Jembatan Batam-Bintan Tak Masuk PSN, Ansar: Masuk Proyek Super Bappenas

Gubernur Kepri Ansar Ahmad. Foto: Gokepri.com/Engesti

Tanjungpinang (gokepri.com) – Proyek Jembatan Batam-Bintan yang dijanjikan Presiden Joko Widodo pada Pilpres 2019, serta digadang-gadang akan dibangun pada tahun 2024, terancam gagal lantaran mega proyek itu tidak masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) 2024.

Merespon hal itu, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mengatakan, meski tak masuk ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) proyek jembatan Batam- Bintan itu sudah masuk ke dalam proyek super Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

“Sudah ada blue book dan green book dari Bappenas dan sudah disetujui. Kita tunggu saja,” kata dia, Rabu 20 Maret 2024.

Baca Juga: Kepri Pastikan Ketersediaan Lahan Jembatan Batam Bintan

Ansar memastikan Jembatan Batam-Bintan akan segera dibangun tahun 2024 karena sudah masuk tahap lelang. Apalagi dana awal pembangunan Jembatan Babin sudah mendapat persetujuan dari Bappenas.

“Dan green book tahapan persetujuan pemberian dana untuk proyek tersebut sudah ada. Kalau sudah masuk (Bappenas) tentu beda dengan PSN. Saya sudah ikut rapat cuma belum dapat hasilnya. Tapi kita pastikan lelang itu bisa di percepat,” kata dia.

Ansar menjelaskan, saat ini proses pembangunan Jembatan Babin masih pada tahap penyelidikan tanah (survei kedalaman) untuk membangun fisik jembatan. Nilai anggaran survei ke dalam laut juga fantastis mencapai Rp65 miliar.

Selain survei ke dalam, juga dilakukan survei ekonomi. Tujuannya agar investor tertarik jika ditawarkan proyek jembatan Babin.

“Kita tunggu saja,” kata Ansar.

Sebelumnya, pemerintah memasukkan dua proyek baru di Pulau Galang, Batam dan Bintan dalam daftar proyek strategis nasional (PSN). Sepenuhnya digarap mengandalkan modal swasta.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebutkan, Presiden Joko Widodo menyetujui penambahan 14 Proyek Strategis Nasional (PSN) baru yang akan dibangun tahun ini. Dua diantaranya adalah PSN dari Kepri.

Pembangunan 14 PSN ini akan dilakukan oleh pihak swasta sehingga anggarannya tidak mengandalkan APBN. Airlangga berharap, pembangunan 14 PSN ini akan menciptakan banyak lapangan kerja baru.

“Dan juga dilaporkan ke Pak Presiden ada 14 PSN baru, dilakukan oleh swasta atau pembiayaan dari swasta, menciptakan lapangan kerja dan tidak membutuhkan APBN,” kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (18/3/2024).

Mantan menteri perindustrian ini merinci, ke-14 PSN itu terdiri dari pengembangan Pantai Indah Kapuk Tropical Concept, pengembangan Kawasan Industri Wiraraja Pulau Galang, dan Proyek North Hub Development Project Lepas Pantai Kalimantan Timur.

Kemudian pengembangan Kawasan Industri Neo Energy Parimo Industrial Estate Sulawesi Tengah, pengembangan Kawasan Industri Patimban Industrial Estate Subang, pengembangan Kawasan Industri Giga Industrial Park Sulawesi Tenggara, dan pengembangan Kawasan Industri Kolaka Resource Sulawesi Tenggara.

Kemudian, pengembangan Kawasan Industri Stargate Astra, Sulawesi Tenggara, pengembangan Kawasan Pesisir Surabaya Waterfront, Kawasan Neo Energy Morowali Sulawesi Tengah, pengembangan Kawasan Terpadu di Bumi Serpong Damai (BSD), serta pengembangan Kawasan Industri Toapaya Bintan, Kepulauan Riau.

Selanjutnya, pengembangan Jalan Tol di Section Harbour Road II Jakarta Utara, serta pengembangan Jalan Tol Dalam Kota Bandung.

“Dan ini disetujui oleh presiden dan ada PSN baru penyesuaian nomenklatur dan perubahan dari ruang lingkup PSN itu sendiri,” ungkap Airlangga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti

Pos terkait