INSANI Akhirnya Menggugat

Dugaan pelanggaran itu banyak terjadi di Kota Batam. Di antaranya KPU yang menyampaikan undangan memilih kepada para pemilih dengan waktu yang singkat. Sehingga banyak undangan tidak terdistribusi kepada pemilih yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Tim INSANI mencontohkan tidak terdistribusikannya undangan memilih untuk pemilih di TPS 26 Kelurahan Lubuk Baja. Jumlah pemilih yang terdaftar dalam DPT di TPS tersebut mencapai 411 orang. Tanpa undangan, pemilih akhirnya menggunakan hak pilihnya hanya dengan menunjukkan KTP.

Begitu juga dalam pemutakhiran data pemilih, Tim INSANI mempersoalkan banyaknya pemilih yang tidak masuk DPT. Padahal RT/RW sudah menyerahkan nama-nama pemilih itu kepada petugas pemutakhiran data pemilih. Sementara orang yang sudah meninggal dunia dan anak di bawah umur justru masuk DPT.

Tidak hanya itu, Tim INSANI juga menuding KPU tidak menyosialisasikan dengan benar pemilih yang bisa menggunakan hak pilihnya di TPS. Seperti pemilih bisa menggunakan hak pilihnya dengan menunjukkan KTP.

1
2
3
4
BAGIKAN