Kepri Peringkat Kedua Indeks Kerukunan Beragama Nasional

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Kepri Zoztafia. Foto: ANTARA

TANJUNGPINANG (gokepri.com) – Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada 2024 berhasil menduduki peringkat kedua tertinggi nasional.

Berdasarkan data dari Balitbang Diklat Kementerian Agama (Kemenag) RI, skor IKUB Kepri mencapai 76,47, meningkat dibanding tahun sebelumnya yang tercatat 76,02.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Kepri Zoztafia, menyatakan pencapaian ini merupakan hasil dari langkah strategis yang konsisten.

“Konsistensi peningkatan IKUB ini membuktikan bahwa langkah-langkah strategis dalam menjaga kerukunan beragama di Kepri berjalan efektif,” ujarnya di Tanjungpinang, Kamis (8/1/2025).

Baca Juga: Indeks Kerukunan Antarumat Beragama di Kepri Tertinggi se-Sumatera

Zoztafia memaparkan bahwa IKUB Kepri terus menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun. Pada 2022, skor mencapai 73,09, naik dari 72,39 pada 2021. Sebelumnya, pada 2019 dan 2018, skor masing-masing tercatat 73,83 dan 70,90.

Untuk tahun 2025, Kemenag Kepri akan memprioritaskan penguatan kerukunan antarumat beragama sesuai arahan Menteri Agama, Nasaruddin Umar. Upaya ini melibatkan sinergi antara pemerintah daerah, Forkopimda, FKUB, serta organisasi keagamaan.

“Kerukunan sangat penting karena disharmoni yang dilatarbelakangi agama dapat berdampak fatal. Langkah preventif harus dilakukan untuk mencegahnya,” tegas Zoztafia.

Kemenag Kepri juga akan mengintensifkan dialog antarumat beragama dan membuka ruang komunikasi melalui Kantor Urusan Agama (KUA). Menurut Zoztafia, KUA tidak hanya berfungsi sebagai tempat pencatatan pernikahan, tetapi juga sebagai pusat diskusi untuk menyelesaikan isu-isu keagamaan.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kepri, Handarlin Umar, mengapresiasi pencapaian IKUB 2024. Ia menegaskan bahwa kerukunan bukan hanya soal angka, tetapi kualitas kehidupan sosial yang tercermin di tempat-tempat ibadah.

“Rumah ibadah, termasuk masjid, harus tetap menjadi simbol persatuan yang kokoh,” ujarnya.

Handarlin menyebut program dialog lintas agama, kampanye toleransi, dan sosialisasi nilai-nilai moderasi beragama sebagai kunci utama keberhasilan ini. Ia berharap prestasi Kepri dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain.

“Keberhasilan ini menunjukkan komitmen Kepri dalam memperkuat nilai kerukunan secara konsisten,” kata dia. ANTARA

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait