BATAM (gokepri) – Keterbatasan ruang belajar di Batam membuat ribuan calon siswa negeri terpaksa tersisih setiap tahun. Untuk mengatasi persoalan itu, Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau akan membangun dua sekolah menengah kejuruan (SMK) baru di kota tersebut pada 2026.
Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Andi Agung, mengatakan pembangunan dua sekolah negeri itu berlokasi di Tanjung Uncang dan Bengkong. “Anggaran per gedung sekitar Rp5 miliar, sudah masuk dalam APBD Kepri 2026,” ujarnya di Tanjungpinang, Senin, 13 Oktober 2025.
Batam menjadi daerah dengan pertumbuhan penduduk tertinggi di Kepri. Setiap tahun, jumlah calon siswa SMA dan SMK terus meningkat, sementara jumlah sekolah negeri tak bertambah signifikan. Akibatnya, banyak siswa harus bersekolah di swasta atau menunggu kuota tambahan.
“Setiap penerimaan siswa baru, persoalan daya tampung selalu muncul. Karena itu kami fokus menambah ruang kelas dan sekolah baru di Batam,” kata Andi.
Tahap awal pembangunan dua SMK itu akan difokuskan pada penyediaan ruang kelas belajar. Fasilitas penunjang seperti laboratorium dan bengkel praktik akan dibangun bertahap sesuai kebutuhan.
Selain proyek dua SMK baru, Pemprov Kepri juga menerima bantuan revitalisasi satuan pendidikan senilai Rp70 miliar dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Dana itu dialokasikan untuk memperbaiki ruang kelas dan membangun dua sekolah baru lainnya: SMAN 29 Batam dan SMAN 1 Selat Gelam di Kabupaten Karimun.
“Tahun depan kami juga mengajukan bantuan tambahan untuk revitalisasi dan pengadaan sarana prasarana di sekolah baru,” ujar Andi.
Pemerintah berharap proyek pembangunan dan revitalisasi itu bisa mengatasi kesenjangan pendidikan antara Batam dan wilayah lain di Kepri. Jika berjalan sesuai rencana, dua sekolah baru di Batam akan mulai menerima siswa pada tahun ajaran 2027. ANTARA
Baca Juga: Kepri Bangun Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda di Dompak
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








