TANJUNGPINANG (gokepri.com) – Ekspor produk kelapa Kepri semakin menjanjikan, nilainya mencapai Rp19,9 miliar sepanjang tahun 2022. Ekspor produk kelapa ini difasilitasi Karantina Pertanian Kota Tanjungpinang.
Nilai ekspor pertanian di Kepri, khususnya di bidang produk olahan kelapa meningkat di bandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Karantina Pertanian Tanjungpinang Raden Nurcahyo Nugroho menyebut ekspor pertanian berupa produk olahan kelapa dari PT BOF yang terletak di Kawasan Industri Bintan, Kabupaten Bintan.
Baca Juga:
- Ekspor Pangan ke Singapura: Walikota Batam Ingin Kontrak Jangka Panjang
- EKSPOR AYAM KE SINGAPURA: Pemerintah Jajaki Bangun Peternakan di Batam
“Periode Januari-Oktober 2022 meningkat 123 persen,” kata Raden, Kamis 17 November 2022.
Pada 2021, periode Januari-Oktober ekspor produk olahan kelapa dilakukan sebanyak 21 kali. Sementara periode yang sama 2022 sudah 47 kali, angka ini dipastikan bertambah menjelang akhir 2022.
Peningkatan frekuensi ekspor sebesar 123 persen itu menyumbang peningkatan nilai ekonomi ekspor sebesar 159 persen.
“Setara dengan perbandingan Rp7,6 miliar pada 2021 menjadi Rp19,9 miliar pada 2022,” kata Raden.
Produk olahan kelapa yang diminati pasar luar negeri adalah santan, air kelapa, minyak kelapa murni tanpa pemanasan, hingga sabut kelapa.
Raden mengatakan frekuensi ekspor yang meningkat tajam tersebut tidak seluruhnya produk komersil, sebagian di antaranya pengiriman produk untuk pameran dan contoh produk.
“Ini menandakan bahwa produk olahan kelapa di Bintan semakin diminati pasar luar negeri,” kata Raden.
Tahun ini bahkan bertambah empat negara baru tujuan ekspor, yaitu Amerika, Prancis, Malaysia, dan Inggris.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian terus mendorong dan memfasilitasi eksportir untuk meningkatkan produksi dan inovasi guna memenuhi permintaan pasar luar yang semakin tinggi.
Karantina Pertanian Tanjungpinang memberikan layanan AkTif Ekspor untuk eksportir komoditas pertanian, merupakan layanan ‘karpet merah’ untuk eksportir.
Layanan AkTif Ekspor adalah layanan antar kirim sertifikat ekspor komoditas pertanian ke tempat eksportir, dengan layanan ini eksportir tidak perlu datang dan antre di kantor pelayanan.
Raden mengatakan pengolahan komoditas pertanian pascapanen terbukti meningkatkan nilai ekonomi dan menyerap tenaga kerja.
Peningkatan ekspor produk kelapa ini diapresiasi oleh Gubernur Kepri Ansar Ahmad.
“Saya apresiasi Karantina Pertanian karena telah memfasilitasi para eksportir agar lebih giat dan bersemangat memasarkan produk pertanian Kepri ke luar negeri,” ujarnya.
Ansar mengatakan Kepri termasuk salah satu kawasan perbatasan di Nusantara yang dapat diandalkan sektor pertaniannya.
Meski luas daratan hanya 5 persen, namun pengembangan sektor pertanian yang ada bukan hanya memenuhi kebutuhan pasar domestik namun juga pasar internasional.
Hal ini juga didukung dengan letak geografis Kepri yang sangat strategis dalam pola perdagangan global, yakni berbatasan langsung dengan negara tetangga seperti Singapura.
“Pemprov Kepri memiliki strategi pengembangan pertanian dengan mendorong keberlanjutan pembangunan pertanian dari hulu sampai hilir dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan,” ujar Ansar.
Ansar menyatakan siap berkolaborasi dengan Karantina Pertanian selaku koordinator program gerakan tiga kali ekspor (Gratieks) dalam rangka menggerakkan, mendorong, serta mengawal kegiatan ekspor di Kepri.
Penulis: Asrul Rahmawati
Sumber: ANTARA









