Hengkang atau Bertahan, Demokrat Menunggu Komando SBY

deklarasi Koalisi Perubahan
Bakal Calon Presiden yang diusung Partai Demokrat Anies Baswedan (kanan) bersama Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (kiri) berjabat tangan saat akan menghadiri dialog gagasan Partai Demokrat di Jakarta, Kamis (2/3/2023). Foto: Antara Foto

Jakarta (gokepri) – Kepala Badan Pembinaan Organisasi, Keanggotaan dan Kaderisasi Partai Demokrat, Herman Khoirun menyampaikan kemungkinan soal bertahan atau tidak di Koalisi Perubahan untuk Persatuan yang mengusung bakal calon presiden (capres) Anies Baswedan.

Namun dirinya mengatakan Partai Demokrat menunggu arahan dari Ketua Majelis Tinggi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang akan melakukan rapat Majelis Tinggi untuk menentukan arah keberlanjutan koalisi yang sebelumnya bersama dengan Partai NasDem dan PKS.

“Kemudian nanti akan mendapatkan arahan dari ketua majelis tinggi pak SBY dan nanti akan banyak masukan dari anggota majelis tinggi dan insya Allah apa nanti keputusannya pasti nanti disampaikan kepada media,” kata Herman ketika ditemui di Gedung Nusantara I, Jakarta pada Jumat (1/9/2023).

HBRL

Baca Juga: Koalisi setelah Duet Anies-Muhaimin, Hengkang atau Bertahan?

Diberitakan sebelumnya, NasDem akan berkoalisi dengan PKB untuk mengusung Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar sebagai calon presiden dan cawapres.

Pilihan Anies ini mengejutkan partai koalisi terutama Partai Demokrat. Partai Demokrat kecewa. Pasalnya, Anies tidak menyampaikan secara langsung keputusannya menyetujui kerja sama Nasional Demokrat (NasDem) dan PKB berikut penetapan Muhaimin Iskandar sebagai pendampingnya ke Demokrat. Koalisi Perubahan terdiri dari Partai Demokrat, NasDem, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

“Tidak ada (informasi langsung dari Anies, red.). Kami hanya dapat konfirmasi, tadi kami telepon karena kami inisiatif minta ketemu. Tim 8 dari kami ingin dapat konfirmasi langsung apa benar,” kata Herzaky, Kamis malam 31 Agustus 2023.

Namun permintaan konfirmasi langsung dari Anies tidak diperoleh Demokrat. Gantinya, utusan Anies yang tergabung dalam Tim 8, Sudirman Said, membenarkan kabar kerja sama politik NasDem dan PKB berikut penetapan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebagai bakal calon wakil presiden Anies.

Selepas Demokrat mendapatkan informasi itu, Sekretaris Jenderal Demokrat Teuku Riefky Harsya yang merupakan perwakilan Demokrat di Tim 8 mengeluarkan pernyataan sikap. Dalam pernyataan sikapnya, Teuku Riefky menilai Demokrat dipaksa untuk menerima keputusan sepihak Anies dan NasDem. Bahkan, Teuku Riefky Harsya menyebut Anies Baswedan bersama Partai NasDem telah melakukan pengkhianatan terhadap Koalisi Perubahan untuk Persatuan.

“Ini merupakan bentuk pengkhianatan terhadap semangat perubahan, pengkhianatan terhadap Piagam Koalisi yang telah disepakati oleh ketiga Parpol (Nasdem, Demokrat, dan PKS),” kata Riefky dilansir Tempo, Kamis 31 Agustus 2023.

Baca Juga: Menduetkan Anies-Muhaimin, PKB Terima Tawaran NasDem untuk Berkoalisi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: Bloomberg Technoz

Pos terkait