Tempat Rawan dan Cara Penularan TBC yang Harus Diwaspadai

Ilustrasi. Pasien TBC berobat di pusat layanan kesehatan. Foto: Freepik.com

Batam (gokepri.com) – Ada beberapa cara penularan penyakit Tuberkulosis (TBC) yang harus diketahui masyarakat. Selain itu masyarakat juga harus mewaspadai tempat-tempat yang rawan penularan TBC.

Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Kesehatan disebut ada 821.200 kasus TBC di Indonesia pada tahun 2023. Jumlah ini meningkat dibandingkan kasus yang ditemukan di tahun sebelumnya.

Indonesia pun diketahui menempati urutan kedua sebagai negara dengan TBC terbanyak di dunia setelah India.

Baca Juga: Kasus TBC Mengkhawatirkan, Pemerintah Kembangkan Vaksin Baru

Dilansir laman Hellosehat, tuberkulosis merupakan infeksi sangat menular yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis. Bakteri TB memiliki karakteristik layaknya jenis bakteri pada umumnya.

Bakteri tersebut dapat bertahan hidup di suhu rendah, antara 4 sampai minus 70 derajat celcius pada waktu yang lama.
Mycobacterium tuberculosis menyebar dari satu orang ke orang lainnya ketika penderita TB mengeluarkan dahak atau cairan liur dari mulutnya yang berisi kuman ini ke udara, misalnya saat batuk, bersin, berbicara, bernyanyi, atau tertawa.

Cara penularan TBC umumnya terjadi ketika penderita berbicara selama kurang lebih 5 menit atau batuk sekali saja.

Dalam kurun waktu tersebut, droplet atau percikan dahak yang mengandung bakteri dapat terlepas dan bertahan di udara selama kurang lebih 30 menit.

Laman Kemenkes RI menyebut seseorang biasanya menghasilkan sekitar 3.000 percikan dahak atau droplet. Tergantung pada bagaimana keadaan lingkungan, kuman yang keluar dari batuknya penderita TB dapat bertahan di udara lembap yang tidak terpapar sinar matahari selama berjam-jam.

Hal ini menyebabkan orang yang berdekatan dan memiliki kontak dengan penderita TBC secara langsung berpotensi menghirupnya sehingga akhirnya tertular. Bakteri yang terhirup akan masuk ke alveoli atau kantung udara tempat pertukaran oksigen dan karbondioksida.

Sebagian besar bakteri akan dihancurkan oleh makrofag yang dihasilkan oleh sel darah putih. Sisa bakteri yang ada dapat tertidur dan tidak berkembang di dalam alveoli. Kondisi ini yang dinamakan dengan TB laten atau bakteri tidur sehingga tidak bisa menularkan ke orang lain.

Jika sistem kekebalan tubuh melemah, TB laten dapat berkembang menjadi penyakit TB aktif. Saat inilah bakteri akan menyebar ke bagian tubuh lainnya dan dapat menular ke orang lain.

Tempat rentan penularan TBC

Selain harus tahu penyebab TBC, masyarakat juga harus tahu tempat-tempat yang berisiko terjadi penularan sehingga bisa berhati-hati.

Secara umum, cara penularan TBC dapat terjadi di tiga tempat, yaitu di fasilitas kesehatan, rumah, dan tempat-tempat khusus, seperti penjara.

Penularan di fasilitas kesehatan sering terjadi karena rumah sakit atau puskesmas selalu ramai dipadati orang. Tak heran jika penularan TBC di rumah sakit disebut 10 kali lebih tinggi dibandingkan tempat lainnya.

TBC juga bisa menular di rumah jika tinggal bersama dengan penderita TBC di rumah. Hal ini karena Anda terpapar bakteri dalam durasi lama. Kemungkinan penularannya 15 kali lipat lebih bisa dibandingkan saat berada di luar rumah.

Semetara di penjara TBC juga mudah menular karena ventilasi tidak cukup masuk ke dalam sel penjara, sehingga sirkulais udara memburuk.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

BAGIKAN