JAKARTA (gokepri) – Presiden Prabowo Subianto menyebut pembakaran Gedung DPRD Makassar sebagai tindakan makar. Insiden itu menewaskan empat aparatur sipil negara yang terjebak saat massa beringas.
“Ini bukan aspirasi, ini makar,” kata Prabowo di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (1/9), usai menjenguk korban unjuk rasa.
Menurut Prabowo, peristiwa di Sulawesi Selatan itu menelan korban jiwa yang tidak terlibat politik. “Empat ASN, orang tidak bersalah, menjadi korban,” ujarnya.
Korban meninggal antara lain Budi Haryadi, anggota Satpol PP, yang melompat dari atap gedung untuk menyelamatkan diri. Ia sempat dirawat medis, namun tak tertolong.
Syaiful, Kepala Seksi Kesra Kecamatan Ujung Tanah, juga melompat dari lantai empat. Ia wafat setelah perawatan intensif di RS Grestelina.
Dua korban lain, Muhammad Akbar Basri, fotografer Humas DPRD, dan Sarinawati, staf DPRD Makassar, ditemukan hangus terbakar di lantai tiga. Mereka diduga bersembunyi di ruangan untuk menghindari massa yang naik sambil menjarah.
Prabowo menyatakan prihatin dan mengecam keras tindakan massa yang sengaja membakar, menyerang, serta merusak fasilitas umum. Ia memerintahkan aparat menindak tegas pihak yang bertanggung jawab.
“Saya tidak ragu membela rakyat. Mafia-mafia sekuat apa pun saya hadapi,” katanya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Makassar mencatat keempat korban tewas akibat aksi anarkis itu. Sementara penyelidikan terus berjalan untuk mengungkap dalang perusuhan. ANTARA
Baca Juga: Kondisi 3 Korban Meninggal Dunia Memilukan Saat Gedung DPRD Makassar Dibakar Massa
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








