Kekurangan Guru Masalah Terbesar Pendidikan di Batam

Batam kekurangan guru
Kepala Dinas Pendidikan Batam, Tri Wahyu Rubianto. Foto: gokepri/Engesti

BATAM (gokepri) – Masalah kekurangan guru di Kota Batam masih menjadi isu yang perlu mendapat perhatian serius.

Kepala Dinas Pendidikan Batam, Tri Wahyu Rubianto, mengatakan hingga tahun 2023, Kota Batam masih kekurangan guru Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Tri Wahyu Rubianto menjelaskan bahwa pola kebijakan saat ini, yaitu minimal 24 jam mengajar, cukup banyak menyebabkan kekurangan guru di Batam. “Memang dengan pola kebijakan saat ini yaitu minimal 24 jam mengajar memang cukup banyak kekurangan,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Batam, Tri Wahyu Rubianto, Selasa 2 Mei 2023.

Baca Juga: Kepri Masih Kekurangan Guru di Pulau-Pulau

Untuk mengatasi dampak kekurangan ini, Pemerintah Kota Batam akan mencoba meningkatkan jumlah jam mengajar guru menjadi 40 jam atau 35-38 jam. Selain itu, para pejabat berharap dengan adanya Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dapat membantu mengatasi kekurangan guru tersebut.

Namun, hal ini tidak hanya menjadi masalah bagi pemerintah, para guru juga khawatir dengan kebijakan ini. Mereka merasa khawatir jika jam mengajar yang berlebihan tidak dapat diklaim untuk kepentingan sertifikasi. Saat ini jumlah kebutuhan guru SD dan SMP di Kota Batam mencapai 700 orang. Kebijakan dari kementerian juga akan mengizinkan satu guru untuk mengampu lebih dari satu Mata Pelajaran (Mapel).

Total jumlah guru di Kota Batam mencapai 3000-an. Tri Wahyu Rubianto menambahkan masalah ini sangat serius dan tidak boleh diabaikan, karena hak siswa untuk mendapatkan pembelajaran yang baik harus terpenuhi. “Jangan sampai hak dari siswa untuk mendapatkan pembelajaran tak terpenuhi,” lanjut Tri.

Pemerintah Kota Batam harus segera menemukan solusi untuk mengatasi masalah kekurangan guru ini agar mutu pendidikan di kota ini dapat meningkat. Sebagai salah satu kota dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi, Kota Batam perlu menjaga kualitas pendidikannya agar dapat mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti

Pos terkait