BATAM (gokepri.com) – Ketua Umum DPP Perbasi, Nirmala Dewi, menegaskan keikutsertaan tim Indonesia pada ajang FIBA 3×3 Challenger Batam 2026 bukan semata mengejar hasil jangka pendek, melainkan menjadi investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas dan daya saing basket nasional menuju Olimpiade.
Menurut Nirmala, semakin sering atlet Indonesia mengikuti turnamen berstandar dunia, semakin besar pengalaman yang diperoleh, sehingga berdampak pada peningkatan kemampuan teknis, kepercayaan diri, serta mental bertanding.
“Kita memang harus banyak mengikuti kompetisi-kompetisi berkelas dunia seperti ini. Penting bagi pemain-pemain kita supaya mendapat banyak pengalaman. Semakin banyak kompetisi berstandar dunia yang diikuti, semakin tumbuh skill dan kepercayaan diri mereka,” kata Nirmala di Batam, Sabtu malam.
Ia meminta masyarakat tidak hanya menilai dari hasil pertandingan yang diraih saat ini.
“Jangan melihat hasil jangka pendek. Ini adalah investasi kita dalam jangka panjang,” ujarnya.

Pada FIBA 3×3 Challenger Batam 2026, Indonesia menurunkan tiga tim untuk bersaing dengan tim-tim terbaik dunia. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya mengumpulkan poin peringkat internasional sebagai syarat menuju Olimpiade.
“Semakin banyak kita mengikuti turnamen seperti ini semakin bagus. Selain pengalaman, kita juga menambah poin untuk Indonesia. Kalau mimpi kita ingin ke Olimpiade, maka kita harus mengumpulkan sebanyak mungkin poin,” katanya.
Nirmala menjelaskan setiap keikutsertaan dalam turnamen internasional tetap menghasilkan poin, meski kemenangan akan memberikan nilai yang lebih besar.
Ia menambahkan para pemain juga akan mengikuti sejumlah seri Challenger lainnya sebagai bagian dari pemusatan latihan menghadapi Asian Games.
“Kita doakan hasil di Asian Games nanti maksimal sehingga peringkat Indonesia bisa naik lagi,” ujarnya.
- Batam Dinilai Layak Kembali Jadi Tuan Rumah
Sementara itu, Ketua Perbasi Kepulauan Riau, Suhadi, mengungkapkan sejumlah atlet dunia memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan FIBA 3×3 Challenger Batam.
Menurutnya, para pemain menilai kualitas lapangan pertandingan, persiapan panitia lokal (LOC), hingga pelaksanaan event telah memenuhi standar Federasi Bola Basket Internasional (FIBA).
“Saya mendapat komentar dari pemain-pemain kelas dunia bahwa lapangan, persiapan, dan LOC di Batam sangat memenuhi standar FIBA. Mereka juga senang sekali bertanding di Batam,” kata Suhadi.
Ia berharap keberhasilan penyelenggaraan tahun ini mendapat dukungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Pemerintah Kota Batam, serta DPP Perbasi agar Batam kembali menjadi tuan rumah pada 2027.
“Insya Allah kita akan membahas bersama pemerintah daerah dan DPP Perbasi agar seri ini bisa kembali digelar tahun depan,” ujarnya.
- Fokus Kembangkan Basket 3×3 Kepri
Di sisi lain, Perbasi Kepri akan memprioritaskan pembinaan nomor 3×3 sebagai peluang lolos ke Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
Suhadi mengatakan peluang lolos melalui nomor 5-on-5 relatif lebih berat karena kuota peserta sangat terbatas, sedangkan 3×3 dinilai lebih terbuka dengan tingginya minat masyarakat Batam terhadap cabang olahraga tersebut.
“Kami bersama Perbasi Kota Batam rutin menggelar kejuaraan 3×3. Animo masyarakat sangat tinggi dan ini menjadi modal untuk mempersiapkan atlet agar mampu berprestasi di tingkat nasional,” katanya.
Meski tahun ini Kepri belum mengirimkan tim sendiri pada ajang Challenger karena fokus menjadi penyelenggara, Suhadi memastikan pihaknya menargetkan dapat menurunkan tim Kepri atau Batam pada edisi berikutnya.
Ia menilai persaingan di level internasional mengharuskan tim memiliki komposisi pemain yang kompetitif.
“Tahun ini kami fokus menjadi penyelenggara. Insya Allah tahun depan kita siapkan tim Kepri atau Batam. Kalau melihat negara-negara lain, banyak yang menggunakan pemain internasional sehingga kita juga harus menyiapkan tim yang benar-benar kompetitif,” ujar Suhadi. *
Penulis: Engesti








