BATAM (gokepri) – Badan Gizi Nasional (BGN) menyetujui penggunaan ikan sebagai salah satu menu Program Makan Bergizi Gratis di Kepulauan Riau. Kebijakan itu disambut Gubernur Kepri Ansar Ahmad sebagai peluang memperkuat rantai pasok produk perikanan lokal ke dapur-dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di provinsi kepulauan itu.
Kepulauan Riau sebagai daerah kepulauan dengan pasokan ikan melimpah dinilai memiliki keunggulan dalam memperkuat rantai pasok program makan bergizi gratis berbasis produk perikanan lokal.
“Alhamdulillah, BGN telah menyetujui ikan jadi salah satu menu MBG,” ujar Ansar di Tanjungpinang, Rabu (16/4/2026).
Baca Juga: SURVEI POLTRACKING: Program MBG Dongkrak Kepuasan Publik
Ansar menyarankan SPPG memilih ikan yang minim tulang untuk konsumsi anak-anak, seperti ikan tongkol, ikan filet, atau ikan yang diolah menjadi nugget. Kepri memiliki pasokan ikan laut yang besar, sehingga menu berbasis ikan dinilai mudah diterapkan sekaligus mendukung nelayan dan pelaku usaha perikanan lokal.
“Kami ikut mendorong SPPG di Kepri memanfaatkan ikan untuk MBG, karena ikan mengandung protein hewani dan bagus untuk tumbuh kembang anak,” katanya.
Kepala Kantor Pelayanan Pangan Gizi Wilayah Riau, Sumatra Barat, dan Kepri, Syartiwidya, menyatakan dukungan serupa. Ia menilai ikan laut khususnya bermanfaat bagi perkembangan otak anak. Sebagai perbandingan, program MBG di Provinsi Riau telah memanfaatkan ikan darat seperti patin, lele, dan nila sebagai sumber protein.
“Kalau di Kepri, bisa gunakan ikan laut. Ikan memang tidak dilarang untuk MBG,” kata Syartiwidya.
Berdasarkan data April 2026, penerima manfaat MBG di Kepri tercatat 544.585 orang atau 85 persen dari target 679.402 penerima. Penerima manfaat mencakup peserta didik serta kelompok rentan — anak balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Program ini juga menyerap 9.601 tenaga kerja lokal yang tersebar di 223 SPPG di tujuh kabupaten/kota se-Kepri. ANTARA
Baca Juga: Motor Listrik di Program MBG
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News










