Batam (gokepri.com) – Tuberkulosis (TBC) masih menjadi penyebab kematian nomor satu di Indonesia. Sayangnya, banyak mitos keliru tentang TBC yang menimbulkan stigma negatif.
Akibatnya, penderita seringkali terlambat memulai pengobatan karena takut dikucilkan. Lantas, apa saja mitos yang salah tentang TBC dan fakta sebenarnya? Dilansir laman Hellosehat, ini beberapa dakta dari mitos yang beredar di masyarakat.
1. Mitos: TBC adalah penyakit turunan
Baca Juga: Tempat Rawan dan Cara Penularan TBC yang Harus Diwaspadai
Fakta: TBC bukanlah penyakit turunan. TBC disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menular melalui udara saat pengidap batuk, bersin, atau berbicara. Penularan sering terjadi di ruang tertutup dengan ventilasi buruk, namun faktor genetik tidak berperan dalam penularannya.
2. Mitos: TBC hanya menyerang orang miskin
Fakta: TBC bisa menyerang siapa saja, tanpa memandang status ekonomi. Semua orang yang terinfeksi bakteri TBC berisiko terkena penyakit ini, termasuk anak-anak. Data menunjukkan bahwa kasus TBC di Indonesia tidak terbatas pada kalangan ekonomi bawah saja.
3. Mitos: TBC hanya menyerang paru-paru
Fakta: Meskipun bakteri TBC pertama kali menyerang paru-paru, penyakit ini juga bisa menyebar ke organ lain. TB ekstra paru dapat menyerang tulang, kelenjar getah bening, bahkan otak dan jantung jika tidak segera diobati.
4. Mitos: TBC mudah menular
Fakta: TBC memang menular, tapi bukan berarti harus menghindari kontak dengan penderitanya. TBC hanya menular melalui udara, bukan lewat sentuhan fisik, makanan, minuman, atau penggunaan alat makan bersama. Dengan pencegahan yang tepat, risiko penularan bisa diminimalkan.
5. Mitos: Terinfeksi bakteri TBC pasti sakit
Fakta: Tidak semua orang yang terinfeksi bakteri TBC akan sakit. Hanya sekitar 10 persen dari mereka yang terinfeksi akan mengembangkan gejala TBC. Jika daya tahan tubuh kuat, infeksi bisa tetap laten tanpa menimbulkan gejala.
6. Mitos: TBC tidak bisa sembuh
Fakta: TBC bisa sembuh total jika pengobatan dilakukan secara disiplin. Dengan pengobatan selama 6-9 bulan, 99 persen pasien TBC bisa sembuh. Namun, jika pengobatan tidak rutin, penyakit bisa kambuh karena bakteri belum sepenuhnya hilang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








