Batam (gokepri.com) – Film horor Indonesia beberapa waktu terakhir ini menjadi sorotan dan mendapat komentar miring dari berbagai pihak. Bahkan salah satu film horor sempat mendapat larangan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk ditayangkan, walau akhirnya mendapat persetujuan dari MUI untuk tayang.
Hal ini karena film horor akhir-akhir ini dianggap melemahkan akhlak dan menyudutkan umat Islam baik dari sisi judul, poster maupun jalan cerita.
Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno ikut berkomentar soal film horor di Indonesia. Sandiaga mengaku selalu mengapresiasi karya perfilman di Tanah Air termasuk film horor.
Baca Juga: Tiga Film Horor yang Dibintangi Mikha Tambayong sebelum Sewu Dino
Dia beranggapan bahwa film yang bersinggungan langsung dengan agama seharusnya dapat meningkatkan ketakwaan apalagi di bulan suci Ramadan, bukan malah sebaliknya.
“Kita apresiasi perfilman horor Indonesia, film horor itu harusnya meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Jadi pastikan masyarakat yang menonton film horor bisa lebih dekat dengan Allah,” kata dia di Batam Sabtu 30 Maret 2024.
Untuk memsatikan hal itu ia mengatakan akan berkoordinasi dengan MUI agar film horor yang diproduksi bisa dinikmati oleh masyarakat.
“Tapi kami akan koordinasi dengan MUI. Karena inikan suatu karya,” kata dia.
Meski begitu, Sandiaga mengapresiasi perfilman di di Indonesia. Kata dia, perfilman di Indonesia telah menjadi tuan di negeri sendiri dengan jumlah penonton yang mencapai 55 juta. Semua karya itu diapresiasi lewat Hari Film Nasional yang diadakan pada 30 Maret 2024
“Kalau kita lihat di tahun lalu (film horor) telah tembus di angka 55 juta, ini rekor. Tahun ini akan lebih tinggi lagi karena baru beberapa bulan ada beberapa film sudah angkanya di atas 1 juta. Film Agak Laen angkanya mencapai 9 juta lebih. Kita dorong trus agar film Indonesia terus maju,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Engesti








