INSANI Akhirnya Menggugat

Kemudian terkait banyaknya TPS yang tidak memasang DPT sesuai ketentuan. Bahkan, beberapa TPS tidak membagikan salinan DPT itu kepada saksi paslon. Sehingga mempersulit saksi untuk memastikan bahwa pemilih yang menggunakan hak pilihnya di TPS tersebut terdaftar dalam DPT atau tidak.

Tim INSANI juga mempermasalahkan janji paslon nomor urut 3 yang akan memberikan 1 unit sepeda motor kepada 10 ribu RT dan RW. Perangkat RT dan RW ini tersebar di tujuh kabupaten/kota di Provinsi Kepri.

Kemudian adanya pemberian bantuan akibat Pandemi Covid-19 dari Provinsi Kepri. Namun Walikota Batam yang merupakan suami dari Cawagub nomor urut 3 mengklaim bantuan itu seolah-olah merupakan bantuan darinya.

Netralitas penyelenggara juga tak luput dari persoalan yang diungkap Tim INSANI. Paslon ini mempersoalkan masuknya tim sukses paslon nomor urut 3 menjadi penyelenggara Pilkada. Seperti menjadi badan-badan adhoc (KPPS, PPS, PPK) ataupun menjadi Ketua Bawaslu Batam. Tim INSANI mencontohkan Ketua KPPS TPS 70 Bengkong Sadai dan Ketua KPPS 05 Tiban Indah yang merupakan Tim Pemenangan paslon nomor urut 3.

Kemudian adanya jajaran KPU yang merupakan mantan Ketua Tim Pemenangan Walikota Batam atau suami dari Cawagub Kepri nomor urut 3. Banyaknya tim sukses paslon nomor urut 3 yang menjadi pemantau dari Bawaslu di Batam, Tanjungpinang, Bintan, dan Lingga. Serta pemberian uang Rp1 juta sebagai bentuk tambahan kepada penyelenggara pilkada.

1
2
3
4
BAGIKAN