Kejaksaan Tahan Dua Tersangka Korupsi Dana Hibah KONI Lingga

korupsi KONI Lingga
Dua tersangka kasus dugaan korupsi KONI Lingga ditahan Kejari Lingga, 29 Mei. Foto: gokepri/Jamariken Tambunan

Lingga (gokepri) – Kejaksaan Negeri Lingga menetapkan dua tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi dana hibah KONI Kabupaten Lingga tahun 2021-2022. Kedua tersangka adalah Ketua Umum KONI Lingga berinisial AG dan Ketua Harian KONI Lingga berinisial RS.

Penetapan tersangka dilakukan setelah Kejari Lingga melakukan pemeriksaan mendalam terhadap kedua tersangka maupun saksi-saksi, serta mengumpulkan alat bukti yang cukup. “Penetapan tersangka dilakukan berdasarkan pemeriksaan berupa keterangan dari kedua tersangka maupun saksi serta alat bukti yang cukup,” ujar Kasi Pidsus Kejari Lingga, Senopati, Rabu (29/5/2024).

Baca Juga:

Seiring dengan penetapan tersangka, Senopati juga menyampaikan kedua tersangka akan ditahan selama 20 hari ke depan di Lapas Kelas III Dabo Singkep. “Keduanya kami giring dengan menggunakan baju tahanan dan diborgol menuju ke Lapas Kelas III Dabo Singkep,” jelasnya.

Senopati menjelaskan proses penyidikan terkait kasus ini masih terus berlangsung. Hingga saat ini, Kejari Lingga telah memeriksa 52 saksi dan mendapatkan 174 item bukti petunjuk.

“Hasil pemeriksaan saksi dan data elektronik foto dan video bukti belanja berupa kuitansi atau bukti bayar oleh KONI Lingga pada pihak ketiga menunjukkan adanya ketidaksesuaian dengan bukti bayar yang dijadikan laporan SPJ oleh KONI ke Pemkab Lingga,” ungkap Senopati.

korupsi KONI Lingga
Dua tersangka kasus dugaan korupsi KONI Lingga ditahan Kejari Lingga, 29 Mei. Foto: gokepri/Jamariken Tambunan

Tim penyidik tindak pidana khusus Kejari Lingga juga telah melakukan perjalanan ke Jakarta dan Bandung untuk mendapatkan keterangan dari pihak ketiga yang terlibat dalam kasus ini. “Hasil BAP pihak toko pembelian elektronik yang diperoleh ternyata bukti bayar atau kuitansi yang dibuat KONI untuk pelaporan penggunaan dana hibah kepada Pemkab Lingga adalah palsu atau telah di palsukan,” bebernya.

Senopati menambahkan berdasarkan penghitungan sementara, kerugian negara dalam kasus ini mencapai Rp546 juta dari total dana hibah yang diterima KONI Lingga selama dua tahun berjalan, yaitu Rp1,5 miliar. Proses audit oleh BPKP Kepri masih berlangsung untuk memastikan jumlah kerugian negara yang lebih akurat.

Penulis: Jamariken Tambunan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

BAGIKAN