila kecepatan angin mencapai atau lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 m</p>
<p>&#8211; Kapal Ferry diminta waspada apabila kecepatan angin mencapai atau lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 m</p>
<p>(sumber: detik.com)</p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/waspada-bmkg-gelombang-tinggi-4-meter-di-natuna/">Waspada! BMKG: Gelombang Tinggi 4 Meter di Natuna</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Natuna Ekspor Ribuan Kerapu Hidup ke Hong Kong</title>
		<link>https://gokepri.com/natuna-ekspor-ribuan-kerapu-hidup-ke-hong-kong/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Candra Gunawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Nov 2025 01:58:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Natuna]]></category>
		<category><![CDATA[Ekspor]]></category>
		<category><![CDATA[ikan kerapu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=121762</guid>

					<description><![CDATA[<p>NATUNA (gokepri) – Kabupaten Natuna semakin menonjol sebagai penghasil ikan kerapu hidup berkualitas tinggi. Balai <a class="read-more" href="https://gokepri.com/natuna-ekspor-ribuan-kerapu-hidup-ke-hong-kong/" title="Natuna Ekspor Ribuan Kerapu Hidup ke Hong Kong" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/natuna-ekspor-ribuan-kerapu-hidup-ke-hong-kong/">Natuna Ekspor Ribuan Kerapu Hidup ke Hong Kong</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NATUNA (gokepri)</strong> – Kabupaten Natuna semakin menonjol sebagai penghasil ikan kerapu hidup berkualitas tinggi. Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepri menyebut komoditas ini sebagai unggulan ekspor, khususnya ke Hong Kong.</p>
<p>Ekspor ini tidak hanya mendongkrak ekonomi lokal, tapi juga menunjukkan komitmen Indonesia dalam menjaga standar internasional untuk produk perikanan.</p>
<p>Penanggung Jawab Satuan Pelayanan Natuna, Iwan Setiawan, menjelaskan bahwa pihaknya terus mengawal dan mendorong pengembangan produk perikanan hilir. Hal ini bertujuan agar ekspor dari Natuna bisa berlangsung secara berkelanjutan. “Kami fokus pada pengawasan ketat agar produk tetap aman dan berkualitas,” ujar Iwan di Natuna, Sabtu (1/11/2025).</p>
<p>Pada 22-24 Oktober 2025, Karantina Kepri telah mensertifikasi ekspor ikan hidup senilai Rp1,06 miliar. Pengiriman dilakukan melalui jalur laut dari Sedanau, Natuna, langsung ke Hong Kong. Total ikan yang diekspor mencapai 10.322 ekor, dengan 9.419 ekor di antaranya adalah ikan kerapu berbagai jenis.</p>
<p>Komoditas tersebut meliputi kerapu cantang 1.645 ekor, kerapu cantik 1.813 ekor, kerapu macan 1.371 ekor, kerapu bakau 1.114 ekor, kerapu gepeng 1.018 ekor, kerapu sunu 1.492 ekor, kerapu pasir 912 ekor, kerapu ringau 382 ekor, dan kakaktua 575 ekor.</p>
<p>Iwan menekankan pentingnya proses karantina sesuai Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan. Aturan ini memastikan keamanan, kesehatan, dan mutu produk agar sesuai standar global. “Jaminan dari hulu hingga hilir adalah kunci sukses ekspor. Kami menggunakan sistem terintegrasi dengan National Single Window (NSW) dan Bea Cukai untuk memudahkan dokumen,” tambahnya.</p>
<p>Selain itu, sistem BEST TRUST memungkinkan pengajuan tindakan karantina secara online. Ini meningkatkan efisiensi waktu dan koordinasi antar instansi, seperti Pusat Pengawasan dan Sertifikasi Kualitas Perikanan (CIQP), Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), serta Dinas Perikanan Natuna.</p>
<p>Selama tiga hari pengawasan, tim Karantina Kepri bekerja sama dengan Bea Cukai, Imigrasi, Kesehatan Pelabuhan, PSDKP, dan Syahbandar. Mereka memantau kapal MV Cheng Wai Yip yang bersandar di perairan Sedanau. “Semua prosedur dijalankan dengan lancar untuk memastikan ekspor berjalan aman,” kata Iwan.</p>
<p>Ekspor ini menjadi bukti potensi Natuna sebagai pusat perikanan nasional. Dengan pengawasan ketat, diharapkan kegiatan ini bisa terus berkembang, memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat dan memperkuat posisi Indonesia di pasar internasional. ANTARA</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/kerapu-raksasa-dari-indonesia-jadi-tontonan-di-pasar-singapura/">Kerapu Raksasa dari Indonesia Jadi Tontonan di Pasar Singapura</a></strong></p>
<p><strong>Cek Berita dan Artikel yang lain di <a href="https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMJbIlQsw56yrAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen">Google News</a></strong></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/natuna-ekspor-ribuan-kerapu-hidup-ke-hong-kong/">Natuna Ekspor Ribuan Kerapu Hidup ke Hong Kong</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 21/125 objects using Disk
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)

Served from: gokepri.com @ 2026-08-27 03:53:10 by W3 Total Cache
-->