Kartu Merah Balogun, Asa AS Tetap Menyala

Piala Dunia 2026, Amerika Serikat, Bosnia, Folarin Balogun, Christian Pulisic, Mauricio Pochettino, Belgia, sepak bola
Timnas Amerika Serikat merayakan gol ke gawang Bosnia dalam laga 32 besar Piala Dunia 2026 di Santa Clara, California. REUTERS

Amerika Serikat lolos ke 16 besar. Belgia menjadi ujian berikutnya.

SANTA CLARA (gokepri) — Bermain dengan 10 orang hampir sepanjang babak kedua tidak menghentikan langkah Amerika Serikat menuju babak 16 besar Piala Dunia 2026. Justru ketahanan bertahan setelah kehilangan Folarin Balogun menjadi pembeda kemenangan 2-0 atas Bosnia di Santa Clara, California, Rabu (2/7).

Hasil itu mengakhiri penantian panjang Amerika Serikat untuk kembali memetik kemenangan pada fase gugur Piala Dunia setelah 24 tahun. Kemenangan tersebut juga memutus rentetan 10 kekalahan beruntun tim berjuluk USMNT saat menghadapi wakil Eropa.

Baca Juga: Comeback Belgia Buyarkan Mimpi Senegal

Laga sejak awal berlangsung dengan tempo tinggi. Didukung puluhan ribu suporter yang terus meneriakkan “USA”, tuan rumah langsung menekan pertahanan Bosnia.

Christian Pulisic yang kembali masuk susunan pemain menjadi motor serangan. Balogun terus mengancam kotak penalti lawan, sementara Weston McKennie dan Malik Tillman memberi keseimbangan di lini tengah.

Tekanan itu akhirnya berbuah gol menjelang turun minum. Balogun membawa Amerika Serikat unggul setelah memanfaatkan peluang di depan gawang.

Striker itu merayakan gol dengan meniru selebrasi “Silencer” milik bintang NBA LeBron James. Aksi tersebut bahkan mendapat perhatian James yang menulis di media sosial, “Helluva goal there Young King!”

Keunggulan Amerika Serikat sempat berpotensi bertambah. Namun, gol Balogun dan Pulisic pada kesempatan berbeda dianulir wasit.

Situasi berubah drastis setelah jeda.

Balogun dinilai menginjak pergelangan kaki bek Bosnia Tarik Muharemovic. Wasit semula tidak memberi kartu, tetapi keputusan berubah menjadi kartu merah setelah peninjauan melalui Video Assistant Referee (VAR).

Tayangan ulang memperlihatkan kontak itu tampak tidak disengaja. Meski demikian, wasit tetap mengusir Balogun dari lapangan sehingga Amerika Serikat harus menyelesaikan pertandingan dengan 10 pemain.

Kondisi tersebut membangkitkan kekhawatiran publik tuan rumah. Mereka teringat kartu merah Tim Weah saat menghadapi Panama pada Copa America 2024 yang berujung kegagalan Amerika Serikat lolos dari fase grup.

Kali ini ceritanya berbeda.

Skuad asuhan Mauricio Pochettino tetap bermain disiplin. Organisasi pertahanan tetap rapat, sementara peluang menyerang masih tercipta melalui serangan balik.

Kepastian kemenangan datang pada menit ke-82. Malik Tillman melepaskan tendangan bebas yang tidak mampu dijangkau kiper Bosnia dan mengubah skor menjadi 2-0.

“Kami harus berjuang keras untuk memenangkan pertandingan ini,” ujar Christian Pulisic.

Menurut Pulisic, timnya sebenarnya tampil baik dan mampu mengendalikan pertandingan sebelum kartu merah mengubah situasi. Ia menilai rekan-rekannya menunjukkan karakter dengan tetap tenang, menambah satu gol, serta mempertahankan keunggulan hingga laga berakhir.

Di balik kemenangan itu, Amerika Serikat juga kehilangan salah satu pemain paling produktifnya. Balogun telah mencetak tiga gol sepanjang turnamen, tetapi kartu merah membuatnya harus absen pada pertandingan berikutnya.

Absennya Balogun menjadi pekerjaan rumah bagi Pochettino menjelang duel melawan Belgia pada babak 16 besar di Seattle.

Laga tersebut diperkirakan menjadi ujian terbesar Amerika Serikat sejauh ini. Belgia melaju setelah bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk menundukkan Senegal 3-2 melalui babak tambahan waktu.

Amerika Serikat mampu bertahan tanpa Balogun selama sisa pertandingan melawan Bosnia. Tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa mereka tetap kompetitif sejak menit pertama ketika menghadapi Belgia.

Baca Juga: Kane Selamatkan Inggris dari Kejutan Kongo

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait