Industri Makanan dan Minuman Penyerap Tenaga Kerja Terbesar

Promo Makanan Spesial 17 Agustus
Hokben Batam. GOKEPRI/Muhammad Ravi

JAKARTA (gokepri) – Sektor makanan dan minuman atau F&B menjadi salah satu industri paling menjanjikan di Indonesia. Pertumbuhan industri ini tak hanya menggerakkan ekonomi, tetapi juga membuka ribuan lapangan kerja baru.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, menyebut industri makanan dan minuman sebagai salah satu sektor unggulan yang menjadi motor pencipta lapangan kerja di Tanah Air. Pertumbuhannya terus melaju, bahkan mencatatkan angka 5,8% secara tahunan pada triwulan pertama 2025. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) ini menjadi bukti nyata industri tersebut punya peran strategis dalam menyerap tenaga kerja.

Untuk memastikan pertumbuhan ini berkelanjutan, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengambil langkah konkret. Salah satunya dengan meluncurkan terobosan strategis, seperti pelatihan vokasi berbasis project-based learning. Kurikulum yang diberikan juga berorientasi masa depan, mencakup berbagai keterampilan seperti green skills (kompetensi hijau), digital skills (kompetensi digital), dan care economy (ekonomi perawatan).

Pemerintah juga berfokus pada kolaborasi. Pembangunan Talent Hub dan Innovation Hub di berbagai daerah menjadi bukti komitmen untuk menciptakan sinergi antara industri, akademisi, dan pemerintah. Selain itu, Kemnaker terus memperluas kerja sama strategis dengan perusahaan swasta. Hingga 2025, kementerian sudah menjalin lebih dari 70 kerja sama dengan perusahaan nasional maupun internasional.

“Ini menjadi bukti komitmen kuat Kemnaker untuk terus berkolaborasi dan bersinergi dalam memperluas kesempatan kerja,” ujar Yassierli, Jumat (22/8).

Salah satu kolaborasi terbaru terjalin antara Kemnaker dengan PT Abuya Berkah Indonesia Makmur, yang merupakan bagian dari Abuya Grup. Melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), pemerintah dan perusahaan makanan dan minuman ini bersepakat untuk meningkatkan kompetensi dan menempatkan 10.000 tenaga kerja.

Menaker Yassierli sangat mengapresiasi inisiatif ini dan berharap sinergi tersebut dapat menjadi contoh nyata bagi perusahaan lain. Kolaborasi ini disebutnya sebagai bagian dari Asta Cita dan Visi Indonesia Emas 2045 dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing. ANTARA

Baca Juga: Insentif Pajak untuk Industri yang Rekrut Pekerja Magang

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait