Batam menopang 66,82 persen ekonomi Kepri. Angka pengangguran dan kemiskinan terus mengalami penurunan.
BATAM (gokepri) – Peringatan Hari Jadi ke-24 Provinsi Kepulauan Riau menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan serta melanjutkan pembangunan daerah secara berkelanjutan. Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengajak seluruh elemen masyarakat menakar prestasi dan memacu pergerakan ekonomi yang kini menyumbang 66,82 persen bagi provinsi.
Pesan kebersamaan tersebut mengemuka saat Amsakar memimpin Upacara Bendera Peringatan Hari Jadi ke-24 Provinsi Kepulauan Riau Tingkat Kota Batam di Dataran Engku Putri, Batam Centre, Kamis (24/9/2026). Kegiatan ini juga menghadirkan Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, Ketua TP-PKK Kota Batam Erlita Amsakar, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batam.
Baca Juga: Ekonomi Kepri Tumbuh 7,02 Persen, Tertinggi di Sumatera
Peringatan hari jadi daerah tidak semestinya hanya menandai bertambahnya usia, melainkan menjadi kesempatan meninjau capaian pembangunan dan merancang langkah menghadapi masa depan. “Peringatan hari jadi bukan sekadar menandai usia, tetapi menjadi sarana menakar prestasi, menyiapkan langkah, dan menyalakan semangat baru menghadapi tantangan masa depan,” ujar Amsakar.
Acara tahun ini mengusung tema “Dari Penyengat Menyatukan Semangat, Kepri Maju Berkelanjutan” yang menghubungkan sejarah peradaban Melayu dengan semangat masa depan. “Kemajuan Kepulauan Riau harus dibangun di atas akar budaya yang kuat, namun tetap berorientasi kepada masa depan yang berkelanjutan,” tegas Amsakar.
Batam memegang posisi strategis sebagai pusat pertumbuhan yang menggerakkan perekonomian daerah serta berkontribusi terhadap pertumbuhan nasional. Hingga triwulan II 2026, pertumbuhan ekonomi Batam menembus 7,28 persen serta menyumbang 66,82 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Kepri.
Sektor investasi mencatatkan realisasi sebesar Rp38,97 triliun atau 55,67 persen dari target Rp70 triliun hingga semester I 2026. Indikator sosial turut membaik melalui kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Batam dari 83,3 pada 2024 menjadi 83,8 pada 2025.
Tingkat pengangguran terbuka menipis dari 7,68 persen menjadi 7,57 persen, sementara angka kemiskinan menyusut dari 4,85 persen pada 2024 menjadi 3,81 persen pada 2025. “Hal ini menegaskan bahwa Batam tidak hanya menjadi tujuan investasi, tetapi juga pusat penciptaan nilai ekonomi,” kata Amsakar.
Keberhasilan ini tercipta lewat kerja bersama antara Pemerintah Kota Batam, Forkopimda, Badan Pengusahaan (BP) Batam, pemerintah pusat, dunia usaha, dan masyarakat. “Marilah kita jadikan momentum Hari Jadi Kepulauan Riau ini sebagai inspirasi dan motivasi untuk mencapai prestasi yang lebih gemilang dengan semangat kebersamaan, kegotongroyongan, bekerja keras, dan berinovasi,” ajak Amsakar.
Amsakar berharap kolaborasi ini terus menguatkan sinergi antara Kota Batam dan Provinsi Kepri dalam menjaga capaian pembangunan. “Semoga semangat ini terus menguatkan langkah kita dalam mewujudkan Batam dan Provinsi Kepri yang maju dan berkelanjutan,” tutup Amsakar.
Baca Juga: Ditopang Investasi, Pertumbuhan Ekonomi Kepri Kembali Tertinggi di Sumatera
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








